Pertama Kali Sejak Perang Dunia Kedua, AL Selandia Baru Kehilangan Kapal Akibat Tenggelam

Meski bukan kapal kombatan, namun ada kabar bahwa untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua, Angkatan Laut Selandia Baru – Royal New Zealand Navy (RNZN) kehilangan aset kapal perangnya. Kapal yang nahas tersebut adalah HMNZS Manawanui yang tenggelam di lepas pantai Samoa. HMNZS Manawanui mengalami masalah sekitar satu mil laut dari Pulau Upolu pada Sabtu malam waktu setempat, saat itu kapal sedang melakukan survei terumbu karang.

Baca juga: 24 Tahun Beroperasi, Australia Pensiunkan Kapal Hidro Oseanografi Canggih HMAS Merville A246

Sebagai informasi, HMNZS Manawanui adalah multi-role offshore support vessel, yang perannya mencakup mendukung misi penyelaman, penyelamatan bawah air sampai misi survei hidro oseanografi. Seperti dikutip BBC.com (6/10/2024), HMNZS Manawanui mengalami kebakaran sebelum akhirnya terbalik.

Semua awaknya yang berjumlah 75 orang berhasil dievakuasi ke sekoci penyelamat dan diselamatkan pada Minggu pagi. Para pejabat pertahanan Selandia Baru mengatakan penyebab tenggelamnya kapal belum diketahui dan akan diselidiki. Insiden itu terjadi saat cuaca buruk dan berangin.

Para pejabat militer mengatakan para penyelamat berjuang melawan arus dan angin yang mendorong sekoci penyelamat dan perahu laut ke arah terumbu karang, dan gelombang membuat upaya penyelamatan menjadi sangat menantang. Para pejabat mengatakan bahwa wilayah tersebut belum pernah disurvei sejak tahun 1987.

HMNZS Manawanui diakuisisi untuk menggantikan dua kapal yang dinonaktifkan, yakni kapal survei hidrografi HMNZS Resolution dan kapal pendukung penyelaman HMNZS Manawanui.

Kapal tersebut awalnya merupakan kapal survei untuk industri minyak dan gas, yang mulai beroperasi pada tahun 2003 sebagai MV Edda Fonn. Kapal tersebut dibeli untuk Angkatan Laut Selandia Baru pada tahun 2018, dan ditugaskan sebagai HMNZS Manawanui pada tanggal 7 Juni 2019. HMNZS Manawanui beroperasi pada awal tahun 2020 dan melakukan beberapa kali penempatan di Pasifik selama beberapa tahun berikutnya.

Kapal ini dibangun pada tahun 2003 oleh Myklebust Verft dan dioperasikan sebagai MV Edda Fonn oleh Østensjø Rederi sebagai kapal survei untuk industri minyak dan gas di Norwegia.

[the_ad id=”77299″]

Pada bulan Agustus 2018, kapal ini dibeli oleh Angkatan Laut Selandia Baru dengan biaya US$103 juta untuk menggantikan kapal pendukung hidrografi HMNZS Resolution dan kapal pendukung penyelaman HMNZS Manawanui. Edda Fonn dilengkapi dengan sistem penyelaman dan hidrografi yang dibutuhkan oleh angkatan laut.

Pemerintah Selandia Baru awalnya berencana untuk membeli kapal yang baru dibangun untuk peran ini. Setelah sebagian dana untuk proyek tersebut dialihkan untuk menutupi biaya yang sangat tinggi untuk meningkatkan dua frigat Anzac class milik RNZN, diputuskan untuk membeli kapal bekas sebagai gantinya.

SCI Sabarmati – Kapal Penyelamat Kapal Selam Milik India untuk Misi SAR KRI Nanggala 402

Dari spesifikasi, HMNZS Manawanui punya berat mati 5.741 ton, kapal ini panjangnya 84,7 meter dan lebar 18 meter. Kapal ini mampu berlayar dengan kecepatan 13 knots dan mampu berlayar sejauh 13.000 kilometer. Kapasitas kargo di deck mencapai 800 ton dan dibekali dengan crane berkapasitas 100 ton. HMNZS Manawanui juga dibekali fasilitas deck helikopter pada bagian depan anjungan. (Bayu Pamungkas)

Dengan “Ledakan Sonar”, Begini Cara Kapal Perusak AL Cina Melukai Penyelam Australia

One Comment