Turki Punya “Azab” – Drone Kamikaze Bersayap Delta dengan Munisi yang Bisa Dikustomisasi

Pengembangan teknologi drone di Turki tak hanya berkutat pada solusi dari Baykar Makina dan Turkish Aerospace Industries (TAI). Sebuah perusahaan swasta Turki, Robit Teknoloji telah mengembangkan jenis drone kamikaze (loitering munition) yang diberi label “Azab”, yang dipersepsikan bakal memberi azab bagi musuh-musuh Turki.

Baca juga: Turki Siap Produksi “Kargi” – Drone Kamikaze Anti Radiasi dari Desain Drone Israel

Robit Teknoloji merancang Azab sebagai drone kamikaze multirole dengan struktur sayap delta. Dari segi desain, bentuk Azab terasa tidak asing, lantaran bentuknya mirip dengan drone kamikaze Israel, Harpy, produksi Israel Aerospace Industries (IAI). Robit mengklaim, Azab memiliki jangkauan jauh dan kapasitas muatan yang tinggi.

Dikutip dari ssdergilik.com (20/3/2023), uji peluncuran dan peledakan Azab direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Direktur Robit Teknoloji Selçuk Fırat mengatakan, bahwa perusahaannya memiliki sejarah 15 tahun dalam bidang informasi dan keamanan informasi, dan bahwa mereka telah mengembangkan solusi di bidang industri pertahanan selama 2 tahun terakhir.

Sebagai drone kamikaze multiguna, Azab dapat mengubah dan mengintegrasikan hulu ledak sesuai keinginan penggunanya. Azab dirancang dalam dua versi, yakni versi dengan lebar bentang sayap 150 dan 200 centimeter.

Azab 200 dapat membawa muatan (payload) hingga 15 kg dan berat maksimum saat lepas landas 50 kg. Sementara Azab 150 memiliki berat maksimum saat tinggal landas 7 kg dan dapat membawa payload munisi 3 kg. Selçuk Fırat menyatakan bahwa mortir, senjata tank, dan amunisi RPG dapat diintegrasikan ke dalam Azab dengan sangat mudah.

Dalam penggunaan, operator dapat mengarahkan Azab dengan kameranya dari jarak line of sight 200 km. Pada saat yang sama, Azab dapat langsung mencapai targetnya dan menghancurkannya dengan koordinat GPS yang telah diberikan.

Hanya 5 menit untuk menginstal dan menyiapkan peluncuran Azab. Jika diinginkan, operator dapat menyalakan komputernya dan mengirimkannya langsung ke tujuannya dengan remote control. Setelah melakukan penginstalan, maka operator dapat meluncurkan 5-10 Azab berturut-turut.

“Kami telah menguji terbang drone ini, dan kini beralih ke tes amunisi yang akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang. Kami sedang menguji mekanisme pemicu. Kami berharap tes amunisi akan selesai pada pertengahan tahun atau pada kuartal ketiga tahun ini,” ujar Fırat. Ia menambahkan, setelah itu Azab siap diproduksi dan dapat memenuhi pesanan di masa mendatang.

Guna mendukung operasional, Robit Teknoloji telah mengembangkan ketapel listrik berukuran 3 meter untuk peluncuran Azab 150, dan ketapel listrik 6 meter untuk peluncuran Azab 200. Azab dapat diluncurkan dari truk atau kontainer dengan dukungan sistem roket yang masih dikembangkan.

Baca juga: Sokil 300 – Drone Kombatan MALE Pertama Rancangan Ukraina

Azab dirancang dengan desain penampang radar dan material komposit, sehingga kecil kemungkinan Azab akan tertangkap oleh radar. “Dalam pengujian, Azab terbang di aantara ketinggian 50-100 meter, ketinggian minimumnya berada di level ini.

Dengan mesin propeller, Azab bisa mencapai kecepatan 278 kilometer per jam. Operator dapat mengontrol Azab pada jarak hingga 200 kilometer. Dimungkinkan untuk mencapai jarak 500 kilometer dengan Azab 200,” kata Selçuk Fırat. (Gilang Perdana)

5 Comments