Serang India, Pakistan Gunakan Drone Kamikaze Buatan Turki YIHA-III, Beberapa Gagal Mencapai Sasaran

Selain alutsista buatan Cina seperti jet tempur JF-17 Thunder dan Chengdu J-10C berikut rudal udara ke udara jarak jauh PL-15, militer Pakistan diketahui juga menggunakan sistem senjata buatan Turki untuk menyerang sasaran strategis India di wilayah perbatasan. Jenis senjata asal Turki yang dimaksud adalah drone kamikaze (loitering munition) YIHA-III.
Baca juga: Turki Punya “Azab” – Drone Kamikaze Bersayap Delta dengan Munisi yang Bisa Dikustomisasi
Temuan puing-puing YIHA-III telah dipublikasi oleh otoritas pertahanan India, yang mengklaim berhasil menembak jatuh beberapa YIHA-III. Sebagai bagian dari perang informasi, pihak India menyebut beberapa YIHA-III disebut gagal mencapai sasaran dan justru beberapa jatuh di wilayah Pakistan.
Analis pertahanan Pakistan telah menyatakan rasa frustrasi yang meningkat atas kinerja drone Kamikaze Byker YIHA-III buatan Turki, dengan beberapa unit ditemukan jatuh di dalam wilayah Pakistan sendiri. Drone, yang dimaksudkan untuk serangan presisi, telah menjadi sorotan setelah laporan dari Intelijen Angkatan Bersenjata (AFI) bahwa sedikitnya empat drone YIHA-III tidak berfungsi dan jatuh di dalam wilayah Pakistan.
Selain itu, YIHA-III yang dikerahkan untuk menargetkan wilayah India di Jammu dan Kashmir selama Operasi Sindoor pada 7 Mei 2025, dicegat dan dinetralisir oleh pertahanan udara India, gagal mencapai sasarannya. Analis Pakistan menyesalkan kinerja pesawat nirawak yang buruk, dengan menunjuk pada potensi masalah dengan perawatan, pelatihan operator, atau kegagalan fungsi teknis.

Terlepas dari klaim yang disampaikan oleh pihak yang bertingkai, menarik untuk mencermati sosok drone kamikaze YIHA-III, pasalnya namanya jarang terdengar sebagai produk alutsista dari Negeri Erdogan. Penggunaan drone buatan Turki oleh Pakistan dalam konflik dengan India telah memicu ketegangan diplomatik antara India dan Turki, dengan India menuduh Turki mendukung provokasi militer Pakistan.
Drone kamikaze YIHA-III adalah munisi berkeliaran (loitering munition) buatan Turki yang dirancang untuk serangan presisi terhadap sasaran strategis seperti sistem pertahanan udara, radar, dan pangkalan militer. Drone ini telah digunakan oleh beberapa negara, termasuk Pakistan dan Albania, dalam berbagai operasi militer.
🇹🇷🇵🇰 | 🇮🇳
Baykar-Pakistan ortak üretimi YIHA-III, Pakistan ordusu tarafından aktif olarak kullanılıyor.Pakistan halkı, düşen bir YIHA-III’ü Hindistan’a ait sandı ve parçaladı. pic.twitter.com/uWTust3gjT
— Minevra (@Minevrax) May 10, 2025
Dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Turki, YIHA-III mengadopsi teknologi dari rudal anti-tank OMTAS, dengan desain yang mencakup badan rudal, sayap tetap, ekor stabilisator, dan mesin propeler di bagian belakang.
Meski aslinya adalah buatan Turki, namun drone ini juga diproduksi bersama oleh National Aerospace Science & Technology Park (NASTP) di Rawalpindi, Pakistan, dengan asistensi dari Turki.
[the_ad id=”77299″]
YIHA-III dapat berada di udara selama beberapa jam sebelum menyerang target yang telah diidentifikasi. Drone ini dirancang untuk digunakan dalam operasi swarm, di mana beberapa drone diluncurkan secara bersamaan untuk mengatasi sistem pertahanan musuh. Sebelum digunakan oleh Pakistan, YIHA-III telah digunakan dan terbukti efektif dalam operasi tempur di Suriah dan Ukraina. (Bayu Pamungkas)
Turki Siap Produksi “Kargi” – Drone Kamikaze Anti Radiasi dari Desain Drone Israel


