PT PAL Indonesia pada hari Rabu (5/6/2024) melaksanakan tahapan penting dalam pembangunan proyek frigat Merah Putih (Arrowhead 140), yakni first steel cutting (pemotongan plat baja pertama) unit kedua frigat Merah Putih (W000305), di Workshop Fabrikasi Divisi Kapal Niaga. Bagi PT PAL, pembangunan frigat Merah Putih merupakan lompatan besar, pasalnya inilah kapal perang kombatan dengan tonase terbesar yang akan dibangun oleh BUMN Strategis ini. (more…)
Setelah resmi melakukan upacara First Steel Cutting (FSC) kapal ekspor Landing Platform Dock (LD) Tarlac class kedua pesanan Angkatan Laut Filipina pada Januari 2024 silam, PT PAL Indonesia mencatat capaian baru kemajuan pembangunan ke tahap Keel Laying. Peresmian upacara tersebut dikemas secara padat sekaligus dilakukan peninjauan oleh Komite Inspeksi dan Penerimaan Teknis atau Technical Inspection and Acceptance Committee (TIAC) dari Angkatan Laut Filipina di workshop PT PAL Indonesia. (more…)
Armada Kapal Patroli TNI AL dalam waktu dekat akan ketambahan dua unit kapal, yakni KAL KRI Butana 878 dan KRI Selar 879. Mengusung desain PC-40M, kedua kapal patroli produksi galangan PT Citra Shipyard di Batam ini, secara resmi diluncurkan dan ditetapkan namanya oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali pada hari Selasa, 7 Mei 2024. (more…)
Meski bukan untuk pertama kalinya bagi TNI AL melakukan uji peluncuran rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3, namun bakal menjadi yang pertama kali pada Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M produksi PT PAL Indonesia. Persisnya, salah satu KCR 60M, yakni KRI Halasan 630 kini tengah dipersiapkan untuk meluncurkan rudal jelajah anti kapal Exocet MM40 Block 3 dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) pada 22-26 Mei 2024 di Laut Jawa dan Laut Bali. (more…)
PT PAL Indonesia melakukan penandatangan kerjasama strategis dengan Syncrolift AS dalam pengadaan Shiplift oleh Hans Van Herwerden beserta jajaran. Selain itu, juga dilakukan penyerahan dokumen strategis pembangunan jetty bersama PT PP (Persero) yang diwakili oleh Pande Ketut Gede Karmawan selaku Senior Vice President beserta jajaran. (more…)
Setelah pada 28 Maret 2024, resmi menandatangani kontrak pembangunan dua unit kapal selam Scorpene Evolved Full LiB bersama Naval Group dari Perancis, maka pada hari ini (6/4/2024) PT PAL Indonesia lewat siaran pers, menyatakan kesiapan fasilitasnya dalam mewujudkan produksi kapal selam di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur. (more…)
Ini bukan April mop, Naval Group dan PT PAL Indonesia telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Indonesia untuk pembangunan dua unit kapal selam Scorpène Evolved Full LiB yang akan dibangun di Indonesia. Persisnya pada tanggal 28 Maret 2024, Indonesia memilih Naval Group dan PT PAL untuk memperkuat kemampuan TNI AL dengan dua kapal selam baterai Lithium-Ion (LiB) Scorpène Evolved yang akan dibangun di galangan kapal PT PAL, melalui transfer teknologi. (more…)
Meriam kaliber 57 mm sejak dekade 80-an telah identik sebagai sistem senjata utama pada Kapal Cepat Rudal (KCR) TNI AL, yakni dimulai pada adopsi meriam Bofors 57 MK1 di KCR Mandau class buatan Korea Selatan, kemudian berlanjut pada generasi KCR dari FPB-57 series yang menggunakan Bofors 57 MK2, dan yang terbaru, instalasi Bofors 57 MK3 pada KCR 60M produksi PT PAL Indonesia. Bagi sebagian orang yang memperhatikan hal ini, tentu menjadi pertanyaan, mengapa meriam kaliber 57 mm mendominasi sebagai senjata pada haluan di sebagian besar KCR TNI AL? (more…)
Dipercayanya PT PAL Indonesia dalam pengadaan (tambahan) dua unit Landing Platform Dock (LPD) atau Strategic Sealift Vessel (SSV) oleh Angkatan Laut Filipina, merupakan prestasi tersendiri dan kebanggaan bagi Bangsa Indonesia, terlebih SSV Tarlac class adalah kapal perang bertonase terbesar yang menjadi ikon di arsenal Angkatan Laut Filipina. Namun, prestasi pengadaan berulang ini kerap mengundang tanya. (more…)