‘Musuh Bebuyutan’ Sejak Lama, Dassault Rafale dan Boeing F-15 Bakal Dibeli Indonesia

Seolah menjawab atas desas-desus yang beredar selama ini, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU 2021, di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/2/2021), menjelaskan bahwa TNI AU akan mengakuisisi beberapa alutsista modern, yang menarik adalah jet tempur Dassault Rafale dan Boeing F-15EX akan ikut diborong.
Baca juga: Boeing Tawarkan Lisensi dan Basis Produksi F-15EX untuk India
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menuturkan, hal itu sejalan dengan komitmen Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk terus berupaya melaksanakan diplomasi pertahanan dengan negara sahabat, guna mempercepat proses pembangunan kekuatan TNI. “Kini telah mulai menampakkan titik terang. Mulai tahun ini hingga tahun 2024, kita akan segera merealisasikan akuisisi berbagai alutsista modern secara bertahap,” tuturnya.
Dikutip dari Anadolu Agency merujuk dokumen Rapim TNI 2021 beberapa waktu lalu, Indonesia rencananya akan memboyong 36 unit pesawat Rafale dan 8 unit pesawat F-15EX. Diharapkan, 6 unit F-15EX sudah tiba di Tanah Air sebelum tahun 2022.

Bila rencana tersebut menjadi kenyataan, tentu ini menjadi hal yang menarik, pasalnya kedua jenis jet tempur canggih itu bukan dipilih, melainkan dua-duanya akan dibeli. Selain loncatan besar bagi teknologi alutsista TNI AU, tentu menjadi tantangan berat dalam aspek pelatihan, perawatan, logistik dan pemenuhan sistem senjatanya.
[the_ad id=”12235″]
Lepas dari kabar baik di atas, pengadaan untuk Indonesia merupakan momen yang langka, lantaran antara keluarga Rafale dan F-15 sudah sejak lama berkompetisi di beberapa pasar, boleh dikata, antara Rafale dan F-15 adalah musuh bebuyutan sejak awal 2000-an.

Dikutip dari beberapa sumber, Rafale dan F-15 telah bersaing dalam beberapa tender jet tempur. Kedua penempur twin engine itu merupakan ‘finalis’ kontrak di Korea Selatan dan Singapura pada awal tahun 2000-an. Pada 2002, Korea Selatan memilih varian F-15E daripada Rafale dengan kesepakatan 40 unit.
[the_ad id=”78041″]
Sementara pada tahun 2005, Singapura juga memilih produksi Amerika Serikat. Keberhasilan penjualan F-15SG banyak dikaitkan dengan kematangan desain dibandingkan dengan Rafale, yang saat itu baru mulai dioperasikan militer Perancis. Selain itu, hubungan strategis yang kuat antara Korea Selatan dan Singapura dengan AS juga menjadi salah satu faktor penyebabnya.
Pertarungan potensial antara Rafale dan F-15EX di India mungkin bakal menjadi menarik. F-15EX adalah jet tempur AS tercanggih yang ditawarkan untuk ekspor setelah F-35 Lightning II.
[the_ad id=”12235″]
Angkatan Udara India tidak pernah mengoperasikan jet tempur buatan AS sejak Kemerdekaan. Laporan media pada tahun 2020 menunjukkan satu F-15EX dapat berharga sekitar $80 juta. Keuntungan dari ‘skala ekonomi’ mungkin ada pada Rafale, mengingat India telah membangun infrastruktur untuk itu, dimana India telah resmi memesan 36 unit Rafale.
Namun,’faktor X’ dalam memutuskan setiap kesepakatan alutista besar bisa berubah menjadi perhitungan strategis, terutama karena kekhawatiran New Delhi atas peningkatan militer Cina. Seperti diketahui, Perancis tengah merayu India untuk membangun basis produksi Rafale, dengan syarat Negeri Benua itu mau membeli minimal 100 unit Rafale.
Baca juga: Perancis Tawarkan India Bangun Basis Produksi Rafale, Inilah Syaratnya
Sedangkan kubu Amerika Serikat lewat Boeing tak kalah strategi, setelah memasok pesawat intai Boeing P-8A Poseidon dan helikopter Chinook dan AH-64 Apache ke India, maka lobi lanjutan menjadi lebih mudah untuk dilakukan. (Gilang Perdana)



Sukhoi = Sesat
😃🤣😂😁
Beli sudah ada rudalnya atau masih kosongan dan cuma utk muter2 utk nakutin kapal nelayan asing di LCS ?
