Gegara Foto Liputan Media Asing, Lokasi Produksi Rudal Jelajah “Flamingo” Berhasil Diketahui

Pengambilan foto atau video terkait persenjataan, terlebih pada situasi konflik, mutlak mendapatkan perhatian tersendiri, pasalnya tak jarang identifikasi suatu lokasi, atau konfigurasi senjata bisa diketahui dari latar pada foto dan cuplikan video. Hal tersebut sudah disadari Ukraina, yang membatasi secara ketat beredarnya foto jet tempur F-16 Fighting Falcon, yang mana khawatir lokasi basis F-16 dapat diketahui secara presisi.

Baca juga: Rusia Waspada, Ukraina Luncurkan “Flamingo” – Rudal Jelajah Berhulu Ledak Satu Ton dengan Jangkauan 3.000 Km

Namun, belum lama, ada dugaan militer Ukraina telah kebobolan sesuatu yang sangat sensitif, yakni telah diketahuinya lokasi produksi rudal jelajah “Flamingo” – jenis rudal jelajah berhulu ledak satu ton yang diklaim mampu menjangkau sasaran hingga 3.000 km, sesuatu yang sangat membahayakan Rusia, karena Ukraina dengan mudah dapat menargetkan sasaran jauh di dalam wilayah Rusia.

Mengutip dari akun X (d/h Twitter) @Alex_Oloyede2, gara-gara liputan eksklusif jurnalis foto dari AP (Associated Press) ke fasilitas produksi Flamingo, maka dapat diketahui dugaan dari lokasi fasilitas produksi yang dimaksud, pasalnya liputan dari wartawan AP juga mencakup foto rudal Flamingo berikut peluncurnya di dalam ruangan indoor berukuran besar.

Terungkapnya lokasi produksi rudal Flamingo tak terlepas dari ‘jasa’ para ahli di independent open source intelligence, yang dengan jeli memindai beberapa titik dalam latar foto dari AP. Kabarnya, hal ini telah diungkapkan kepada Kementerian Pertahanan Rusia, yang telah berhasil mempersempit semua gedung yang ada di Ukraina. Dugaan lokasi fasilitas produksi rudal Flamingo berada di Kiev, yang dengan sengaja dikelilingi bangunan sipil.

Sumber-sumber Ukraina telah menyalahkan AFU (Angkatan Bersenjata Ukraina) karena memberikan akses wawancara kepada wartawan AP.

Namun, tak serta merta dengan terungkapnya dugaan fasilitas produksi rudal Flamingo, lalu Rusia langsung akan menyerang lokasi tersebut. Umumnya diperlukan verifikasi secara cermat berdasarkan sumber intelijen pendukung, sebelum keputusan penyerangan dilakukan. Bukan tak mungkin, apa yang dikira sebuah temuan berharga, namun hanya bagian dari penyesatan kepada lawan.

Angkatan Udara Ukraina Wanti-wanti Kebocoran ‘Rahasia’ F-16 Terjadi Lewat Media Sosial

Keberadaan rudal jelajah Flamingo pertama kali diungkapkan jurnalis foto Associated Press, Efrem Lukatsky, lewat sebuah unggahan di Facebook. Bersamaan dengan foto yang menyertainya dan klaim jangkauan yang menyatakan rudal tersebut sedang diproduksi massal melalui sebuah perusahaan Ukraina bernama Fire Point.

Desain Flamingo sangat mirip, bahkan mungkin identik, dengan desain rudal jelajah FP-5 yang sebelumnya dipamerkan oleh Milanion, sebuah perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab. Perusahaan yang sama ini sebelumnya telah memasok material untuk angkatan bersenjata Ukraina. Belum diketahui apakah “FP” dalam FP-5 merupakan singkatan dari Fire Point.

Milanion menyatakan bahwa FP-5 juga memiliki jangkauan 3.000 kilometer. Lembar fakta di situs web perusahaan, yang ditampilkan di bawah ini, juga mencantumkan kecepatan tertinggi 950 kilometer per jam., dan kecepatan jelajah 850–900 kilometer per jam. (Gilang Perdana)

Gagal Dialog dengan Putin, Donald Trump Pertimbangkan Lengkapi F-16 Ukraina dengan Rudal Jelajah AGM-158 JASSM