Setelah 61 Tahun Beroperasi, Angkatan Udara Perancis Resmi Pensiunkan Armada Pesawat Tanker KC-135 Stratotanker

Setelah beroperasi lebih dari 60 tahun, Angkatan Udara Perancis pada tanggal 30 Juni 2025 lewat upacara di Pangkalan Udara 125 di Istres-Le Tubé, dekat Marseille, secara resmi memensiunkan tiga armada pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker terakhir.
Baca juga: Yunani Ajukan Pembelian Empat Unit Pesawat Tanker ‘Bekas’ KC-135R dari Amerika Serikat
Dalam momen perpisahan tersebut, dimeriahkan dengan penerbangan lintas udara KC-135 dan Patrouille de France. Pensiun ini mengakhiri 61 tahun operasi KC-135 Perancis, yang dimulai pada tahun 1964. Bersamaan dengan penarikan pesawat, skadron pengisian bahan bakar udara Perancis 4/31 “Sologne” juga dinonaktifkan.
Angkatan Udara Prancis mengganti armada KC-135 dengan Airbus A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT), yang dikenal dalam layanan Perancis sebagai Phénix. Pada pertengahan 2025, 12 dari 15 MRTT yang dipesan telah mulai beroperasi. MRTT ke-13 dikirimkan bersamaan dengan pensiunnya KC-135, dan dua MRTT terakhir dijadwalkan untuk dikirimkan pada tahun 2028. A330 MRTT sekarang akan melaksanakan misi pengisian bahan bakar dan transportasi udara Perancis, termasuk dukungan untuk pencegahan nuklir.
Boeing KC-135 dikembangkan dari prototipe Boeing 367-80, yang juga menjadi dasar pesawat angkut komersial legendaris Boeing 707. Pesawat ini melakukan penerbangan pertamanya pada tanggal 31 Agustus 1956, dan mulai beroperasi dengan Angkatan Udara AS pada bulan Juni 1957.

KC-135 dirancang untuk menggantikan KC-97 Stratofreighter bermesin piston yang lebih lambat, dan merupakan tanker bertenaga jet pertama milik AU AS. Boeing memprduksi lebih dari 800 unit KC-135 dalam berbagai konfigurasi, termasuk model untuk pengintaian (RC-135), peperangan elektronik (EC-135), dan pengambilan sampel atmosfer (WC-135).
KC-135 telah mengalami beberapa peningkatan mesin dan avionik selama masa pakainya. Pada tahun 1980-an, banyak pesawat yang diganti mesinnya dengan turbofan CFM International CFM56, menghasilkan varian KC-135R.

Modifikasi tersebut meningkatkan kapasitas pembongkaran bahan bakar, mengurangi kebisingan dan biaya perawatan, serta meningkatkan efisiensi. Pesawat ini selanjutnya ditingkatkan dengan avionik digital melalui program Block 45. Pesawat ini tetap beroperasi dengan USAF, Turki, dan Chili, dengan biaya operasional dan dukungan yang terus meningkat seiring bertambahnya usia armada.
Perancis memperoleh 12 unit C-135F pada awal 1960-an untuk mendukung penangkal nuklir strategisnya, terutama dengan memperluas jangkauan pembom tempur Mirage IV. Pesawat ini mulai beroperasi pada tahun 1964. Pesawat ini kemudian diadaptasi untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur Mirage 2000N dan Rafale yang membawa rudal ASMP dan ASMP-A.
AU Singapura Resmi Pensiunkan Pesawat Tanker KC-135R Stratotanker
Antara tahun 1985 dan 1988, 11 C-135F ditingkatkan ke konfigurasi C-135FR, dengan mesin CFM56 menggantikan J57 asli. Ini meningkatkan efisiensi bahan bakar dan daya dorong.
Pada tahun 1990-an, Perancis mengakuisisi tiga pesawat KC-135RG dari Angkatan Udara AS, yang dimodernisasi pada tahun 2014 dengan avionik baru, antena komunikasi frekuensi tinggi, dan kompatibilitas dengan sistem lalu lintas udara modern. Armada Perancis mendukung operasi di Timur Tengah, termasuk Operasi Chammal terhadap target ISIS di Irak dan Suriah, serta misi di wilayah Sahel.
KC-135 Stratotanker: Lekat dengan F-16 TNI AU, Inilah Pesawat Tanker dengan Populasi Terbesar
Prancis adalah satu-satunya pengguna asing KC-135 dalam jangka panjang selain AS (negara lain seperti Singapura dan Turki menggunakan varian KC-135E atau R secara terbatas dan kemudian diganti).
KC-135 dapat membawa hingga 17 ton bahan bakar per misi dan mendukung latihan NATO, mengisi bahan bakar pesawat sekutu melalui sistem selang dan drogue. Pada bulan Juni 2025, hanya tiga pesawat yang masih beroperasi. Meningkatnya biaya perawatan, yang diperkirakan sekitar €23.000 per jam terbang, membatasi efektivitas biaya operasi yang berkelanjutan. (Gilang Perdana)
10 Pesawat Tanker KC-135 Diterbangkan dalam Satu Hari, Rekor dalam Sejarah Stratotanker