Ea semoga KLo jadi di beli ga diDowngarde si F15 nya
Susah beli rudalnya nih, harus ijin senat, beda dengan sukhoi, langsung cod😎
COD apanya, TNI-AU harus nunggu 9 tahun untuk dapat R-73 dan R77 DKK
Sedang AMRAAM dan AIM-9X hanya 5 tahun sudah sampai karena nunggu antrian aja
Tahun brp indonesia punya F-16 broo.?
Tahun brp Amraam dibeli broo.? Mimpi ya broo?
Ijin diplintir ke waktu nih, itumah soal dana, tapi F15 oke kok, cuman yaitu, spidolnya, cuman buat air strike, beda sama SU35 multirole, makanya F15 ditandem sama rafale, disini sarang catsa nih, kabur aah😂
Seneng baca begini tidur nyenyak,makan enak semoga bukan PHP
Bismillah alhamdulillah insha alloh tercapai F.15 EX
Raffale semoga saja terwujud,aaammmiiinnn
Apapun alutsitanya doktrin barat tetap sama….senjata yang dijual ke indonesia tak boleh melebihi kekuatan senjata yang di jual ke australia dan singapura….contoh f35 mereka bisa beli kita tidak boleh…mereka ketakutan kalo macan asia ini bisa bangkit lagi dan jadi super power di kawasan kayak jaman pak karno…solusinya beli dari rusia alutsita kelas 1 bisa di beli kayak su35 dan s400…lagi2 kita bisa kena sanksi….bukti mereka ketakutan pada bangkitnya sang macan
Mungkin ada maksud tertentu di balik pesanan f15ex tsb bisa jadi 8 unit tsb sbg syarat untuk membuka pintu lain..
Wacana doang…..
Tanggung banget 8 F-15EX. Sepertinya lebih baik beli Rafale semua. Offset yg didapat juga bisa lebih banyak. Siapa tahu bisa local production.
Kalau harus beli barang dari US, perbanyak Poseidon dan heli saja.
F-15 pilihan tepat selain battle proven,pesawat ini sama sekali belum tertembak jatuh rudal selama pertempuran menjelaskan pesawat ini memang layak menjaga angkasa nusantata
Krn gblh pke dollar.
Sudah pernah tertembak jatuh sama Iraq. Selain itu, mungkin yg punya Saudi juga ada.
Linknya om klo friendly fire iya setahu saya f15 blm pernah shutdown fight dgn pesawat musuh
barie86 @ sebenarnya maksudnya ga pernah kalah dogfiht atau ga pernah di tembak rudal om? 😂😂😂
F15 ekornya pernah di samber R27 modif-an
Sepintas kayaknya gak adil, kalau transaksi dengan Rusia pakai imbal dagang dengan komoditi hasil bumi, itu pun masih tawar menawar sedangkan dengan negara2 barat kita langsung aja pakai uang dan gak ada tawar2 an, ini bisa merusak kepercayaan dan hubungan dagang Rusia.
dituban rusia udah dapa proyek
Nilainya seuprit jika dibandingkan investasi US dan Prancis di sektor migas. Di Kalimantan dan Sulawesi sana sini konsesi tambang migas dipegang 2 negara tersebut
Ini diumumkn resmi TNI AU bro dan Bru pertama ini TNI AU memberikan pernyataan resmi utk membeli, yg slama ini hnya mnjukkan minat atau mikir2, tgl bilang Alhamdulilah ja knp sih shh amat
Dulu juga resmi.. yuyu bilang fix 11 sukro dan 32 F16v.. sampe sekarang mana?
Bonjour….Tanguy et Laverdure !!!!
Ada yg tau komik Tanguy et Laverdure nggak ??? Masi make Mirage III c akhirnya ke MIRAGE 2000.
Ni video tp in SPANISH.
https://youtu.be/ZCioJzTlJZc
Tidak yakin
Lihat tuh sayap F-15 dan Rafale klo kena gepruk tuh Sukroi bisa klupuk-klupuk ndelosor
selamat datang kembali pengamat internasional😂😂😂😂😂
Eleh… sdahlah @kodok stop dan akhiri kamuflase mu yg sbnar.y kmu itu adlah @Bang Ruskie
Kelihatannya AURI akan mengembalikan masa kejayaannya di era 50-an (bukan era 60-an) ketika berkolaborasi dg ALRI, sukses memadamkan pemberontakan PRRI/Permesta yg disokong CIA di 2 titik sekaligus yg jaraknya berjauhan (5000 mil) .
Maskot pesawat kombatan AURI saat itu adalah : P-51 Mustang dan bomber ringan B-25 Mitchel (yg kemudian digantikan oleh B-26 Invader).
