Cina Uji Coba Mesin Detonasi Putar di Model Skala Sukhoi Su-34, Bentuk Dukungan Beijing pada Moskow?

Sementara Rusia tengah sibuk berperang dengan Ukraina, ada kabar bahwa Cina tengah mengembangkan teknologi mesin jet baru dengan model skala pembom tempur andalan Rusia, Sukhoi Su-34 Fullback. Persisnya, para peneliti dari Chongqing University’s Industrial Technology Research Institute tengah mengembangkan mesin detonasi putar atau rotating detonation engine (RDE). Apakah itu?

Baca juga: Uji Kemampuan Tempur, Rusia Kirim Varian Terbaru Sukhoi Su-34 Fullback ke Ukraina

Akun Twitter @RupprechtDeino, yang mengikuti perkembangan industri militer Cina, mengatakan bahwa Chongqing University’s Industrial Technology Research Institute telah menguji prototipe mesin ini. Sumber tersebut mengutip laporan dari jaringan berita lokal. Pesawat uji yang merupakan model skala Su-34, telah terbang dengan mesin prototipe terpasang. Namun, sumber tersebut tidak menyebutkan apakah uji mesin tersebut berhasil dan memenuhi persyaratan minimum.

Menurut informasi yang belum dikonfirmasi, mesin RDE juga telah diuji pada platform jet tempur Rusia lainnya, namun sebagian besar berada di terowongan angin (wind tunnel). Tes terbaru yang dilakukan oleh Chongqing University’s Industrial Technology Research Institute kemungkinan besar merupakan tes pertama yang dilakukan di landasan pacu dan di udara.

Mesin RDE yang dirancang untuk jet tempur bekerja berdasarkan prinsip gelombang detonasi. Gelombang detonasi adalah gelombang kejut supersonik yang dihasilkan dari pembakaran campuran bahan bakar-udara secara cepat.

Pada mesin jet konvensional, pembakaran terjadi pada kecepatan subsonik, namun pada mesin detonasi putar, pembakaran terjadi pada kecepatan supersonik, sehingga menghasilkan tenaga penggerak yang lebih efisien dan bertenaga. Mesinnya terdiri dari rotor dengan serangkaian ruang bakar. Setiap ruang bakar berisi campuran bahan bakar dan udara yang dinyalakan oleh busi.

Saat rotor berputar, gelombang detonasi merambat melalui ruang bakar, menyebabkan pembakaran yang cepat dan efisien. Gas bertekanan tinggi yang dihasilkan kemudian dikeluarkan melalui nosel, memberikan daya dorong bagi jet tempur.

Keuntungan utama dari mesin RDE adalah kemampuannya mencapai efisiensi pembakaran yang lebih tinggi dibandingkan mesin jet konvensional. Dengan memanfaatkan gelombang detonasi, mesin dapat mencapai pembakaran sempurna campuran bahan bakar dan udara dalam waktu yang lebih singkat, sehingga menghasilkan keluaran tenaga yang lebih besar.

Selain itu, desain mesin RDE yang ringkas dan rasio power-to-weight yang tinggi membuatnya cocok untuk jet tempur, yang mengutamakan ruang dan berat.

Namun, masih ada tantangan yang harus diatasi dalam pengembangan mesin RFE. Mencapai gelombang detonasi yang stabil dan terkendali, serta mengelola suhu dan tekanan tinggi yang dihasilkan selama pembakaran, merupakan bidang penelitian yang sedang berlangsung.

Namun demikian, potensi manfaat dari teknologi ini, termasuk peningkatan efisiensi bahan bakar dan peningkatan daya dorong, menjadikannya area eksplorasi yang menarik untuk penggerak jet tempur masa depan.

Ideal untuk Jet Tempur Stealth Su-57 dan J-20
Pesawat tempur paling cocok untuk Rusia yang bisa mendapatkan keuntungan dalam penggunaan mesin detonasi putar (RDE) adalah Sukhoi Su-57. Pesawat ini dilengkapi dengan sistem avionik dan senjata canggih, menjadikannya platform sempurna untuk menggabungkan teknologi mesin baru seperti mesin detonasi putar.

Kemampuan manuver dan kecepatan Su-57 yang tinggi, dikombinasikan dengan peningkatan efisiensi dan output daya dari mesin detonasi putar, akan memberikan keunggulan signifikan dalam hal kinerja dan efektivitas tempur.

Di Cina, pesawat tempur paling cocok yang bisa mendapatkan keuntungan dalam penggunaan mesin detonasi putar adalah Chengdu J-20. Dengan ukurannya yang besar dan mesin yang bertenaga, J-20 mempunyai potensi untuk mengakomodasi mesin detonasi putar, yang selanjutnya dapat meningkatkan kinerjanya. Kombinasi kemampuan siluman, kemampuan serangan jarak jauh, dan peningkatan efisiensi mesin peledakan putar J-20 akan menjadikannya kekuatan yang tangguh dalam skenario pertempuran udara.

Menggunakan Model Skala Su-34
Masih menjadi misteri mengapa mesin ini diuji pada model skala pembom tempur Su-34 Rusia. Dengan latar belakang perang di Ukraina, penjelasan dari situs Bulgarianmilitary.com mungkin bisa lebih menjelaskan alasannya.

Salah satu manfaat utama mengintegrasikan RDE ke dalam Su-34 adalah potensi peningkatan efisiensi bahan bakar. Artinya Su-34 akan mampu terbang lebih jauh atau membawa muatan lebih berat tanpa memerlukan bahan bakar tambahan. Jangkauan yang diperluas dan peningkatan kapasitas muatan akan sangat meningkatkan kemampuan operasional pesawat.

Selain meningkatkan efisiensi bahan bakar, integrasi RDE juga dapat meningkatkan kecepatan dan akselerasi Su-34. Peningkatan daya dorong ini akan memungkinkan Su-34 mencapai kecepatan lebih tinggi dan berakselerasi lebih cepat, memberikan pesawat ini fleksibilitas taktis dan daya tanggap yang lebih besar dalam skenario pertempuran.

Baca juga: Cina Berhasil Atasi Masalah Pada Mesin WS-10, Kini Jet Tempur Stealth Chengdu J-20 Siap Diproduksi Massal

RDE juga berpotensi menghasilkan proses pembakaran yang lebih stabil dan seragam, sehingga menghasilkan gumpalan gas buang yang lebih konsisten. Lepas dari itu, boleh jadi penelitian yang dilakukan Cina merupakan bentuk dukungan Beijing pada Moskow dalam perang Ukraina. Mengingat Rusia dan Cina, sama-sama menghadapi proxy war dengan Amerika Serikat. (Gilang Perdana)