[Video] Terungkap Produksi Serial Jet Tempur Stealth Shenyang J-35A Telah Berjalan

Dengan polarisasi kekuatan militer, ditambah peran nyata dari jet tempur stealth dalam pertempuran (F-35I Adir Israel) saat menyerang Iran, maka permintaan dan kebutuhan akan pesawat tempur generasi kelima kian menguat. Negara-negara pemilik anggaran tapi tak mendapat kesempatan pembelian dari AS, menjadi pasar yang harus direspon oleh industri dirgantara Cina dan Rusia. Terkhusus Cina, ada kabar bahwa jalur produksi Shenyang J-35 telah berjalan.
Pada 8 Juli 2025, stasiun televisi milik pemerintah Cina, CCTV 13, menayangkan program tentang pesawat tempur berbasis kapal induk J-15T. Program ini mencakup rekaman dari fasilitas produksi Shenyang Aircraft Corporation, yang memperlihatkan beberapa pesawat tempur stealth J-35 dalam tahap perakitan lanjutan.
Rekaman tersebut, yang menunjukkan setidaknya lima atau enam badan pesawat J-35, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut telah memasuki tahap produksi massal. Pesawat yang terlihat dalam video ditandai dengan pengenal seperti “040070”, yang menunjukkan bahwa pesawat tersebut termasuk dalam batch produksi keempat dan mendukung klaim bahwa produksi telah melampaui status prototipe.
Foto-foto sebelumnya yang beredar secara online pada Mei 2025 menunjukkan pesawat dengan cat dasar hijau, yang biasanya dikaitkan dengan model yang belum dicat atau model produksi awal.

Seperti dikutip Armyrecognition.com. analis pertahanan Andreas Rupprecht mengidentifikasi nomor seri 61820 dan 61821 yang beroperasi pada 1st Air Brigade of the People’s Liberation Army Air Force (PLAAF), yang berlokasi di Komando Teater Utara dekat Shenyang. Unit ini juga mengoperasikan jet tempur stealth Chengdu J-20 dan akan menjadi formasi PLAAF pertama yang diidentifikasi secara resmi untuk mengoperasikan dua jenis jet tempur stealth secara paralel.
Pengenalan J-35 ke dalam layanan bersama J-20 menempatkan Cina sebagai negara kedua setelah Amerika Serikat yang memiliki dua kelas jet tempur generasi kelima yang beroperasi.
CCTVが瀋陽の艦載機生産拠点を取材。
主題はJ-15Tということになっているがあからさまに量産中のJ-35複数が映されている。映像からは少なくとも5、6機のJ-35が確認出来る。
更にJ-15Tも”040070″の生産番号があるためbatch04生産分の第70号機。
先日行った推測のうち楽観的推測が正しかったことになる。 pic.twitter.com/R3BbEBCqNT— お砂糖wsnbn (@sugar_wsnbn) July 8, 2025
Sementara Chengdu J-20 tetap menjadi jet tempur berat untuk superioritas udara jarak jauh , sedangkan Shenyang J-35A menyediakan solusi yang lebih ringkas dan hemat biaya. J-35A disebut-sebut telah mengintegrasikan distributed aperture systems, modern data links, radar-absorbent coatings dan digital cockpit interface.
Data sumber terbuka menunjukkan J-35A adalah pesawat tempur stealth bermesin ganda dengan bobot sedang, dengan rongga senjata internal, sayap trapesium, saluran masuk tanpa pengalih, dan fitur permukaan penyerap radar.

Panjang J-35A sekitar 17,3 meter dengan lebar sayap sekitar 11,5 meter, dan perkiraan menempatkan berat lepas landas maksimumnya antara 25 dan 28 ton. Prototipe awal menggunakan mesin WS-13E atau mesin WS-21 yang berasal dari RD-93, dengan model masa depan berpotensi menggunakan WS-19 untuk meningkatkan daya dorong dan kemampuan supercruise.
Muatan internal dapat mencakup hingga enam rudal udara-ke-udara seperti PL-10, PL-15, atau PL-17, dan hardpoint eksternal dapat membawa amunisi berpemandu tambahan. (Bayu Pamungkas)



Si jambul kuning dari negeri rajawali lagi ngomel-ngomel nggak jelas jadi alihkan saja anggaran untuk pembelian pesawat buatan mereka untuk akuisisi alutsista dari negeri naga, lebih murah, ready stock, full rudal. Tuh ditawari 4 yuan class plus destroyer plus pespur plus rudal. Sikat saja sekalian sama J-35 ini plus aew&c dan tankernya serta pesawat anti kapal selamnya.
Ingat AUKUS adalah ancaman ke depan. Jangan lupa apa yang dilakukan negara selatan sehubungan dengan Timor Timur untuk merebut Celah Timor yang kaya akan minyak. Waspada pada mereka, bisa jadi mereka akan berupaya merebut Saumlaki dan Papua yang kaya sumber dan dengan cara yang sama. Alutsista penangkal adalah dari negeri naga.
Udah seperti sales belum ya?