
Langkah ofensif Beijing di Laut Cina Selatan, khususnya yang terkait konflik dengan Filipina, rupanya menuai ganjalan, pasalnya Angkatan Darat AS (US Army) tetap mempertahankan penggelaran Typhon Weapon System di Pulau Luzon. Typhon Weapon System yang berintikan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk dan rudal hanud jarak jauh SM-6, telah menciptakan efek deteren. (more…)

Intelijen Cina boleh jadi kena ‘prank’, pasalnya Typhon Weapon System memang telah diangkut menggunakan pesawat angkut berat C-17 Globemaster III dari Bandara Internasional Laoag, di Laoag, Filipina. Namun, bukannya dibawa ke luar wilayah Filipina, namun Typhon Weapon System yang mampu menyerang wilayah Cina, hanya dipindahkan ke lokasi yang masih berada di Pulau Luzon, Filpina. (more…)

Amerika Serikat sempat dibuat cemas ketika Cina tak kunjung menarik kapal perangnya dari Lanal Ream di Kamboja, bahkan ada dugaan Cina akan menempatkan kehadiran kekuatan lautnya secara permanen di pangkalan yang langsung menghadap Laut Cina Selatan tersebut. Meski belum tentu terkait langsung, rupanya AS punya jurus ampuh untuk membalas, yakni dengan membuat Cina kesal plus ketar-ketir. (more…)

Provokasi Cina atas Filipina dalam beberapa hari ini mulai berkurang, setelah untuk pertama kalinya Angkatan Darat AS (US Army) mengerahkan Typhon Weapon System di sisi utara Pulau Luzon. Meski kehadiran Typhon Weapon System dalam tajuk Latihan Salaknib 2024, namun apa yang dibawa Typhon Weapon System dipercaya dapat membuat Beijing berpikir dua kali untuk mencoba melakukan provokasi ke Filipina, terutama dalam waktu dekat ini. (more…)

Dikenal battle proven di banyak palagan pertempuran, rudal jelajah Tomahawk yang lazim digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, kini telah dilirik penggunaannya oleh Angkatan Darat AS (US Army). Lebih dari enam bulan setelah pertama kali dikirim oleh Lockheed Martin, ground-based missile launcher terbaru Angkatan Darat AS, yang dikenal sebagai Typhon Weapon System, berhasil meluncurkan Tomahawk land attack cruise missile. (more…)