Operasi “Jaring Laba-laba” – Serangan Swarm Drone Kamikaze Terbesar Ukraina yang Diluncurkan dari Dalam Wilayah Rusia

Ibarat serangan Pearl Harbor, Rusia pada 1 Juni 2025 menerima serangan drone paling masif dan destruktif sepanjang berlangsungnya konflik yang meletus pada Februari 2022. Persisnya, Ukraina melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia dalam Operasi “Jaring Laba-laba” (Operation Spider’s Web).

Baca juga: Lindungi dari Serangan Drone Kamikaze, Rusia Pasang ‘Ban Mobil’ di Sayap Pembom Tu-95 Bear

Pihak Ukraina mengklaim bahwa serangan ini telah menghancurkan atau merusak lebih dari 40 pesawat militer Rusia, termasuk pembom strategis Tu-95 Bear, Tu-22M3, dan pesawat peringatan dini A-50.

Serangan yang telah direncanakan sercara cermat, yang beberapa media asing menyebut persiapan operasi ini telah berlangsung selama 18 bulan, menargetkan obyek vital militer Rusia yang berada jauh dari perbatasan. Beberapa target berada lebih dari 4.000 km dari Ukraina, menjadikannya serangan terdalam ke wilayah Rusia sepanjang konflik.

Lima pangkalan udara Rusia yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Olenya (Murmansk), Dyagilevo (Ryazan), Ivanovo Severny, Belaya (Irkutsk), dan Ukrainka (Amur), dilaporkan telah menjadi target serangan drone.

Serangan drone massal ini melibatkan setidaknya 117 unit drone FPV (First Person View). Sebelumnya drone diselundupkan ke Rusia dengan cara disembunyikan dalam struktur kayu yang dipasang di atas truk kontainer. Truk-truk ini ditempatkan di dekat pangkalan udara target. Pada saat yang ditentukan, atap struktur kayu dibuka secara remote, dan drone diluncurkan langsung menuju pesawat-pesawat yang menjadi target.

Strategi tersebut memungkinkan Ukraina untuk meluncurkan serangan dari dalam wilayah Rusia tanpa terdeteksi sebelumnya. Mengingat jarak peluncuran drone begitu dekat dengan area pangkalan udara, diperkirakan sistem pertahanan udara (hanud) yang ada tidak siap untuk merespon, meski Rusia mengklaim telah menghancurkan beberapa diantaranya.

Analis pertahanan menyebut drone dari jenis quadcopter dalam serangan ini dilengkapi dengan sistem kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan mereka menyerang titik-titik lemah pesawat, seperti tangki bahan bakar, untuk memaksimalkan kerusakan.

Buntut dari serangan drone ini diperkirakan sekitar 34% dari armada pembom strategis Rusia hancur atau rusak, dengan kerugian materiil mencapai sekitar $7 miliar.

Serangan drone Ukraina pada 1 Juni 2025 juga merupakan serangan drone pertama yang mencapai wilayah Siberia. Ukraina menargetkan beberapa pangkalan udara strategis Rusia, termasuk Pangkalan Udara Belaya di Oblast Irkutsk, yang terletak di Siberia Timur. (Gilang Perdana)

Ukraina Duga Rusia Gunakan “Skywalker” – Drone Kamikaze dengan Kendali Serat Optik Anti Jamming

3 Comments