FNSS Tuntaskan Batch Perdana Produksi Medium Tank Harimau (Kaplan MT)

Setelah lama dinanti, ada kabar dari Turki, bahwa FNSS Savunma Sistemleri telah merampungkan bacth pertama produksi medium tank Harimau (Kaplan MT), dimana batch produksi perdana tersebut dibuat atas pesanan Kementerian Pertahanan Indonesia. Dengan rampungnya produksi Kaplan MT, sekaligus menandai ekspor perdana tank medium hasil rancang bersama antara Turki dan Indonesia.
Baca juga: FNSS Rilis Desain Upgrade Medium Tank Kaplan MT (Harimau)
Dikutip dari savunmasanayist.com (15/3/2022), sebuah seremoni dilakukan sebagai penanda selesainya produksi batch perdana Kaplan MT. Selain dihadiri perwakilan dari PT Pindad dan Duta Besar RI untuk Turki, seremoni juga dihadiri president of Turkey Defence Industries, Ismail Demir.
Kerjasama antara FNSS dan PT Pindad dimulai pada Juni 2010, dan nota kesepahaman yang ditandatangani antara kedua perusahaan bertansformasi menjadi proyek dari waktu ke waktu. Pada Juni 2014, nota kesepahaman kembali ditandatangani antara FNSS dan PT Pindad dengan joint venture kedua negara untuk produksi Medium Class Tank. Proyek ini resmi diluncurkan pada November 2015 dengan tahap desain dan pengembangan.

Sesuai kesepakatan, prototipe tank pertama yang diproduksi oleh FNSS dipamerkan di Pameran Industri Pertahanan IDEF 2017. Kemudian pada Januari 2018, prototipe tank produksi PT Pindad selesai dibangun.
Pada Desember 2019, kesepakatan ditandatangani antara kedua negara untuk produksi batch pertama kendaraan yang diproduksi secara massal. Dan akhirnya, produksi batch perdana Kaplan MT secara resmi selesai pada 15 Maret 2022. Masa berlaku proyek pada batch pertama mencakup periode 2020-2023.

FNSS dalam hal ini telah menyelesaikan produksi total 10 tank di Turki pada batch pertama. Sisanya 8 tank akan diproduksi oleh PT Pindad. Dalam konteks ini, FNSS akan memberikan transfer teknologi dan dukungan produksi kepada PT Pindad. Pada upacara 15 Maret kemarin, pihak FNSS menyatakan bahwa suku cadang untuk 8 tank produksi PT Pindad juga dipasok oleh FNSS.
[the_ad id=”77299″]
Untuk saat ini infrastruktur produksi PT Pindad belum siap, namun dengan selesainya infrastruktur dalam waktu sangat singkat, pihak Indonesia diharapkan bisa mulai berproduksi. FNSS akan terus memberikan dukungan teknis kepada PT Pindad dalam semua proses ini.
Baca juga: Allison Transmission Pasok Sistem Transmisi untuk Medium Tank Harimau
Berbicara pada upacara tersebut, Ismail Demir berkomitmen untuk mendorong ekspor Harimau ke negara ketiga bersama dengan Indonesia. Mencermati peningkatan belanja pertahanan di pasar Asia, Demir menekankan bahwa Turki harus mengambil bagian aktif di pasar Asia. (Gilang Perdana)



Banyak yang mimpi T90 nih yeee. T72 B3 lebih strong daripada T90 cooyy!!
Kaplan MT buat menggantikan AMX di Kodam. Kostrad jadi jatahnya Leopard 2
Pindad menarget pasar ekspor kemana ya? Filipina sdh selingkuh malah beli ke Israel. Negara2 Afrika sebagian besar milih buatan Cina. Srilanka gk punya duit, Bangladesh mbuhlah, Timor Leste apalagi. Kudu diterjunkan dulu ke pertempuran sungguhan ni, tapi perang dimana? Turki mah gampang, disekitar banyak perang, bisa sekalian promosi.
Untuk jangka panjangnya, tank Harimau juga akan menggantikan tank ringan Scorpion buatan Inggris secara bertahap.
Dikutip dari Army Technology, tank Harimau / Kaplan MT mempunyai lapisan armor yakni STANAG 4569 Level 4 dari tembakan peluru balistik berproyektil 14.5mm dan STANAG 4569 Level 5 untuk bertahan dari serangan peluru kaliber 25mm yang telah menggunakan teknologi penembus lapis baja.
Kemudian bentuk V pada hull bawah membuatnya mampu menahan ledakan ranjau darat berkekuatan 10 kg hulu ledak.
Hanya saja tank Harimau masih belum dapat menahan Improvised Explosive Device (IED).
Saat invasi Irak, tank M1A2 Abrams Marinir AS jadi korban dimana turretnya sampai terpental ke atas hancur hanya lantaran tersengat IED.
Kemudian melawan Taliban di Afghanistan, APC Stryker milik US Army jadi bulan-bulanan IED dimana kebanyakan awaknya tewas.
Rusia kala masih jadi Uni Soviet juga berkali-kali kehilangan BTR 80 dan BMP-2 nya saat bertempur melawan gerilyawan Afghanistan dan lagi-lagi IED jadi aktor utamanya.
Hingga kini 63 persen angka kematian pasukan AS di Timur Tengah disumbangkan oleh IED.
Tank Harimau akan berangsur angsur menggantikan tank AMX-13 yang dibeli Indonesia dari Perancis pada awal tahun 1960 untuk persiapan kampanye militer Trikora. Tank tersebut dioperasikan oleh TNI AD.
Jika di produksi oleh PT Pindad, menurut orang nomer satu di PT Pindad ini menjelaskan bahwa pihaknya sukses menekan kandungan impor dalam produk purwarupa Medium Tank buatan Pindad bersama FNSS Turki, dengan perkiraan tingkat kandungan lokal mencapai 70 persen. Abraham mengatakan kandungan lokal peranti lunak purwarupa kedua medium tank yang dibuat sejak awal di Pindad tersebut bahkan sudah tembus 100 persen.
Semua butuh proses…
Meriset hingga memproduksi tidak semudah berkomentar…
Minimalnya berkomentarlah dengan bijak dan santun dan alangkah lebih baik dengan didasari ilmu yang cukup dan fakta yang ada.
Masih lebih besar T-90.. Cuma T-90 agak ceper..
Solusi jangka panjang iya, tapi harus pemesanan banyak dengan jangka waktu tertentu agar nilai ekonomis nya dapat
Tapi kalau mau solusi add interim
Bukan solusi tepat
Karya anak bangsa Turki
Klo di liat skilas gedean ini daripada t-90
Seperti biasa, kita hanya merakit
Min bahas drone kamikaze switchblade Amerika yg mau dipasok ke Ukraina
Medium Tank macam Tank Harimau Hitam sangat cocok untuk wilayah dengan kontur beragam dg dominasi pegunungan dan hutan di Indonesia, urusan menjebol tank lawan itu lain soal karena berbagai cara bisa dilakukan tapi alangkah lebih baik jika Indonesia juga mengembangkan tank harimau dg Laras meriam kaliber 120 mm.
Nantinya Tank harimau bisa dibawa oleh pesawat angkut A400, kalo Indonesia punya 24-36 pesawat sejenis maka TNI AD bisa segera mengerahkan pasukan tank setingkat Batalion dalam waktu yg singkat.
Nanti klo sdh jadi, akan dikirim ke Ukraina utk diperbantukan mendukung bang Putin menggempur Kiev….😁😁😁