Pelarian Kapten Aleksandr Zuyev: “Informan” Soviet dan MiG-29 Fulcrum

Namanya mungkin terdengar asing untuk sebagian orang, namun tidak bagi para pengamat sejarah serta beberapa saksi hidup salah satu kejadian pembelotan terbesar sepanjang sejarah. Adalah Kapten Aleksandr Mikhailovich Zuyev, seorang pilot asal Soviet yang terkenal karena tindakan pembelotannya yang berani pada tanggal 20 Mei 1989, menjelang runtuhnya Uni Soviet.
Kapten Zuyev merupakan pilot pesawat tempur canggih MiG-29 yang pada saat itu menjadi salah satu aset militer paling rahasia dan modern milik Pakta Warsawa. Adapun motif utama dari Kapten Zuyev membelot adalah kombinasi dari frustrasi pribadi, penolakan untuk masuk sekolah pilot uji coba dan ketidakpuasan mendalam terhadap sistem Komunis Soviet yang represif.
Hal-hal tersebut lantas membuatnya merencanakan pelarian dramatis menuju kebebasan di Barat. Aksi ini menjadi salah satu pembelotan profil tinggi terakhir di era Perang Dingin.
MiG-29 Fulcrum pic.twitter.com/6XgGIuBEDz
— nate (@refueled) September 21, 2025
Rencana pelarian Kapten Zuyev sangat tersusun detail dan nekat. Pada malam sebelum aksinya (19 Mei 1989), ia bertugas di pangkalan udara Gudauta, di pantai timur laut Laut Hitam. Untuk melumpuhkan penjaga landasan dan memastikan ia dapat lepas landas tanpa gangguan, Kapten Zuyev meracuni makanan para teknisi dan penjaga dengan obat tidur yang ia peroleh sebelumnya.
Kendati berhasil membuat sebagian besar kru tertidur, Kapten Zuyev sempat terlibat baku tembak dengan seorang penjaga yang terbangun, mengakibatkan sang kapten mengalami luka di lengan.
Hari ini 49 Tahun Lalu, MiG-25 Foxbat Soviet Dibawa Kabur dan Mendarat di Jepang
Sejurus sesaat, MiG-29 “Fulcrum,” sebuah pesawat tempur superioritas udara generasi keempat yang dirancang untuk menandingi F-16 dan F/A-18 milik AS berhasil ‘digondol’ Kapten Zuyev. Singkatnya, jet ini dikenal karena kemampuan manuvernya yang luar biasa, didukung oleh sepasang mesin turbofan Klimov RD-33 yang menghasilkan daya dorong tinggi.
Pada saat itu, MiG-29 adalah salah satu jet tempur Soviet yang paling dijaga kerahasiaannya. Kehilangan pesawat, terutama dengan pilot yang bisa saja membocorkan informasi teknis dan taktik Soviet kepada AS, merupakan pukulan telak bagi intelijen dan pertahanan Soviet.
MiG-29 Fulcrum of IAF 😈 pic.twitter.com/fUzm8MZOEN
— Vivek Singh (@VivekSi85847001) May 18, 2025
Penerbangan pelarian Kapten Zuyev sangat singkat, hanya sekitar 110 mil melintasi Laut Hitam. Ia terbang dari pangkalan Soviet menuju wilayah udara Turki dan mendarat di bandara sipil di Trabzon, Turki, setelah sekitar 35 menit di udara.
Di tingkat diplomatik, insiden tersebut memicu krisis antara Uni Soviet dan Turki. Moskow dengan tegas menuntut agar pilot dan pesawat itu segera diekstradisi dan dikembalikan, menyebut Kapten Zuyev sebagai “pelaku kriminal” dan “pembajak.” Namun, Turki menolak mengekstradisi Kapten Zuyev dengan alasan politik, meskipun mereka sepakat untuk mengembalikan pesawat MiG-29 tersebut kepada tim Soviet yang datang ke Trabzon beberapa hari kemudian.
Beberapa jet tempur Luftwaffe (AU Jerman) yang mungkin tidak pernah kalian tau, karena waktu aktifnya cukup singkat atau tidak terlalu menonjol dari jet tempur Luftwaffe yang lain. Pertama ada MiG-29 “Fulcrum”, lalu ada Sukhoi Su-22M4 “Fitter-K”, Dornier Alpha Jet, dan Fiat G91R. pic.twitter.com/OFHLc0CZkC
— Random Warfare Worldwide (@RWWReborn) October 7, 2024
Pembelotan Kapten Zuyev memberikan informasi intelijen yang sangat berharga bagi AS, yang merupakan sekutu vital AS selama Perang Dingin. Sebagai pilot yang menerbangkan salah satu jet tercanggih Soviet, ia memberikan wawasan mendalam tentang desain, kemampuan radar, sistem senjata, dan doktrin taktis MiG-29. Pengetahuan ini terbukti penting bagi militer AS, khususnya dalam mempersiapkan diri menghadapi pesawat tempur Soviet di teater konflik potensial. Di AS, Kapten Zuyev akhirnya diberikan suaka (perlindungan hukum) dan bekerja sebagai konsultan untuk Central Intelligence Agency (CIA) dan Departemen Pertahanan AS, berbagi pengetahuan teknis dan operasional yang ia miliki tentang militer Soviet.
Selain aksi pembelotan tersebut, Kapten Zuyev juga menjadi saksi penting yang memberikan rincian tentang insiden penembakan Korean Air Lines Penerbangan 007 pada tahun 1983 oleh jet tempur Soviet. (Nurhalim)
Jadi Spesialis SEAD, MiG-29 Fulcrum Ukraina Tampil dengan Desain “Mulut Hiu”


