Jiu Tan Sukses Terbang Perdana: ‘Drone Mothership’ yang Mampu Luncurkan 100 Drone Kamikaze

Kepemimpinan Cina dalam industri drone kembali dibuktikan pada 11 Desember 2025, di mana telah sukses penerbangan perdana prototipe drone terbesar di dunia, Jiu Tan, yang juga punya kemampuan sebagai drone kombatan plus aerial mothership yang mampu meluncurkan 100 unit drone kamikaze.

Baca juga: Cina Pamerkan ‘Jiu Tian’ – Drone Kombatan 10 Ton dengan Desain ‘Kawin Silang’ RQ-4 Global Hawk dan MQ-9 Reaper

Jiu Tan (Sembilan Surga atau High Sky) dikabarkan telah sukses menyelesaikan penerbangan perdananya pada hari Kamis, 11 Desember 2025, di Provinsi Shaanxi, Cina. Keberhasilan penerbangan perdana ini menandai kemajuan signifikan bagi Cina dalam ambisinya mendominasi peperangan nirawak (drone warfare), menjadikannya salah satu platform UAV terbesar dan tercanggih di dunia.

Meskipun laporan sebelumnya memproyeksikan penerbangan perdana Jiu Tan akan dilangsungkan pada pertengahan tahun 2025, namun penerbangan perdana baru dilakukan pada Desember 2025, dan secara resmi dikonfirmasi oleh kantor berita Cina, Xinhua.

Prototipe Jiu Tian lepas landas dari bandara di Pucheng dan berhasil menyelesaikan penerbangan singkat sebelum mendarat kembali. Uji terbang ini memvalidasi desain airframe (badan pesawat) dan parameter kinerja ketinggiannya, yang merupakan langkah kritis sebelum memasuki serangkaian uji coba intensif lebih lanjut oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Fitur paling menonjol dari Jiu Tian adalah kemampuannya untuk menyebarkan “gerombolan drone” (drone swarm). Dengan membawa ratusan drone kecil yang dikendalikan oleh sistem Kecerdasan Buatan (AI), Jiu Tian dapat meluncurkan serangan saturasi (saturation strike). Serangan ini dirancang untuk membanjiri dan melumpuhkan sistem pertahanan udara musuh secara bersamaan, sebuah taktik yang sangat sulit diatasi oleh sistem pertahanan konvensional.

Keberhasilan penerbangan perdana ini menjadi sorotan global dan diperkirakan akan memicu perlombaan senjata baru, terutama di antara kekuatan militer utama seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik.

Cina Segera Uji Terbang Perdana ‘Jiu Tan’ – Drone Kombatan yang Mampu Luncurkan 100 Drone Kamikaze

Secara konsep, Jiu Tan menyaingi MQ-9 Reaper dan RQ-4 Global Hawk milik Amerika Serikat, meskipun berbeda dalam desain misi. Tidak seperti MQ-9, yang berfokus pada ISR dan serangan presisi, Jiu Tan berfungsi sebagai simpul kontrol untuk kawanan drone terkoordinasi, yang pada dasarnya berfungsi sebagai kapal induk UAV terbang.

Jiu Tian dikembangkan oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC), dengan struktur mesin tunggal yang mengesankan, bentang sayap yang lebar (25 meter), dan drone kombatan ini dilengkapi dengan delapan tiang hardpoint di bawah sayap, yang memungkinkannya untuk membawa berbagai muatan, termasuk sensor pengawasan dan senjata (rudal dan roket) – kapasitas payload Jiu Tan disebut mencapai 6 ton.

Ukuran Jiu Tian yang besar sebanding dengan pembom era Perang Dunia Kedua B-25. Jiutan juga memiliki ruang misi modular (semacam internal weapon bay) di bagian tengah badan pesawatnya, yang memastikan fleksibilitas operasional yang lebih besar dan memfasilitasi konfigurasi ulang untuk misi pengintaian atau penyerangan.

Salah satu aspek yang paling mengesankan dari Jiu Tian adalah honeycomb modular mission bay, yakni modul inovatif yang mampu mengerahkan banyak drone kecil (swarm) di udara. Kemampuan ini membuatnya sangat cocok untuk operasi saturasi atau gangguan, yang memungkinkan pengawasan yang lebih luas dan serangan yang ditargetkan secara otonom.

Ukuran Jiu Tian yang mengesankan dan mesin tunggalnya memungkinkannya mencapai ketinggian tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh julukannya ‘Jiu Tian’ yang berarti “ketinggian tinggi.” Ketinggian yang tinggi ini tidak hanya memberinya jangkauan yang lebih luas untuk misi berdurasi panjang, tetapi juga meningkatkan kerahasiaannya, membuatnya lebih sulit dideteksi oleh sistem radar berbasis darat.

Dari spesifikasi, Jiu Tan punya berat maksimum saat lepas landas 16 ton, lebar bentang sayap 25 meter, dan mampu terbang sejauh 7.000 km (12 jam terbang). Sementara ketinggian operasional mencapai 15.00 meter (49.200 kaki). (Bayu Pamungkas)

Zhuhai Airshow 2024 – Cina Pamerkan W5000, Drone Kargo Terbesar dengan Payload Lima Ton!

One Comment