Reinkarnasi nya saat ini menjadi tandem : F-15 EX dan F-16 V……coba perhatikan saja nomenklaturnya 🕵️
P-51 : jika dibalik mirip benar dg 👉 F-15
B-26 : sama-sama berakhir an angka 👉 6, persis spt F-16…….😱😱😱
Soal persenjataan dan sendirinya….kompatibel digunakan baik.ke F-15 maupun F-16, radarnya sudah sama-sama AESA, sistim air refuelingnya pun sama dan F-15EX punya kemampuan super cruise sbg ideal utk mengintercept hingga ZEE 💪💪💪
Perkara ada yg komen, perlengkapan elektronika nya inferior dg milik aussy atau sing-sing……ya biarin saja, memang pertempuran selalu dimenangkan dg keunggulan alutsista semata 😪
Jarak Sulawesi Sumatra gak nyampe 5000 mil Dhek, apalagi itu cuman cocoklogi org suka masang loterei.
Iya elu ngukurnya cuma narik garis lurus
Bisa bedain mil sama km ga? Sabang-merauke aja cuman sekitar 4500 km loh.
Situ ga pernah baca sejarah negara sendiri sih tong…..ente kira kapal laut dan mustang langsung terbang lurus ke manado dan padang
Mereka harus muter jauh dulu utk mengecoh/menghindari serangan pesawat pembom permesta
Si mbah gatol blom tau siapa ente paklek, harap dimaklumi saja.
Tp yg saya mau tanggapi itu masalah mengembalikan masa kejayaannya di era 50-an…..kok bisa.?🤔🤔🤔
Era itukan persenjataan AURI cuma warisan dr jaman Belanda paklek. Masa harus bangga dng kekuatan yg diperoleh dr warisan yg pd akhirnya jg gak bisa digunakan melawan Belanda saat misi pembebasan Irian Barat. Sebab AS tdk berkenan menjual pesawat tempur maupun suku cadang dr pesawat2 itu dng alasan akan digunakan utk melawan sekutunya yaitu belanda. Inilah bentuk embargo pertama yg diberlakukan AS ke Indonesia.
Yg mengakibatkan RI berpaling ke Timur dan borong alutsista dr blok timur yg mana perwira yg ditugaskan oleh pak Karno utk melobi adalah perwira yg condong ke barat yaitu Pak AH. Nasution.
Nah ngawur lagi kan, mw melambung sejauh apapun gak bakal nyampe jarak 5000 mil itu aja pasti berhenti dulu di pangkalan aju terdekat. Tak ada data usa ngasih embargo jaman Trikora. Klopun secara defacto ada larangan sucad alutsista USA seperti Mustang,b-25,Fregat Ampe LST masih bisa digunakan tuh Ampe Trikora selesai. Itu krn negara² sahabat yg punya onderdilnya msh bisa ngejual ke Indonesia dan US gak ngelarang termasuk wkt thn 90an sampai 2006. Beda kalo jaman embargo uni Soviet, bener2 gk bisa beli dari luar, mw kanibal juga susah,gak cocok semua.
Memang enggak ada yg komen kalo “mustang” terbang langsung sejauh 5000 mil gatol…..itu cuma alibimu saja 😏
F-15EX gak ada IRSTnya kah?
External
Tunggu datang dulu ajalah….
Tau sendiri?
Naikin aja anggaran militer smpe ideal 600 triliun/thun..baru dlm waktu 10 thun indo bisa jdi negara super power.. Ini anggaran masih dibawah 1/6 nya.. Ntr klo perang boro2 mau lawan cina.. Lawan SG aja dah susah.. Untuk tentara emg ngk diragukan untuk ri tp untuk alusista jauh bnget dari kata memadai..
Anggaran militer itu idealnya 1,5-2% dari PDB. Kita coba pakai yg 2%, klo memakai data th 2020 = 2%*15.400 triliun = 380 triliun. Itupun bisa dilakukan klo tax ratio to PDB nya bisa mencapai 20% atau 3.800 triliun
Dengan jumlah angkatan kerja (th 2020) 138,2 juta, maka pajak rata2 yg ditanggung per kapita angkatan kerja = 3.800 triliun/138,2 juta = 27,49 Juta per tahun per orang angkatan kerja.
Klo ingin anggaran militer sampai 600 triliun, maka pajak yg harus dibayar penduduk usia kerja rata2 per kapitanya bisa diatas 50 juta.
Pertanyaannya, km yg mengusulkan anggaran sebesar ini, sudah bayar pajak blm di atas 27 jt atau bahkan 50 jt per tahun?
