Tandingi Rafale India, Pakistan Konfirmasi Pembelian Jet Tempur Chengdu J-10C
![]()
Ketika India mulai kedatangan armada Dassault Rafale, maka menjadi perhatian bagi Pakistan untuk meningkatkan kemampuan udaranya. Lantaran bersekutu dengan Cina, maka hal paling mudah untuk mendatangkan jet tempur penanding Rafafe adalah dari Negeri Tirai Bambu, apalagi Cina-Pakistan sudah punya history kerja sama dalam pengembangan dan produksi JF-17 Thunder.
Baca juga: Ada Jet Tempur Chengdu J-10C Tanpa Identitas di Pakistan, Mencuatkan Beragam Spekulasi
Dan setelah selama ini menjadi pembahasan di komunitas pertahanan, dari lama dalam situs indiatoday.in (28/12/2021), Pemerintah Pakistan lewat Interior Minister, Sheikh Rasheed mengungkapkan bahwa negaranya akan secara penuh mengoperasikan jet tempur Chengdu J-10C generasi 4++ pada Maret 2022, dimana pada 23 Maret, keberadaan J-10C akan diikutkan dalam parade HUT angkatan bersenjata Pakistan.
Sebelumnya pihak Pakistan membantah adanya laporan pengadaan J-10C, perihal riuhnya J-10C untuk Pakistan terendus saat kedatangan J-10C ke Pakistan dalam rangka latihan udara bersama Cina-Pakistan terjadwal “Shaheen-IX.” Saat itu disebutkan disebutkan AU Cina mengerahkan jet tempur Chengdu J-10C dan Shenyang J-11, serta pesawat angkut Xian Y-20 Kunpeng. Sementara Pakistan dalam latihan mengerahkan armada JF-17 Thunder. Tapi ada yang menarik dari latihan udara ini, yaitu pada sosok J-10C yang diboyong Cina.

Dari tangkapan foto, nampak sebuah J-10C yang ikut dalam latihan tidak menggunakan atribut dan identitas pengenal di sekujur bodinya. Umumnya identitas berupa badge kesatuan dan nomer pesawat terdapat pada vertical stabilizer dan belakang fuselage, namun J-10C ini tampil bersih dari livery.
[the_ad id=”12235″]
Dengan kehadiran J-10C misterius tersebut, maka pilot Pakistan dapat mengevaluasinya atau bahkan secara diam-diam menerbangkannya ketika terjadi krisis militer. Tindakan seperti itu kerap dirahasiakan dan hanya diungkapkan melalui sumber pihak ketiga.
Pakistan kabarnya memesan dua skuadron J-10C (36 pesawat). Diyakini bahwa J-10C Pakistan akan dilengkapi dengan mesin Shenyang WS-10 China dan akan membawa rudal udara ke udara jarak jauh PL-15. Sesuai informasi, J10-C mengusung avionik dan persenjataan yang identik dengan JF-17 Blok 3 yang kelak juga akan dioperasikan AU Pakistan. JF-17 Blok 3 menawarkan lebih sedikit biaya operasional dan persyaratan pemeliharaan. sedangkan J-10C memiliki performa terbang yang jauh lebih baik dalam hal kecepatan, ketinggian, dan kemampuan manuver, serta rangkaian sensor yang lebih mumpuni.
Baca juga: Chengdu J-10S Ditching di Sungai Jialu, Bukti Ketangkasan Penerbang Tempur Cina
Chengdu J-10C sudah dipasangkan teknologi radar AESA (Active Electronically Scanned Array). Tidak itu saja, J-10C dikabarkan juga dibekali kemampuan mesin dengan thrust vector 3D. Pihak Cina sesumbar bahwa J-10C dapat mengalahkan kemampuan F-16 Viper dan Sukhoi Su-35SK. (Gilang Perdana)



Dogfight kebanyakan terjadi under 50km kok, kalo diatas 100km ya tinggal balik kanan terus tekan afterburner wkwk
Model apapun bentuk pesawatnya tu tergantung jg dr keahlian, kecerdasan serta keberuntungn si pilot, klo pilotnya suka nyantai alias leha² bgtu ktm pilot yg rajin n sll siap terbang, ya bs kmungkinan kalah, yg penting WANI PIRO KLO DUEL, wakakakakak…
Saya seorang engineer designer. Tidak harus seperti itu. Tergantung SDM nya. Biasanya masih bisa disiasati bahkan dikembangkan.
Hal yg biasa dilakukan di Israel, China, Swedia bahkan dalam skala lebih kecil oleh Indonesia juga.
Bentuknya Mirip Rafale, apa cuma perasaan saya saja ya ? Hmmm
Typhoon cina mampukah melawan rafale?? Komedi akhir tahun
Pakistan mantah lah. Sekali beli 36 J-10C, tidak pakai ketengan
Bakal lucu kalau mesinnya diganti buatan Rusia lagi lagipula mesin Thrust vectoring butuh pemeliharaan tingkat inggi paling2 ditangani mekanik2 dari pabriknya langsung dan di tempatkan di pangkalan militer PLA di Pakistan.
Klo dogfight sy pegang Rafale, secara sensor dan power masih diatas j-10. Tergantung kemahiran pilotnya.
Percaya banget Cina bilang J-10C bisa mengalahkan SU-35 karena Cina sendiri punya SU-35 jadi bisa evaluasi membandingkan langsung.
Dan fans pesawat joget2 masih ingin kita beli SU-35 yg bisa dikalahkan J-10C wkwkwkw
Kecap tetap no.1, gak ada yg jual kecap no.2.
Kalo dibilang J-10C dpt mengalahkan kemampuan F-16 Viper, itu nampak benar membualnya. Dlm bermanuver, sayap delta tdk selincah sayap konvensional spt F-16. Pilot TNI AU pernah mengisahkan.
Apalagi mau menghadapi sang penguasa langit SU-35, cuma perlu diselentik aja itu J-10C sdh kliyengan. Biasanya pesawat dng sayap delta utk pesawat buru sergap.
Yg berbahaya rudal PL-15 yg speknya mirip R-37M itu lho walau tampilan beda. Konon jangkauannya 200-300 km. Itu yg buat paman abidin kepalanya cekot2. Soalnya saat ini paman Abidin blom punya rudal udara ke udara dng jangkauan sejauh itu..😂
Apabila J-10C berhadapan dng Rafale, pastinya rudal meteornya rafale India duluan yg bakal merontokkan J-10C, krn jangkauannya lebih jauh dr PL-15E gotongannya J-10C pakistan. Sebab varian ekspor PL-15E hanya 145 km. Jd Rafale India tetap aman…😁😁