Pada hari ini, sembilan tahun lalu yang bertepatan dengan 28 April 2016, adalah momen yang tak akan bisa dilupakan oleh warga Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, pasalnya saat itulah merupakan penerbangan terakhir jet tempur F-5E/E Tiger II. Persisnya dua F-5 diterbangkan untuk simulated surface attack (Phoenix Flight) sebagai misi penerbangan terakhir di langit Indonesia. (more…)
Meski statusnya tinggal kenangan, namun eksistensi jet tempur F-5 E/F Tiger II terus membekas dalam sejarah TNI AU, terlebih beberapa negara masih mengoperasikan jet tempur produksi Northrop ini dengan beragam upgrade. Dan secara khusus, TNI AU memperingati tanggal 21 April sebagai hari kedatangan batch (gelombang pertama) F-5 E/F Tiger II di Lanud Iswahjudi, Madiun. Persisnya, delapan unit F-5 E/F Tiger II tiba pada 21 April 1980 dengan diangkut menggunakan pesawat angkut berat C-5A Galaxy milik Military Airlift Command USAF. (more…)
F-16 TNI AU melakukan air to air refueling dengan KC-135 Hawaii ANG menggunakan teknik flying boom di training area Iswahjudi, Senin (20/2). (Foto: Dok. Hawaii ANG/Maj. David “Bullet” Cole)
Meski sudah 32 tahun mengoperasikan jet tempur F-16 Fighting Falcon, namun, kesempatan bagi penerbang tempur TNI AU untuk berlatih melakukan pengisian bahan bakar di udara (air refueling) masih sangat terbatas. Lantaran TNI AU belum mempunyai pesawat tanker yang mendukung mode boom, maka air refueling pada F-16 belum bisa dilakukan secara mandiri oleh TNI AU. (more…)
Sudah lumayan lama Skadron Udara 14 tak lagi beroperasi, lantaran sejak F-5 E/F Tiger II dipensiunkan pada April 2016, praktis skadron tempur andalan di Lanud Iswahjudi ini tak lagi memiliki armada pesawat yang aktif. Bila mengacu pada komitmen pemerintah, jet tempur yang harusnya mengisi Skadron Udara 14 adalah Sukhoi Su-35. (more…)
Dog fight jet tempur F-16 Fighting Falcon vs F/A-18 Hornet bisa dibilang setanding. Namun, apa yang terjadi bila F/A-18 Hornet ‘duel udara’ dengan F-5 E/F Tiger II, yang ini bisa disebut David vs Goliath. Dan yang menjadi David adalah si Macan F-5 E/F Tiger II. Tapi jangan dikira jika si David pasti kalah lawan Goliath. Meski secara spesifikasi, F-5 Tiger kalah telak dari F-18 Hornet, masih ada kesempatan bagi F-5 Tiger untuk membungkam manuver F/A-18 Hornet. (more…)
Seandainya di tahun 1995 TNI AU melakukan retrorif dengan paket ‘komplit’ pada armada F-5 E/F Tiger II, boleh jadi masa pengabdian Si Macan masih bakal lebih lama, lebih dari itu sistem persenjataan bisa di uprade lebih letal, dan harusnya bisa ditempeli fasilitas air refueling agar F-5 TNI AU sanggup isi bahan bakar di udara. Tapi sayangnya, program retrofit yang diberi label proyek MACAN (Modernization of Avionics Capabilities for Armament and Navigation) tak menyentuh elemen-elemen perubahan seperti poin di atas. (more…)