Anggaran militer yg sekarang sudah cukup realistis meskipun blm ideal. Mengingat tax ratio kita masih rendah. Apalagi ditambah adanya pandemi. Jika ingin anggaran besar, naikkan produktufitas dimulai dari diri kita masing2, Klo pada produktif n taat bayar pajak, dengan sendirinya tax ratio meningkat dan otomatis anggaran militer juga meningkat sampai akhirnya kita bisa capai angka ideal.
Tni sepertinya sedang bersiap menghadapi pertempuran masa depan,,, dg membeli alutsista strategis dalam jumlah besar. Mungkin ini dikarenakan meningkatnya bangun/borong senjata dikawasan asia timur, tenggara dan selatan,,,
bintang perang Libya (Rafale) & the MiG Killer (F15) .. Duo ‘double gardan’ tandem jaga langit Nusantara…. Kejam..!
Mahal?
Anggaran penanganan Cov19 tahun 2021 133T! Korban meninggal dalam setahun pd tahun 2020 diangka 20rb an. Jika pecah perang akibat ketegangan di LNU satu serangan yang diarahkan ke salah satu kota besar apalagi jakarta, satu serangan saja potensi korban meninggal bisa berlipat dari angka korban cov19 dalam setahun! Lagipula belanja alutsista tak mungkin selesai cukup dalam 1 tahun anggaran. Pemesanan tahun 2021 baru akan selesai beberapa tahun kedepan sehingga angka yg besar tak lagi spektakuler jika dilihat dari belanja per tahun. Angka itu masih akan terlihat jauh lebih murah jika lagi neraca perdagangan kita dgn negara produsen alutsista ditambahkan sbagai pembanding tambahan.
Tak ada yg benar2 mahal utk menjaga marwah dan kedaulatan NKRI.
Masyarakat awam kan lihatnya cuma total biaya dan yang muncul dipikiran adalah bayar tok lunas, padahal sebenarnya pembayarannya multi-years, dicicil sekian tahun.
Negara lain sudah pake jet tempur gen 5 ehh indonesia masih pake gen 4,5 apa gak malu sama prestasi pak soekarno alutsista selalu yang paling terdepan pada masanya.
Stop korupsi perbaiki diri dan negara.
Bukan nggak mau beli pesawat gen 5, tapi dikasih atau nggak sama yang bikin? Kita minta F-35 malah ditawarin F-16.
Terserah berapa bij, walau cm 1 dan 1
Pokoknya beli, jgn cuman janji
Kan beritanya “sedang melirik pswt2 canggih itu”.. iver juga dilirik kmrn kan… aku cuma mo tanya 48 rafale itu brp milyar dollar ya… AD dan AL apa msh kebagian jatah alat baru nanti?
Source dr perancis 48 Rafale utk Infonesia & detail tot dsb nya masih dibahas ,utk F 15 EX spt qatar punya,rumor yg berkembang 15 unit,F 15 EX didaulat utk SQ Bomber,utk Rafale mmg rencana pembentuka SQ baru,
* Note :2 barang diatas masih LOI selama blm ada kontrak efektif berjalan bisa jd kyk SU 35 (sdh ttd tp blm byr Dpnya smp skrg jd kontark efektif nya gk jalan2) wkwkwkw
beli rafale, sekalian AM 39 Exocet biar bisa duet sama SU 30 dengan Kh 31
masa pemerintahan US presiden Biden, apakah indonesia membeli sukhoi-35 sudah oke dan aman dari sanksi yang diminta presiden trump sblmnya?
Biden gak mencabut CAATSA tuh. Kayaknya malah lebih keras malah.
F-35 UAE juga dibekukan ‘kan?
yup, kemungkinan besar g dicabut.
turki ma india g dicabut, yg parah pny india diumumin g dicabut pas aero india kmaren parah wkwkwk.
aneh y, usa ngimpor migas dr rusia lho
kwkwk lg……
tapi dulu f16 tni vs f15 amerika/austraia. sering menang vs f15 barat. f15 vs sukhoi -30 siapa menang?
jadi perlu dipikirkan fokus tidak perlu gunakan dogfight, gunakan radar AESA sama rudal jarak jauh dan helmet vision.. f16 sptnya blm memenuhi.. kalau rafale jg oke
Bissmillah aja…saya sebagai warga negara dan pembayar pajak sangat setuju jika uang hasil pajak rakyat digunakan untuk membeli alutsista yang berkelas supaya harkat dan martabat bangsa indonesia tidak di sepelekan negara lain..dari pada dikorupsi oleh oknum oknum yang tidak betanggung jawab…
Bayangkan 36 unit rafale.36 unit f 15 ex.15 herky type J.4 unit ossprey.24 unit black hawk.8 unit chinook.tambahan apache guardian.16 unit fregat.4 scorpene.4 unit u 214.penambahan kcr..betapa riuh nya suara gelagar di langit dan laut nusantara…
Ayo pak prabowo..perkuat pertahanan bangsa..
