India Disebut Incar Rafale F5: Bakal Jadi Launch Customer Jet Tempur Generasi Baru Perancis

Kerjasama strategis antara Perancis dan India di sektor pertahanan mencapai babak baru. Konfirmasi resmi dari otoritas Perancis mengindikasikan bahwa India menunjukkan ketertarikan yang serius untuk memperoleh standar Rafale F5, varian jet tempur Rafale yang paling canggih, dan berpotensi menjadi launch customer, atau negara pertama di luar Perancis yang memesan dan menerima jet tersebut.
Pernyataan yang memicu spekulasi ini pertama kali diutarakan oleh pejabat dari Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis (Ministère des Armées) saat Pameran Pertahanan Internasional seperti Eurosatory atau Paris Air Show yang membahas masa depan ekspor jet tempur Eropa di Asia.
Pernyataan tersebut mengindikasikan pengakuan bahwa India, yang saat ini mengoperasikan Rafale F3R dan mempertimbangkan tambahan Rafale M (versi Angkatan Laut), memandang Rafale F5 sebagai solusi logis untuk kebutuhan jet tempur masa depan mereka.
Rafale F5 bukan sekadar peningkatan (upgrade) kecil, melainkan program pengembangan besar yang dirancang untuk menjaga Rafale relevan di era dominasi jet tempur henerasi ke-5 dan ke-6. Keunggulan utamanya adalah fokus pada perang yang terintegrasi secara digital dan jaringan (network-centric warfare).
Perancis Resmi Memulai Program Pengembangan Rafale F5 “Super Rafale” dan Loyal Wingman (UCAV)
Rafale F5 akan memiliki integrasi penuh untuk beroperasi dengan drone tempur tak berawak (UCAV) sebagai “sayap setia” (loyal wingmen). Rafale F5 juga akan bertindak sebagai pusat komando yang mengendalikan drone seperti nEURON atau pesawat tak berawak tempur masa depan lainnya dalam misi berisiko tinggi.
Jet ini akan dilengkapi dengan suite SPECTRA (sistem perang elektronik) yang jauh lebih ditingkatkan dan kemungkinan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) generasi berikutnya untuk deteksi dan pelacakan yang lebih unggul. Integrasi AI yang lebih dalam akan membantu pilot dalam pengambilan keputusan yang cepat di lingkungan pertempuran yang padat data (information overload).
Selain itu, Rafale F5 akan disertifikasi untuk membawa senjata hipersonik, rudal udara-ke-udara jarak jauh baru, dan kemampuan serangan darat/laut yang diperluas, memastikan daya gempur yang tak tertandingi.
Dassault Aviation dan Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis memiliki jadwal yang ambisius untuk Rafale F5. Standar ini membutuhkan pengembangan yang signifikan karena sifatnya yang merupakan lompatan teknologi.
Penerbangan prototipe pertama dari standar Rafale F5 diperkirakan akan menjalani penerbangan perdananya pada sekitar tahun 2028 atau 2029, dan standar Rafale F5 diharapkan akan sepenuhnya divalidasi dan siap untuk produksi massal dan layanan operasional pada sekitar 2030-2032.
Jika India melanjutkan rencana pengadaan tambahan jet Rafale (termasuk untuk Angkatan Laut mereka) dan memilih standar F5 untuk pesanan tersebut, India akan mendapatkan keuntungan besar sebagai launch customer dalam membentuk fitur-fitur final jet tersebut sesuai kebutuhan operasional mereka. (Bayu Pamungkas)
RBE-2XG: Radar AESA Generasi Terbaru Berbasis GaN, Bakal Jadi Kunci Keunggulan Rafale F5



Kelemahan Rafale gak bisa gendong Brahmos, Shukoi bisa, ini kunci utama indihe beli SU57-E😁
Hanya gimmic sahaja, indihe tetep pilih SU57 E, karena pararel dengan pabrik SU30 MKI di Mumbai😁
“Rafale F5 bukan sekadar peningkatan (upgrade) kecil, melainkan program pengembangan besar yang dirancang untuk menjaga Rafale relevan di era dominasi jet tempur generasi ke-5 dan ke-6. Keunggulan utamanya adalah fokus pada perang yang terintegrasi secara digital dan jaringan (network-centric warfare).”
Rencana 3-4 skadron Su-57E sepertinya hanya sebuah ketertarikan saja, Rafale F5 adalah pilihan logis untuk mengimbangi generasi 5 dan 6 di masa depan juga terkait kemudahan logistiknya dengan varian Rafale sebelumnya yang sudah dimiliki India, serta memastikan program AMCA (generasi 5) tetap berjalan hingga masuk lini produksi menggantikan slot yang diisi F5 ini pada pertengahan 2030-an 🤔