Cina Berhasil Atasi Masalah Pada Mesin WS-10, Kini Jet Tempur Stealth Chengdu J-20 Siap Diproduksi Massal

Berita yang satu ini boleh jadi bisa membuat pejabat di Pentagon ketar-ketir, pasalnya Cina telah mengonfirmasi telah mampu mengatasi beragam permasalahan teknis pada mesin jet turbofan Shenyang WS-10. Dengan tiadanya lagi masalah pada mesin buatan dalam negeri tersebut, maka Cina akan menggeber produksi penempur stealth yang jadi lawan tanding F-22 Raptor, yaitu Chengdu J-20 “Mighty Dragon”.

Baca juga: [Video] Cina Perlihatkan Jet Tempur Stealth Pertama di Dunia dengan Tandem Seat, Chengdu J-20

Mengutip dari globaltimes.cn (12/12/2021), mesin WS-10 yang telah disempurnakan telah diuji coba dan ditampilkan pada J-20 yang berlaga pada pameran dirgantara Zhuhai AirShow 2021 pada bulan September lalu. Pihak manufaktur J-20, yakni Chengdu Aircraft Industrial Group Co Ltd telah menyatakan akan meningkatkan kapasitas produksi J-20, setelah tidak ada hambatan pada pasokan mesin.

Masi dari sumber yang sama, analis pertahanan Cina mengatakan J-20 akan memasuku fase produksi massal dalam waktu dekat ini. Sejak awak kuartal keempat tahun ini, Chengdu Aircraft mengaku telah menanti pasokan mesin untuk melanjutkan proses produksi jet tempur kebanggaan Cina terebut. Beberapa kali uji coba telah dilakukan atas mesin WS-10 dan dinyatakan performa mesin itu telah mencapai rekor tertinggi.

Fu Qianshao, ahli penerbangan militer Cina berpendapat, “Peralihan ke mesin WS-10 buatan dalam negeri dari yang sebelumnya diimpor telah memungkinkan produksi massal. Selai itu, komponen penting lain di J-20 seperti sistem avionik, sistem radar dan sistem senjata, sudah dikembangkan di dalam negeri,” ujar Fu. Sekarang setelah tidak ada batasan yang disebabkan oleh impor mesin, mesin WS-10 mulau diuji pada pesawat tempur lain seperti J-10, J-11 dan J-16.

Menanggapi pertanyaan mengenai kapasitas produksi J-20, Wang Haitao selaku wakil perancang pesawat J-20, mengatakan bahwa industri penerbangan Cina dapat memenuhi semua tingkat permintaan dari Angkatan Udara Cina. Dengan kemampuan produksi penuh, maka kuat dugaan bahwa populasi J-20 akan meroket dengan dioperasikan oleh semua komando Teater timur, selatan, barat, utara dan tengah, dan menjadi kekuatan utama AU Cina.

Kilas balik ke berita terdahulu, ambisi Cina untuk mengembangkan Chengdu J-20 tidak berjalan mulus. Masalah yang menerpa J-20 berkutat di seputar dapur pacu. Awalnya, J-20 menggunakan mesin Shenyang WS-10B, namun ada sumber lain yang menyebut varian awal twin jet ini menggunakan mesin buatan Rusia Salyut AL-31FM2 yang punya kekuatan afterburning 145 kN.

Tapi rupanya Cina belum puas atas integrasi mesin tersebut, kemudian berlanjut J-20 dipasangi mesin WS-10. Apesnya dengan mesin WS-10 sang penempur dari generasi kelima ini gagal mempertahankan kecepatan supersonic-nya.

Baca juga: Ada Masalah (Lagi) pada Mesin, Jet Tempur Stealth Chengdu J-20 Tunda Terbang Perdana dengan Mesin Baru

Harapan kemudian berlanjut pada adopsi mesin WS-15 yang disebut punya daya dorong 180 kN yang menjanjikan kecepatan supercruise yang substansial bagi J-20. Serangkaian uji coba di darat terus dilakukan dengan mesin WS-15. uji coba terbang J-20 dengan mesin WS-15 mendapat penundaan beberapa kali, lantaran diketahui adanya masalah baru. Kabarnya itu berasal dari lapisan membran fullerene untuk turbin mesin pesawat, yang menjadikan mesin dapat beroperasi hingga suhu 1.800 derajat celcius.

Sempat frustasi, Beijing pun pernah mencoba melobi Moskow, yakni untuk bisa memasangkan J-20 dengan mesin Product 117 – Saturn AL-41F1 afterburning turbofan yang digunakan pada Sukhoi Su-57 Felon. (Bayu Pamungkas)

9 Comments