..NKRI HARGA MATI…
Betul, belanja alutsista itu jangan dianggap sebagai pengeluaran, tapi investasi kedaulatan.
Bahasanya kurang tepat bro. Namanya belanja itu adalah sdh pst pengeluaran.
Namun Belanja Alutsista itu adalah belanja investasi utk sebuah kedaulatan.
36 Rafale + 8 F-15EX = Apa gak baiknya dipilih salah satunya aja langsung dibeli 44 unit.
Klo beda2 gini apa gak pusing tuh kedepannya mikirin logistik, perawatan tiap pesawat yg beda2.
Dari aspek senjata jg klo melihat dr data spec nya juga beda2
Utk AAM aja udah beda2 gak bisa saling tukar
Rafale mengunakan AAM Meteor,Sedangkan F-15 make AIM-120 AMRAAM.
Klo jadi di akuisisi keduanya bakalan membengkak tuh anggaran hanya buat beli senjata + maintenancenya
beli senjata yg bebas dipake perang … tanpa syarat
Lha f 16 viper 36 biji apa jadi ya?kan kita juga terbiasa dgn f 16..rugi kalo sampai ga dibeli juga
DepHan tidak tertarik dengan pesawat tempur gen 4 single engine. Kalau single engine harus gen 5 (F-35), tapi ditolak. Trus F-16, mau versi apapun, sudah tidak punya efek berbusa di kawasan apalagi di mata naga di utara. Mereka pasti bilang, “Meh… cuma F-16”.
F-16 di era sekarang udah gak ada efek deterennya lagi.
Sudah bukan jamannya pesawat singel engine macam gitu.
Kcuali F-35 karna terbantu dgn teknologi menghilang dr radar musuh (siluman).
Semoga F 15 nya bukan F15 EX ( bekas ) amerika ,tapi F 15 EX yang benar2 Baru ting ting dan diatas F 15 SG singapore,ini perlu jadi catatan sebab singapore adalah sekutu berat amerika di asean,takutnya singapore keberatan bila F 15 TNI AU lebih kuat dari mereka,dan menyampaikan protes laiknya ostrali sewaktu kita mengakuisisi f 16 pada proyek peace bima sena 1 tahun 80an karena takut akan kekuatan TNI AU,jujur agak kuatir juga bila beli barang dari amerika mahal2 akhirnya hanya jadi pesawat parade saja,dan downgrade melebihi pesawat sekawasan asean lebih parahnya bila angin politik berubah dan embargo diterapkan pada kita..ya semoga tidak terjadi hal2 seperti ini
Papa Yufi, walau nanti F15EX kita lebih canggih daripada punya Singapore nantinya Singapore pasti bakal upgrade F15nya.
Trus jumlah F15EX yang bakal kita order itu 36 unit, sedangkan F15SG punya Singapore itu masih lebih banyak dari 36 unit, yaitu 40 unit.
Lain halnya dengan Australia, mau tidak mau dia harus suka kalo tetangga dekatnya diperkuat sebab negeri kita itu bagaikan tembok besar yang menghalangi serbuan dari musuh yang lebih kuat dari sebelah utaranya lagi. Kalo NKRI kuat, Australia akan lebih tenang dalam menghadapi China.
ADA benarnya om ntung argumen anda tetapi tetap sebaik2nya ostrali dibungkus politik ewuh pakewuh di kawasan tetap dia ga pernah mau kalo RI diatas mereka kekuatannya..dan sejarah sudah membuktikan
Seharusnya dengan pendapatan negara yg melebihi 1 trilyun us dollar pertahun..mudah saja bagi indonesia membeli semua itu..tapi masalahnya bukan soal uang saja..tapi politik luar negeri.
Negara2 barat tidak mau indonesia maju di bidang persenjataan tentaranya,terlebih dengan amrik dan inggris,karena sejarahnya indonesia dulu tidak bisa di DIKTE ttg malaysia dan singapore..
Masalah ini menyangkut keamanan asset2 mereka..
1 trilyun dollar itu bukan pendapatan, tetapi PDB atau GDP. Sedangkan pendapatan negara dari pajak dan non pajak, biasa disebut sebagai tax ratio hanya sekitar 10-11% dari PDB. Di masa pandemi malah tax rationya lebih kecil lagi. Rendahnya tax ratio ini disebabkan sumber pendapatan pajak dan non pajak masih sangat tergantung dari sektor formal/usaha besar yg berkaitan dengan komoditas (sangat terpengaruh harga komoditas dunia). Sementara sektor non-formal dan UMKM yg secara jumlah sangat besar, tetapi sumbangsih pajaknya masih sangat kecil. Ditambah jumlah wajib dan ketaatan pajak yg masih sangat rendah dibanding jumlah angkatan kerja yg ada.
