38 tahun lalu yang bertepatan dengan 1 September 1987, menjadi momen bersejarah dalam jagad industri kendaraan tempur (ranpur) lapis baja Rusia, persisnya pada tanggal tersebut merupakan pertama kalinya ranpur amfibi BMP-3 masuk kedinasan dalam militer Soviet. Meski dikembangkan dan beroperasi perdana di era Uni Soviet, tak bisa dipungkiri BMP-3 adalah kisah sukses Rusia di segmen ranpur amfibi yang ‘menelurkan’ begitu banyak varian. (more…)
Ranpur (kendaraan tempur) asal Uni Emirat Arab (UEA) ini belum lama diulas, yakni pada bulan April lalu. Namun, Rabdan 8×8 kembali menarik dikupas kembali, setelah untuk pertama kalinya Rabdan 8×8 diboyong ke Indonesia untuk meramaikan pameran pertahanan Indo Defence 2024 (11 – 14 Juni 2025) di Jakarta International Expo, Kemayoran. (more…)
Setelah pada tahun 2022 lalu mendapatkan modernisasi berupa pemasangan thermal imaging sight SOZh-TM, kini ada kabar lanjutan terkait modernisasi pada ranpur (kendaraan tempur) amfibi BMP-3F Korps Marinir, yakni dengan rencana pemasangan lapisan proteksi (armor) tambahan pada jenis ranpur yang masuk kategori Infantry Fighting Vehicle (IFV) ini. (more…)
Ada yang unik dari status BMP-3, yaitu dikenal sebagai Infantry Fighting Vehicle (IFV) yang paling banyak digunakan dalam operasi militer di Ukraina. Tidak itu saja, BMP-3 yang hadir dengan beragam varian, sampai saat ini masih terus diproduksi oleh Kurganmashzavod di kota Kurgan. Di Indonesia, debut BMP-3 (BMP-3F) juga tak pernah luput dari perhatian, lantaran menjadi arsenal kavaleri tercanggih Korps Marinir. Dan belum lama beredar video yang memperlihatkan BMP-3 dengan tampilan berbeda dari yang pernah diperlihatkan militer Rusia sebelumnya. (more…)
Gedung perkantoran Kurganmashzavod di Kurgan (foto: istimewa)
Selain ancaman dari serangan udara lewat rudal jelajah dan drone kamikaze, rupanya industri persenjataan di Rusia juga menghadapi ancaman lain, yakni ancaman yang berasal dari kemungkinan sabotase dan ‘alam’. Persisnya Kurganmashzavod yang selama ini dikenal sebagai manufaktur kendaraan tempur (ranpur) BMP-3, menghadapi risiko kebanjiran pada fasiitas produksinya. Dan seperti berlaku pada industri manukfaktur pada umumnya, banjir dapat menyebabkan penundaan jalannya proses produksi, sementara Kurganmashzavod kini tengah mengejer order produksi beberapa ranpur. (more…)
Mengambil lokasi di Lapangan Monas Jakarta, pusat peringatan dan parade militer HUT TNI ke-78 (5/10/2023), digelar dengan melibatkan penggelaran alutsista dari ketiga matra. Dan salah satu rangkaian acara peringatan HUT TNI adalah dilakukannya inspeksi pasukan peserta upacara oleh Presiden Republik Indonesia. Inspeksi pasukan dalam hal ini dilakukan dengan wahana, yang umumnya adalah rantis (kendaraan taktis) yang dimodifikasi. Namun, ada yang berbeda dari HUT TNI ke-78. (more…)
Akurasi tembakan meriam pada tank sangat dipengaruhi salah satunya oleh stabilitas laras atau gun stability, apalagi saat kendaran tempur harus melakukan tembakan sembari melaju (bergerak), maka stabilitas laras adalah kunci yang harus dikuasai oleh personel kavaleri. (more…)
Merujuk informasi dari akun Instagram Korps Marinir – marinir_tni_al, pada 12 Juli 2023, dilangsungkan kegiatan latihan menembak malam hari untuk calon pengawak ranpur BMP-3F di Puslatpur 5 Baluran Karang Tekok, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Para Siswa Pendidikan Kejuruan Bintara Kavaleri (Dikjurbakav) angkatan XXXII dan Siswa Pendidikan Kejuruan Tamtama Kavaleri (Dikjurtakav), berlatih menggunakan teropong bidik SOZh-TM. (more…)
Meski disebut punya lapisan proteksi yang minim, namun, tak ada keraguan bagi Rusia dalam mengoperasikan ranpur amfibi Infantry Fighting Vehicle (IFV) BMP-3, dalam operasi militer khusus. Dengan sejumlah upgrade, pada 3 Februari 2023, Kurganmashzavod, bagian dari HighPrecision Complexes, telah mengirimkan batch pertama di tahun 2023 atas unit BMP-3 yang akan dikerahkan dalam operasi tempur di Ukraina. (more…)
BMP-3 Rusia yang sekarang dioperasikan Batalyon Pertahanan Teritorial ke-98 Azov (armyrecognition.com)
Banyak jalan untuk melengkapi kebutuhan alutsista, seperti dalam situasi perang, ‘mendatangkan’ alutsista tak melulu harus dengan membeli atau meminta donasi dari negara lain. Sebagai contoh, meski Ukraina mendapat ‘hujan’ bantuan persenjataan dari AS dan sekutunya. Namun, lumayan banyak persenjataan rampasan (eks) Rusia yang dapat digunakan kembali, bahkan sampai membentuk satu batalyon kavaleri. (more…)