Netizen Gaduh, Destroyer Stealth USS Michael Monsoor (Zumwalt Class) Terlihat Berkarat, Ini Pengaruhnya!

Ada karat pada kapal perang sudah menjadi hal lumrah, namun, jika karat terlihat lumayan mencolok, terlebih pada kapal kombatan kelas wahid dengan desain stealth berteknologi tinggi, maka akan memicu pergunjingan netizen, terutama pada kinerja kapal itu dengan kondisi karat yang nampak ‘meresahkan’.

Baca juga: Misterius! Penampakan Kapal Perang Cina dengan Desain Mirip Kapal Perusak Stealth Zumwalt Class

Laporan dan foto terbaru yang beredar di media sosial, menunjukkan bahwa USS Michael Monsoor (DDG-1001), kapal perusak (destroyer) stealth Zumwalt class milik US Navy, tampak memiliki karat parah di lambungnya saat sedang bersandar di Yokusuka, Jepang. Ini menarik perhatian karena kapal ini relatif baru, berteknologi tinggi, dan memiliki desain stealth futuristik.

Foto USS Michael Monsoor dengan lambung berkarat memicu gelombang diskusi daring, dengan beberapa pengguna mengunggah komentar sarkastis dalam bahasa Jepang, yang menunjukkan bahwa kapal tersebut lebih mirip peninggalan tua daripada kapal perang canggih. Yang lain mempertanyakan apakah degradasi tersebut dapat membahayakan desain siluman kapal perusak yang diklaim mampu menghindari deteksi radar lawan.

Dalam sebuah pernyataan menanggapi foto yang beredar, perwakilan Angkatan Laut AS mengecilkan kekhawatiran tersebut. Para pejabat menjelaskan bahwa perubahan warna dan goresan yang terlihat pada foto-foto tersebut merupakan akibat umum dari operasi yang berkepanjangan di laut.

“Keausan permukaan seperti ini umum terjadi pada kapal besar yang beroperasi terus-menerus di lingkungan laut yang menantang,” ujar seorang juru bicara Angkatan Laut AS, menekankan bahwa kondisi ‘kosmetik’ yang ditunjukkan dalam foto-foto tersebut tidak memengaruhi kesiapan tempur atau kemampuan misi kapal. Kemudian ada noda gelap dan garis karat juga terkait dengan peralatan tambat—sistem tali logam yang digunakan untuk menambatkan kapal di pelabuhan.

Lebih detail, meskipun bodi atas kapal menggunakan material komposit untuk kemampuan stealth, namun lambung bagian bawah masih terbuat dari baja, sama seperti kapal perang lainnya. Baja, meski kuat, tetap rentan terhadap korosi jika lapisan cat pelindungnya rusak atau aus.

Zumwalt Class (Foto: Istimewa)

Pengaruh operasi juga ikut menjadi perhatian, kapal perang ini telah menempuh pelayaran jarak jauh dan beroperasi di perairan Pasifik yang asin dan korosif, termasuk Laut Filipina dan Jepang. Kemudian ada faktor sea spray, gelombang tinggi, dan paparan garam laut mempercepat korosi, terutama jika kapal berjalan dengan kecepatan tinggi atau dalam cuaca buruk.

Desain lambung Zumwalt class dibuat datar dan miring tajam (tumblehome hull) untuk alasan stealth. Tapi bentuk ini bisa membuat air laut lebih mudah mengalir dan bertahan di permukaan logam, terutama di dekat garis air, mempercepat pembentukan karat di area itu. Juga ada yang menyebut, USS Monsoor dilapisi cat stealth radar-absorbent material (RAM) yang tidak setebal cat komersial anti-karat biasa, yang artinya jika terkena benturan atau abrasi, RAM coating ini lebih mudah rusak dan menampakkan baja mentah di bawahnya.

‘Bocoran’ Foto Terbaru Korvet Stealth Angkatan Laut Cina, Desain Sempurna Senjata Masih Misteri

Karat di permukaan kapal belum tentu berbahaya secara struktural, tapi jika dibiarkan, karat bisa menembus lebih dalam dan merusak struktur baja. Namun akan mengurangi kemampuan siluman (stealth) karena permukaan kasar memantulkan radar lebih baik daripada permukaan halus. Hal tersebut menunjukkan bahwa kapal perlu docking untuk touch-up coating, terutama jika hendak melakukan operasi penting.

USS Michael Monsoor (DDG-1001) dibangun oleh Bath Iron Works (BIW), anak perusahaan General Dynamics, di Bath, Maine, AS. Pembangunan kapal dimulai pada Mei 2010 dan diluncuran pada 21 Juni 2016, hingga komisioning (resmi aktif) per 26 Januari 2019.

Desain stealth kapal ini dicirikan dengan tumblehome hull – lambung menyempit ke atas, mengurangi pantulan radar, punya Radar Cross Section (RCS) kecil, diklaim setara kapal nelayan kecil di radar, dan superstruktur komposit, dibuat dari material penyerap gelombang radar.

Persenjataan utama Zumwalt class mencakup 2 × Advanced Gun System (AGS) 155 mm, yang dirancang untuk menembakkan Long-Range Land Attack Projectile (LRLAP) sejauh >110 km. Sayangnya, LRLAP dibatalkan karena biaya yang sangat mahal (~$800.000/peluru), menjadikan sistem ini tidak fungsional saat ini.

Kemudian ada 20 × Vertical Launch System (VLS) Modules (80 sel total) untuk rudal jelajah Tomahawk (serangan darat jarak jauh), rudal SM-2, SM-6 (pertahanan udara), rudal ESSM (rudal jarak pendek anti-serangan udara) dan ASROC (anti kapal selam). Untuk perlindungan jarak dekat terhadap kapal kecil dan ancaman asimetris, terdapat 2 × Mk 46 30mm Gun Systems. (Gilang Perdana)

Dari Kapal Perang, Angkatan Laut AS Sukses Uji Intersepsi Rudal Balistik Hipersonik dengan Rudal Hanud SM-6

4 Comments