Sebagai pembanding dengan negara yg pendapatan per kapita mirip dengan Indonesia adalah Vietnam dan Philipina tax rationya sudah di angka 15% dari PDB.
Rendahnya tax ratio inilah salah satu sebab kenapa anggaran militer indonesia kurang dari 1% PDB dan APBN selalu defisit.
iya om,GDP bukan APBN.
GDP $1 triliun tp budget negara sekitar hmpr $200 billion,$10bilion mgkn 1% GDP tp itu 5% budget dan blm lg copid-19 bkin utang naik bwt nembel, klo g salah pak luhut bilang klo trus bgini utang indonesia bakalan naik dr 30% GDP ke 38%.
klo ad yg slah mohon dikoreksi.
Sukhoi dijual F15 jumlah tambahi, kalau gak gitu gausah rafael ambil f15 sama super hornet/growler kecuali pihak dassault kasih imbal balik macam yang dikasihkan ke india
Scorpene..
Typhoon austria..
Sukhoi su35..
Rafael..
F16V..
Iver,.
Omega,.
DX japan..
F18 blok 3
F15x
Herkules,.
Alamak nie negara kaya sangat 🤣🤣
Kaya sih gan, cuma masih mentah semua. Belum mampu mengubah kekayaan yang masih mentah itu menjadi duit. Akhirnya diserobot asing terus.
Tupoksi beda ga y antara F15EX dgn Rafale kan sama2 mesin ganda..kalau F16 dan SU 30 bedanya jelas..wah tambah pusing user TNI AU makin beragam Pespurnya..rencana menyederhanakan jenis paspornya ini malah makin melebar dan bnyk jenisnya..apalagi IFX jadi..memang beda pemimpin beda jg kebijakannya..
Perkiraan saya, F15 akan mengambil peran yang tadinya akan diisi oleh Su-35, sebagai interceptor. Rafale akan mengambil peran yang sama dengan F-16 eksisting kita. Nama Rafale kan muncul setelah penolakan F-35. Kita ingin F-35 untuk mengganti F-16, tapi malah ditawari Viper.
Ada yang bertumpu pada pernyataan di salah satu FP lokal bahwa pinjaman luar negeri untuk pengadaan pesawat tempur hanya usd 1,6 miliar saja.
Padahal sumber dana untuk pengadaan alutsista tidak hanya dari pinjaman luar negeri saja. Setidaknya ada 4 sumber dana : 1. rupiah murni,
2. pinjaman dalam negeri,
3. pinjaman luar negeri
4. devisa
Selain itu usd 1,6 miliar itu hanya untuk tahun 2020 saja. Untuk masing2 tahun anggaran ada lagi pinjaman luar negerinya.
Jadi saya sih positif saja 70% dari 36 F15EX dan 36 Rafale akan jadi kenyataan, walau target kemhan 80%.
Bisa lah dicicil 10 tahun…
Anadolu salah paham pada isi dokumen rapim.
Di dokumen itu tertulis :
” 36 unit rafale MRCA dari Perancis. pengadaan 36 unit F15EX : 8 unit sudah siap diharapkan 6 pesawat bisa tiba sebelum tahun 2022.”
Bulan depan beritanya ganti lagi…ntah gripen, atau balik f16 atau typun lagi, atau malah beralih ke tejas atau jf sulfur (amit2 jabang bayik)..dah bosen berita ginian
“Diharapkan, 6 unit F-15EX sudah tiba di Tanah Air sebelum tahun 2022.”….impossible…6 biji jd gak ada dlm setahun….walau kontrak ttd bulan ini, aplg boeing jg lg bikin pesenan f15ex AU amrik sendiri. kecuali beli f15 yg bekas..itu msh mungkin.
6 unit itu ambil dulu dari jatah produksinya USAF. Jadi kita pengguna pertama F15EX.
Ngambil jatah USAF. USAF F-15 non-EX nya kan sudah banyak, bisa lah minggir dulu, hehehe…
keputusan yg sangat gegabah kalo benar² terealisasi men’duet’kan pespur gen 4++ (rafale × f-15ex) alangkah lebih baik dipilih salahsatu utk menghindari membengkaknya biaya harwat, sdm dan fasilitas penunjang nya.kalo dipilihnya f-15ex di-akhir² pertimbangannya karena neraca perdagangan lebih baik program fms dialokasikan utk pengadaan armament, pswt awacs/ASuW/angkut/tanker, heli angkut personel/serang dll.
