
Ambisi India untuk memperkuat armada udaranya melalui jet tempur ringan (LCA) Tejas Mk1A kini menghadapi tembok besar. Dalam lima tahun terakhir, pabrikan mesin asal Amerika Serikat, GE Aerospace, dilaporkan hanya mampu mengirimkan 6 unit mesin F404-GE-IN20 dari total 99 unit yang telah dipesan oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL). Keterlambatan kronis ini memaksa pemerintah India melalui kementerian pertahanannya untuk menjatuhkan penalti finansial yang signifikan kepada GE Aerospace. (more…)

Aeronautical Development Agency (ADA), lembaga di bawah Kementerian Pertahanan India yang bertanggung jawab atas perancangan dan pengembangan pesawat tempur dalam negeri, belum lama mengumumkan gagasan untuk memberikan sistem pembaruan perangkat lunak (software) ala smartphone di jet tempur. (more…)

Investasi jumbo India dalam membangun industri pertahanan telah menjadi panutan bagi banyak negara lain. Pasalnya sudah begitu banyak buah dari alih teknologi yang akhirnya berujung sukses dan mendapat pengakuan dari dunia. Dan terkait dengan buah dari alih teknologi, ada kabar bahwa India nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk merancang, mengembankan dan memproduksi secara lokal mesin untuk jet tempur Tejas MK2. (more…)