Hari Ini 27 Tahun Lalu, Insitu Aerosonde Laima Pecahkan Rekor Sebagai Drone Pertama yang Melintasi Samudera Atlantik

Mungkin tak banyak yang tahu, hari ini 27 tahun, bertepatan dengan 21 Agustus 1998, tercatat rekor drone pertama yang berhasil melintasi Samudera Atlantik. Terlebih, drone yang melintasi Atlantik Utara bukan drone berukuran besar dengan kemampuan HALE (High Altitude Long Endurance) atau MALE (Medium Altitude Long Endurance), melainkan sebuah drone berukuran kecil (small UAV) dengan berat hanya 13 kg.

Baca juga: Boeing Insitu ScanEagle – Mini Drone Untuk Tugas Intai Maritim TNI AL

Drone yang dimaksud adalah Insitu Aerosonde, nama Insitu tak asing bagi jagad netizen, pasalnya Insitu adalah perusahaan yang mengembangan dan memproduksi drone intai ScanEagle (jenis drone yang juga dioperasikan Puspenerbal TNI AL). Namun, pada tahun itu (1988), Insitu Inc belum diakusisi oleh Boeing, yang mana Boeing baru mengakuisisi Insitu pada tahun 2008.

Meski dikembangkan oleh Insitu, namun yang memproduksi Aerosonde adalah Aerosonde Ltd – bagian dari isnis strategis AAI Corporation.

Aerosonde ditenagai mesin Enya R120 produksi Enya Metal Products, dan dilengkapi dengan komputer kecil, instrumen meteorologi, dan penerima GPS untuk navigasi. Drone ini juga digunakan oleh Angkatan Bersenjata AS untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR).

Enya R120 adalah jenis mesin model (model engine) yang dirancang khusus untuk digunakan pada pesawat model kendali jarak jauh (RC). Enya R120 adalah mesin berjenis empat langkah (4-stroke) dengan sistem pengapian menggunakan glow plug (busik pijar). Mesin ini beroperasi menggunakan bahan bakar khusus yang dikenal sebagai “glow fuel”.

Mesin ini populer di kalangan hobiis pesawat RC, terutama untuk pesawat model yang membutuhkan tenaga kuat dengan putaran yang lebih stabil dan suara yang lebih rendah dibandingkan mesin dua langkah (2-stroke). Angka “120” pada namanya umumnya merujuk pada perpindahan volumenya (displacement) dalam satuan inci kubik. Dalam metrik, perpindahannya adalah sekitar 20 cc.

Pada 21 Agustus 1998, sebuah Aerosonde Pkor wahana terkecil kemudian dipecahkan oleh UAV Spirit of Butts Farm.

Pada 21 Agustus 1998, Aerosonde diluncurkan dari rak atap mobil yang sedang bergerak karena tidak memiliki roda pendaratan, Laima terbang dari Newfoundland di Kanada ke Benbecula, sebuah pulau di lepas pantai Skotlandia dalam waktu 26 jam 45 menit dalam cuaca badai, menggunakan sekitar 1,5 galon AS (atau 5,7 liter) bensin.

Selain untuk lepas landas dan mendarat, penerbangan Aerosonde bersifat otonom, tanpa kendali eksternal, pada ketinggian 1.680 meter. Aerosonde juga merupakan drone pertama yang menembus siklon tropis, dengan misi awal pada tahun 2001.

Boeing Insitu RQ-21 Blackjack – Dikembangkan dari ScanEagle, Baru Digunakan Sekutu Dekat Amerika Serikat

Dari spesifikasi, Aerosonde Phase 1 punya bentang sayap 2,9 meter wingspan. Drone ini dilengkapi dengan GPS untuk navigasi, menggunakan radio VHF untuk komunikasi, dan memiliki waktu terbang (endurance) maksimum 30 jam. Untuk jangkauan terbang dengan navigasi LoS (Line of Sight) yaitu 30 km.

Berat kosong Aerosonde 8 kg, dan punya kecepatan jelajah 72 km per jam dan mampu terbang sampai ketinggian 4.000 meter.

Boeing Insitu Tampilkan “Integrator VTOL” – Solusi Hybrid untuk Drone Intai RQ-21 Blackjack

Pada tanggal 5 Maret 2012, U.S. Special Operations Command (SOCOM) memberikan kontrak kepada AAI untuk menyediakan Aerosonde-G bagi program UAS II Mid-Endurance mereka. Kendaraan udara yang diluncurkan dengan ketapel ini memiliki berat lepas landas 34,1 atau 36 kg (75 atau 79 lb) tergantung pada jenis mesinnya, dengan daya tahan lebih dari 10 jam dan muatan elektro-optik/inframerah serta penunjuk laser.

Aerosonde telah digunakan oleh US SOCOM dan US Naval Air Systems Command (NAVAIR) dengan sebutan MQ-19 berdasarkan kontrak penyediaan layanan. Sistem tipikal terdiri dari empat kendaraan udara dan dua stasiun kendali darat yang ditempatkan di tenda atau dirancang agar muat di sebagian besar kendaraan. (Gilang Perdana)

Viral, Marinir Cina Lepaskan Drone Intai Flapping Wing, Benar-benar Mirip Burung Asli