
Setelah pengumuman atas keberhasilan uji coba perdana rudal balistik taktis Hrim-2 pada 27 Agustus 2024, rupanya ada kabar lanjutan di bulan Juni ini, yakni Ukraina mengumumkan dimulainya fase produksi massal rudal yang juga disebut sebagai Sapsan ini. Meski prototipe-nya sudah diuji coba terbatas sejak tahun 2019, baru pasca konflik dengan Rusia, pengembangan Sapsan (Hrim-2) mendapat percepatan. (more…)

Boleh jadi arsenal rudal pada sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) untuk Ukraina bakal bertambah jenisnya. Selain yang dikenal saat ini, yakni AIM-9X Sidewinder dan AIM-120 AMRAAM, ada rencana dari Kongsberg Defence and Aerospace untuk mengembangkan rudal tersendiri untuk NASAMS Ukraina. (more…)

Setelah pengiriman Main Battle Tank (MBT) Challenger 2 , Inggris nampaknya belum lagi mengirimkan persenjataan berat kavaleri ke Ukraina. Sebut saja, meski stok ranpur Infantry Fighting Vehicle (IFV) Warrior milik Angkatan Darat Inggris (Royal Army) melimpah dan ada unit yang akan dipensiunkan, namun usulan untuk mengirim Warrior ke Ukraina telah ditolak. (more…)

KNDS France selama ini kondang sebagai manufaktur persenjataan berat. Namun, melihat eskalasi konflik di Ukraina, KNDS France mulai memproduksi drone kamikaze (loitering munition), dengan produk pertama MV-25 OSKAR yang ditampilkan perdana pada pameran pertahanan Eurosatory 2024. (more…)

Inovasi baru datang dari laga perang Ukraina, yakni dengan diperkenalkannya jenis mother drone, yakni drone fixed wing yang dapat meluncurkan dua drone FPV (First Person View) quadcopter kamikaze. (more…)

Keunggulan tempur udara dapat tercipta berkat kolaborasi dengan beragam unsur, seperti belum lama ada anomali dari perang di Ukraina, yakni untuk pertama kalinya jet tempur Sukhoi Su-35 yang masuk kategori generasi 4++, ditembak jatuh oleh F-16 AM/BM Fighting Falcon, yang notabene merupakan jet tempur generasi ke-4. (more…)

Seiring dengan perubahan standar alutsista Ukraina, yakni dari standar Soviet ke standar Barat/NATO, maka perlahan mulai menyentuh pada elemen senapan serbu, yang salah satunya dengan hadirnya FLARM F4, yakni senapan serbu kaliber 5.56×45 mm yang mengadopsi desain dasar Colt AR-15. (more…)

Operasi “Jaring Laba-laba” (Operation Spider’s Web) yang melibatkan ratusan drone FPV (First Person View) telah membuat kerugian besar bagi militer Rusia. Lantaran dilakukan jauh di dalam wilayah Rusia, maka Ukraina membutuhkan persiapan yang matang dalam serangan ini, yang salah satunya melengkapi drone dengan teknologi kecerdasan buatan. (more…)

Ibarat serangan Pearl Harbor, Rusia pada 1 Juni 2025 menerima serangan drone paling masif dan destruktif sepanjang berlangsungnya konflik yang meletus pada Februari 2022. Persisnya, Ukraina melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia dalam Operasi “Jaring Laba-laba” (Operation Spider’s Web). (more…)

Perang berlarut di Ukraina membawa konsekuensi pada penggunaan alutsista di luar batas. Salah satu yang mendapat perhatian dalam hal ini adalah Self Propelled Howitzer (SPH) CAESAR yang telah digunakan hingga batas maksimal, yang meski membawa kerentanan pada aspek keamanan operasi, tapi juga menjadi kebanggaan bagi pihak manufaktur atas kualitas produknya. (more…)