Sukhoi ?
Sukoi tetap dipakai……
(sampai modar, trus di cut off, tamat, END)
Wakakakakakak…
@Dimas kalo sudah ada rafale/f-15ex dipastikan su-35 kandas atau tetap dipertahankan untuk mengejar percepatan kebutuhan MEF utk pespur 4++.kalopun su-35 tidak jadi diakuisisi sebagai gantinya masih ada su-57 yang menunggu progres s-400 IND.untuk mengantisipasi baik blok timur-barat yg mau bikin onar di IDN
idealnya
rafale/f-15ex × su-35/57/s-400
rafale × f-15ex × su-57/s-400
Oke, karena beberapa hal ane gak berharap su-35 datang. Yah selain logistic nightmare, cina jg pny dan adanya CAATSA. Klo Rafale jd dibeli mungkin emg mw barengan Ama india sedangkan F-15 EX bisa jadi kuda beban atau jdi sniper di lcs pake AIM-120 D Amraam, Aim-260, bisa jassm atau slam-er sekalian. itu bisa jadi game changer di lcs.
Su-35 semakin ketinggalan.
Emangnya ada statmen yg pasti mengatakan su35 batal???? Kasih dong link nya????? Gk usah bangga dibeli seolah olah emang sesuai keinginan, ini pembelian terpaksa karena situasi global yg gk pasti terutama di lcs, kalau su35 jelas emang keinginan TNI AU bukan keinginan SALES makelar alutsista, kalau gk ada caatsa udah dr kemaren2 su35 nangkring di hanggar,,,kacian dipilih karena terpaksa 🤧🤭😜🤪🤪🤪🤪
Wooow … setelah akan sekarang bakal
Kalau sudah punya F-15, nggak ada alasan lagi untuk beli Su-35. Cuma akan menambah masalah logistik dan komunikasi antar unit. Status kontrak Su-35 sengaja digantung, status quo, cuma biar Rusia nggak ngambek aja.
Menambah masalah logistik itu pendapat awam saja. Coba diinventaris aset bergerak apa saja yg dimiliki TNI AU.? Brp banyak ragamnya.? Apakah TNI AU kesulitan mengelola? Terutama berkaitan dng suku cadang. Masalah logistik terjadi jika suku cadang sulit didapat atau dananya seret itu saja. Kalo yg biasa bertugas dibagian perbekalan pasti paham urusan ini.
Status digantung.? Maksudnya gmn ini.?.Kontrak itu berlakunya ada jangka wakttunya. Dan itu produk hukum. Klo kita membatalkan kita yg kena sanksi dan penalti membayar
kerugian kpd Rusia. Dan itu ada prosentase nilainya. Kompensasi yg diberikan ke Rusia pun telah diberikan sebelum dibatalkan.
Berpihak boleh tapi komen ngawur dan menyesatkan jangan.
Makanya ada negosiasi bilateral anatar Rusia dan RI terkait SU-35, sebab sandungan CAATSA itu nilainya besar banget, terkait surplus perdagangan dan perlakuan keringan tarif.pajak oleh AS.
Emangnya seenak udel membatalin kontrak???? Su35 hanya nunggu momentnya saja, su35 jelas pilihan keinginan TNI AU sebagai pespur kartu trop jd imposible dibatalkan, bila hubungan us – rusia membaik bisa aja dialihkan ke su57′ berat membatalkan kontrak sepihak apalagi indonesia jg membutuhkan jalinan hubungan yg baik dengan rusia agar mau berinvestasi lebih banyak lg di indonesia terutama bidang teknologi militer, jd su35 ini bukan sekedar keinginan TNI AU saja tp untuk rencana kedepan yg lebih luas.
Mau buatan usa, Eropa, Korsel, sub spareparts mereka masih ada comonality, coba spareparts su-30 mk2 Indonesia, emg bisa digantikan pake MKI atau J-11/15 gitu? Itulah kenapa flanker layak diganti. Su-35 diganti aja Ama tu-160 plus Khinzal.
Langkah selanjutnya adalah dapat restu oleh Bu Sri Mulyani. Harus direstui oleh ibu bendahara negara… Semoga sekalian satu paket dengan Scorpene agar bisa minta banyak ToT + bisa bikin Scorpene disini melanjutkan program kemandirian kasel yang sudah berjalan.
Semoga Bu Sri nggak sampe nangis termehek-mehek.
Tabahkan hatimu Bu Sri… LOL
Lho justru bu Sri lah yg mencari sumber PLN. Berapa yg bisa didapat dr kemampuan pemerintah utk membayar cicilannya.
