Pakistan Perlihatkan Puing Rudal Jelajah SCALP (Storm Shadow) yang Ditembak Jatuh

India tidak tanggung-tanggung dalam upayanya menggempur sasaran strategis Pakistan, salah satu yang terungkap adalah penggunaan rudal jelajah udara ke permukaan berharga mahal, SCALP (Système de Croisière Autonome à Longue Portée) atau Storm Shadow buatan MBDA Missile Systems yang diluncurkan dari jet tempur Dassault Rafale.

Baca juga: Teknik Pengelabuan, Perancis Kirim Rudal Jelajah SCALP ke Ukraina dengan SUV Mewah Audi Q7

Puing-puing dari rudal SCALP (Storm Shadow) telah dipublikasikan oleh Defence Pakistan di akun X. Foto-foto puing rudal yang jatuh memperlihatkan bagian dari rudal, seperti hulu ledak multi-stage BROACH yang dikembangkan BAE Systems. Hulu ledak seberat 400–450 kg pada SCALP dirancang untuk memastikan penetrasi dan penghancuran target yang dibentengi seperti bunker, pusat komando, lapangan udara, dan fasilitas strategis lainnya.

Foto-foto tersebut juga menunjukkan mesin turbojet rancangan dan produksi Perancis, Microturbo TRI 60-30, dari sudut yang berbeda. Rudal bersayap lipat ini kemungkinan diluncurkan dari jet tempur Rafale yang ditembak jatuh pada malam tanggal 7 Mei 2025. Puing-puing Rafale ditemukan 20 km dari pangkalan udara Bathinda.

Angkatan Udara India menerima rudal SCALP sebagai bagian dari kontrak pertamanya untuk jet tempur Rafale dari Perancis. Meskipun jumlah pasti rudal tersebut belum diungkapkan, pengamat militer India memperkirakan jumlahnya sekitar 150 unit, dengan estimasi harga per rudal sekitar US$1,1 juta.

SCALP alias Storm Shadow menggunakan panduan berbasis GPS/INS dan referensi medan untuk navigasi, tetapi pada tahap terminal penerbangannya bergantung pada pencari inframerah pencitraan beresolusi tinggi – high-resolution imaging infrared (IIR) seeker dengan pengenalan target otomatis – automatic target recognition (ATR).

Sistem ini bekerja dengan mencocokkan citra yang diunggah ke dalam memori onboardnya dengan apa yang dilihat oleh sistem pencarinya pada fase terminal. Komputasi onboard kemudian mencocokkan target dan mengeksekusi serangan.

Pertama Kali, Ukraina Konfirmasi Keberadaan Rudal Jelajah SCALP-EG dari Perancis

Sistem pemandu Storm Shadow otonom – tidak diperlukan kontrol man-in-the-loop – dan sangat akurat. Lain dari itu, sistem ini tahan terhadap gangguan frekuensi radio dan alat perang elektronik berbasis radio lainnya.

Storm Shadow yang melesat dengan kecepatan subsonik dan berat 1,5 ton. Storm Shadow adalah rudal jelajah jarak jauh, yang artinya dalam operasi serangan darat ini, penerbang tempur tak perlu lagi sampai masuk ke wilayah teritori udara lawan. Singkat kata, berkat rudal jelajah macam ini, keselamatan awak pesawat menjadi terjamin, mengingat peran jet tempur tak lebih sebagai launcher yang jauh dari potensi sergapan interceptor.

Pesawat dapat meluncurkan Storm Shadow pada jarak 180 mil (290 km) dari sasaran. Setelah meluncur, rudal selanjutnya akan terbang rendah mengikuti kontur bumi dengan identifikasi posisi menggunakan GPS (Global Positioning System). (Gilang Perdana)

Tandingi Storm Shadow, Cina Kini Punya AKF98A, Rudal Jelajah Udara ke Permukaan dengan Desain Stealth

One Comment