Kapal Induk Cina Pecundangi F-35C, Luncurkan Jet Tempur Siluman Shenyang J-35 dengan Sistem EMALS

Meski F-35C Lightning II telah lebih dulu meraih predikat sebagai jet tempur stealth pertama yang beroperasi dari kapal induk dengan sistem CATOBAR (Catapult Assisted Take-Off But Arrested Recovery). Namun, F-35C predikatnya dikalahkan oleh jet tempur stealth buatan Cina, Shenyang J-35B. Persisnya, J-35B telah ‘dinobatkan’ sebagai jet tempur stealth pertama di dunia yang berhasil lepas landas dengan EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System) di kapal induk Type 003 Fujian.

Baca juga: Cina Tampilkan Uji Coba EMALS Kapal Induk Fujian: Jet Tempur J-15, J-35, dan AEW&C KJ-600 Sukses Lepas Landas

Dalam video yang belum lama ini viral, Angkatan Laut Cina berhasil memperlihatkan uji coba yang sukses untuk lepas landas dan pendaratan J-35, yang dalam hal ini lepas landas menggunakan EMALS, alias ketapel elektronik. Sementara F-35C yang uji perdana dari kapal induk di tahun 2014, dan telah beroperasi penuh sebagai arsenal Angkatan Laut AS di tahun 2022, sampai saat ini belum bisa memanfaatkan sistem peluncuran dengan EMALS.

Selama ini, F-35C Lightning II memang beroperasi dan lepas landas dari kapal induk Angkatan Laut AS, namun masih menggunakan sistem ketapel uap (steam catapult), seperti yang ada di kapal induk Nimitz class.

Sebelumnya, F-35C telah berhasil diuji coba dengan EMALS sejak tahun 2011 di fasilitas darat di Joint Base McGuire-Dix-Lakehurst, New Jersey. Ini membuktikan bahwa F-35C secara teknis kompatibel dengan sistem EMALS. F-35C telah secara rutin lepas landas dan mendarat dari kapal induk Nimitz class yang menggunakan sistem ketapel uap (steam catapult). F-35C bahkan sudah mencapai Kemampuan Operasional Awal (IOC) pada tahun 2019 dan sudah beberapa kali dikerahkan dalam operasi.

Meskipun USS Gerald R. Ford, kapal induk terbaru yang menggunakan EMALS, sudah diluncurkan, kapal tersebut masih dalam tahap pengujian dan penyempurnaan sistemnya. Inilah mengapa F-35C belum dikerahkan secara operasional di sana, dan mengapa Cina menjadi negara pertama yang menunjukkan kemampuan tersebut dengan jet tempur siluman mereka.

F-35C dirancang untuk beroperasi di kedua jenis sistem ketapel, dan di masa depan, ketika kapal induk Ford class sepenuhnya operasional, F-35C akan menjadi bagian integral dari grup tempurnya.

Jadi, alasan utamanya bukan karena masalah pada F-35C, melainkan karena tantangan teknis yang dihadapi oleh kapal induk USS Gerald R. Ford dan sistemnya sendiri. Meskipun EMALS di USS Ford sudah berhasil meluncurkan F-35C dalam uji coba, ada beberapa masalah yang menghambat operasional penuhnya, di antaranya sistem peluncuran EMALS dan sistem penangkap pesawat (Advanced Arresting Gear/AAG) di USS Ford pada awalnya mengalami masalah keandalan dan sering mengalami kerusakan kritis.

Meskipun masalah ini terus diperbaiki, tingkat keandalannya belum mencapai standar yang ditetapkan untuk operasional sehari-hari.

Nyemplung di Laut Cina Selatan, Inilah yang Khas dari Jet Tempur Stealth F-35C

Kapal induk Ford class, termasuk F-35C, membutuhkan ruang terenkripsi dan sistem pendukung lain untuk sepenuhnya mengintegrasikan dan menyebarkan pesawat canggih tersebut. Awalnya, modifikasi ini direncanakan dilakukan selama periode pemeliharaan pasca-pengiriman, yang menyebabkan penundaan.

Permasalahan lain, Kapal induk Ford juga mengalami masalah dengan sistem lain, seperti elevator senjata canggihnya, yang juga berdampak pada kemampuan kapal untuk mempersenjatai pesawat dan mempertahankan kecepatan operasi yang tinggi.

Jadi, sementara F-35C sudah dirancang dan terbukti kompatibel dengan EMALS, proses untuk membuat kapal induk kelas Ford siap secara penuh untuk mengoperasikannya membutuhkan waktu yang lebih lama dari perkiraan. Itulah mengapa sampai saat ini F-35C masih beroperasi di kapal induk Nimitz class yang menggunakan ketapel uap.

Sebagai catatan, EMALS adalah teknologi ketapel modern yang merupakan bagian dari konsep operasional CATOBAR (Catapult Assisted Take-Off But Arrested Recovery). Singkatnya, CATOBAR adalah metode atau sistem lepas landas dan pendaratan pesawat dari kapal induk secara umum, sementara EMALS adalah jenis mesin ketapel yang digunakan untuk menjalankan metode tersebut, sama halnya dengan ketapel uap.

Jadi Kapal Induk Pertama yang Dibangun dengan Teknik 3D, Ini Spek Mengerikan USS Enterprise CVN-80 Class Ford

Berdasarkan informasi terbaru, F-35C sudah beroperasi di beberapa kapal induk Nimitz class yang telah mendapatkan modifikasi khusus, di antaranya USS Carl Vinson (CVN-70), USS Abraham Lincoln (CVN-72), USS George Washington (CVN-73) dan USS Theodore Roosevelt (CVN-71).

Jumlah unit yang dioperasikan oleh Angkatan Laut AS saat ini masih terus bertambah. Menurut data, per bulan Desember 2024, sudah ada lebih dari 100 unit F-35C yang telah diproduksi. Angkatan Laut AS dan Korps Marinir AS berencana mengakuisisi sekitar 67 unit F-35C untuk Angkatan Laut dan 273 unit F-35C untuk Korps Marinir, sehingga totalnya menjadi 340 unit. (Gilang Perdana)

Shenyang J-15T Tampil Perdana, Jet Tempur Pertama Angkatan Laut Cina Spesialis “CATOBAR”

8 Comments