Itulah yg dibahas Menkeu dan menhan pd pertemuan tahun kemaren.
Bu Sri gak mungkin termehek mehek. Justru sebaliknya donk. Jika keuangan gak memungkinkan, maka pedang tinta merah bu Sri yg bermain mencoret mana yg bisa dan tdk bisa. Alur pembiayaannya spt itu bung.
Kedua jenis tersebut f15 dan Rafale bakal di beli TNI AU tenang aja tak ada yang tersingkir kok
Kan baru pengajuan blom pasti.. Lagian beli semua itu mau brp bajet.. Dan lagi f15x ngk bakal dikasih, kecuali f15 second/se, ibarat
Dengan anggaran motor mau beli mobil sport yg ngk tangung2..
Pasti dikasih. Kecuali China mau tunduk ke USA atau bubar sekalian kayak uni Soviet.
mantab klo terwujud RI lumayan stlooong bingiiit dong di daerah rawan sengketa di utara sono!!!
Beli tuh semua brp bajet.. Mau $ 20 miliar, lah anggaran buat beli aja cuma $ 1,6 M,. Terkadang banyak mau ini itu tp ngk ada duit,. Tp gpp di prank indo si amrik sm kayak rusia yg sukhoi gaje kpn acc nya🤣
nah itu dia om, klo cipeng itu dianggap sbg threat knp g dihajar aj dr dulu waktu masih lemah dibikin tunduk ato koloni ato apa lah gt.
Tp malah milih piknik ke iraq sgala macem, jadiny y ky skrg cipeng tambah kuat tambah berkembang, protes nyolong tech, neraca dagang defisit segala macem, hajar dr dulu kan dah beres skrg, timteng biar mreka aj yg pd pusing d sono.
oya ini f15ex ditempatin di mana?lcs y? ad kemungkinan ditaruh di indonesia timur?
China jaman perang dingin dibutuhkan buat Menghadang uni Soviet dan lagi terlalu dimanja setelah perang dingin usai.
weleh, berarti 2x kesempatan hajar cipeng y, padahal sy mikir itu pas abad 21 bkn th 90an.
itu preferred trading partner status ma surplus dagang dijadikan senjata jg ke india buat ancaman sselain/beriringan dengan catsa dan sy yakin ntar dipake jg ke negara lain (siap2 aj tu viet) menurut sy org awam itu rasanya picik bgt, g tau mgkin awalnya mau ngebantu ato apa mungkin sebagai alternatif/jalan keluar dr pressure cipeng tp ujung2nya dipake bwt menikam itu negara2 kecil.
skalian disini jg,kita bs nyalip/nyaingi UAE g y ngembangin industri alutsista dlm negeri, katanya arab jg mau ngebut itu,klo bs kan mayan soalnya mreka juwara ngecash,vip level dewa wkwkw
Multi-years, nggak dibayar sekaligus tok, tapi dicicil. $1.6M itu anggaran untuk 1 tahun. Untuk akuisisi Rafale + F15 butuh sekitar $14M, tapi bayarnya dicicil sekitar 10 tahun. Lagian duitnya kan PLN (Pinjaman Luar Negeri).
Pembayaran yg berlaku dng Rafale dan F-15 EX pastinya melalui PLN dan imbal dagang serta offset sama spt SU-35.
Bedanya klo utk F-15 EX yg paling aman. Nilai tawarnya adalah krn AS minta surplus perdagangan RI terhadap AS bisa sebagian dibelanjakan ke AS lg, nah inilah momennya. Selanjutnya adalah diperpanjangnya keringanan pajak bea masuk barang RI ke AS. Terakhir kontrak penggarapan SDA Natuna. Jd nilai tawar AS ada disitu, jika RI ngotot minta TOT dan Offset.
Nah…justru drama Rafale ini yg patut ditunggu. Offset dan TOT apa yg bakal diberikan utk borong Rafale, scorpene dan Frigat dlm satu paket. Sehingga bisa mengurangi harga satuan Rafale. Sekalian point bagi RI utk memasukkan issue sawit utk imbal dagang melalui pintu negara Perancis yg notabene Anggota Uni Eropa yg menolak sawit kita.
Adapun nilai PLN itu instrumen dana yg disiapkan, apabila instrumen2 yg diatas td terkendala atau hanya bisa terealisasi sebagian dan tdk mencapai target. Artinya dana PLN yg disediakan belum tentu habis terserap semua. Karena pemerintah ingin memaksimalkan potensi imbal dagang, offset dan TOT utk kemajuan industri strategis dalam negeri.