
Menghadapi eskalasi ketegangan geopolitik yang kian memanas di berbagai belahan dunia, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) telah mengambil langkah revolusioner dalam sejarah pengadaan militernya. (more…)

Menghadapi eskalasi ketegangan geopolitik yang kian memanas di berbagai belahan dunia, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) telah mengambil langkah revolusioner dalam sejarah pengadaan militernya. (more…)

Rupanya permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar bisa mendapat pasokan rudal jelajah Tomahawk dari AS, telah memantik reaksi dari petinggi Rusia. Salah satunya lewat pernyataan Andrei Kartapolov, Kepala Komite Pertahanan Parlemen Rusia (sebelumnya Wakil Menteri Pertahanan), yang menyebut pihaknya mampu dan mengetahui cara mencegat rudal Tomahawk. (more…)

Berbeda dengan pilihan Jerman dan Belanda yang mengakuisisi rudal jelajah Tomahawk buatan AS, maka ada indikasi Polandia untuk mengakuisisi rudal jelajah rancangan dan produksi dalam negeri. Pada pameran pertahanan International Defence Industry Exhibition (MSPO) 2025 di kota Kielce, Polandia (2 – 5 September 2025), perusahaan pertahanan asal Polandia, WB Group, memamerkan rudal jelajah jarak jauh Lanca. (more…)

Selain mengerahkan tujuh pembom stealth B-2 Spirt yang menargetkan fasilitas nuklir Iran di Fordow, dalam Operasi Midnight Hammer, Amerika Serikat juga meluncurkan sekitar 30 unit rudal jelajah jarak jauh Tomahawk ke instalasi strategis di Iran. Tomahawk yang digunakan secara khusus diluncurkan dari wahana kapal selam. (more…)

Perubahan lanskap pertahanan di Eropa telah membawa pengariuh besar pada kebijakan pengadaan alutsista di negara-negara NATO. Terkhusus Belanda, selain rencana pengaktifkan kembali batalyon Main Battle Tank (MBT), ada kabar Angkatan Laut Belanda bakal dibuat lebih bertaring, termasuk dalam kemampuan serangan jarak jauh secara presisi, yang mana Netherlands Navy akan melengkapi armada kapal perangnya dengan rudal jelajah Tomahawk. (more…)

Intelijen Cina boleh jadi kena ‘prank’, pasalnya Typhon Weapon System memang telah diangkut menggunakan pesawat angkut berat C-17 Globemaster III dari Bandara Internasional Laoag, di Laoag, Filipina. Namun, bukannya dibawa ke luar wilayah Filipina, namun Typhon Weapon System yang mampu menyerang wilayah Cina, hanya dipindahkan ke lokasi yang masih berada di Pulau Luzon, Filpina. (more…)

HMAS Brisbane D41, bagian dari kapal perusak Hobart class, belum lama ini memecahkan rekor sebagai kapal perang pertama Australia yang sukses melakukan uji peluncuran rudal jelajah Tomahawk – Tomahawk Land Attack Missile (TLAM) di lepas pantai San Diego, Amerika Serikat. (more…)

Amerika Serikat sempat dibuat cemas ketika Cina tak kunjung menarik kapal perangnya dari Lanal Ream di Kamboja, bahkan ada dugaan Cina akan menempatkan kehadiran kekuatan lautnya secara permanen di pangkalan yang langsung menghadap Laut Cina Selatan tersebut. Meski belum tentu terkait langsung, rupanya AS punya jurus ampuh untuk membalas, yakni dengan membuat Cina kesal plus ketar-ketir. (more…)

Tak puas dengan kemampuan meluncurkan rudal anti kapal UGM-84 Harpoon, Australia yang merasakan adanya ancaman besar dari utara berusaha melakukan upgrade pada ‘sisa masa pengabdian’ kapal selam diesel listrik Collins class. Lantaran menanti kapal selam nuklir Virginia class masih lama (tahun 2030) dan AUKUS class (tahun 2040), maka sejak tahun 2022 dicanangkan untuk menambahkan kemampuan serangan jarak jauh pada Collins class, bersaaan dengan jadwal upgrade pada keenam kapal selam tersebut. (more…)

Provokasi Cina atas Filipina dalam beberapa hari ini mulai berkurang, setelah untuk pertama kalinya Angkatan Darat AS (US Army) mengerahkan Typhon Weapon System di sisi utara Pulau Luzon. Meski kehadiran Typhon Weapon System dalam tajuk Latihan Salaknib 2024, namun apa yang dibawa Typhon Weapon System dipercaya dapat membuat Beijing berpikir dua kali untuk mencoba melakukan provokasi ke Filipina, terutama dalam waktu dekat ini. (more…)