Tag: Pindad

Thailand Tawarkan Panser Amfibi ke Prabowo, Jangan Lupa PT Pindad Punya Anoa Amfibi yang Mampu Berenang

Kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul ke Indonesia dan pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar dalam dinamika kerja sama pertahanan kawasan. Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan dalam pertemuan diplomasi tingkat tinggi tersebut adalah tawaran konkret dari Pemerintah Thailand untuk memasok 36 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi lapis baja guna memperkuat jajaran Korps Marinir TNI AL. (more…)

Kurangi Ketergantungan Impor, BUMN dan BUMS Sinergi Wujudkan Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

Industri pertahanan Indonesia terus didorong menuju kemandirian agar tidak lagi bergantung pada pihak asing. Untuk itu pemerintah menargetkan agar pengadaan alat pertahanan tertentu dapat sepenuhnya dipenuhi oleh industri dalam negeri. Hal ini meliputi produksi senjata ringan, seperti pistol dan senapan serbu secara lokal, pemeliharaan serta produksi suku cadang di dalam negeri, hingga dukungan pendanaan yang kuat melalui anggaran pertahanan besar dan peran lembaga keuangan pemerintah. (more…)

Litbang Kemhan Uji Statis Drone Copter yang Dipasangi Senapan Serbu Pindad SS2 V5

Drone yang dipasangi senapan serbu konvensional sudah beberapa kali diuji coba (di luar negeri), namun, di Indonesia hal tersebut masih langka, meski dalam lingkup prototipe sekalipun. Kalau pun ada, seperti drone yang dipasangi roket anti tank, baru dalam tahap mockup desain. Sementara uji coba belum pernah dijalankan. Nah, belum lama ini ada kabar Litbang Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan pengujian drone yang dipersenjatai senapan serbu. (more…)

Akun X Kemhan Posting Designated Marksman Rifle (DMR) Pindad SPM 1, Apa Bedanya dengan Senapan Sniper?

Postingan hari ini di akun X (d/h Twitter) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menampilkan profil singkat senapan laras panjang Designated Marksman Rifle (DMR) SPM 1 produksi PT Pindad. Mengadopsi kaliber 5,56 x 45 mm khas senapan serbu NATO, SPM 1 disebut punya jarak tembak efektif 400 meter bila menggunakan alat bidik mekanik, dan 600 meter bila menggunakan alat bidik optik. (more…)

Kapal Patroli Bakamla RI Kini Dibekali Senapan Mesin Berat Pindad SM-5, Lisensi dari Singapura

Senjata yang satu ini bukan barang baru lagi, lantaran sudah banyak dipasang pada beberapa rantis atau ranpur TNI. Namun namanya kembali terangkat lewat postingan di akun X (d/h Twitter) Kementerian Pertahanan RI, yang menyebut SM-5 kaliber 12,7 x 99 mm produksi PT Pindad akan melengkapi arsenal persenjataan di kapal Bakamla (Badan Keamanan Laut) RI atau Indonesian Coast Guard. Tapi tahukah Anda, bahwa Senapan Mesin Berat (SMB) bertandar NATO ini aslnya adalah buatan Singapura, yang diproduksi secara lisensi oleh Indonesia. (more…)

Medium Tank Harimau Uji Penembakan HEP-T, Munisi Spesialis Penghancur Target Lapis Baja

Selain uji fungsi BMS (Battlefield Management System) CY-16H, medium tank Harimau produksi FNSS-Pindad juga menjalani uji tembak dengan menggunakan munisi HEP-T (High Explosive Plastic with Tracer) dengan jarak tembak 1.200 meter. Uji tembak tank Harimau dengan munisi HEP-T sejatinya sudah dilakukan beberapa kali sebelum ini. Nah, dibanding jenis munisi lain, seperti TPCSDS-T (Target Practice Cone Stabilized Discarding Sabot with Tracer), maka HEP-T mempunyai karakteristik tersendiri. Apakah itu? (more…)

Pindad AM1: Senapan Serbu Terbaru dari Desain AR15/M4, Punya Bobot Lebih Ringan dari SS2

Danjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan saat menjajal senapan serbu AM1. (Foto:Pindad)

Meniggalkan desain SS1 dan SS2 yang telah mencetak sukses, kini PT Pindad merilis senapan serbu terbarunya yang sepintas mirip dengan senapan serbu besutan Jerman, Heckler & Koch (H&K) HK416. Yang dimaksud adalah senapan serbu Pindad AM1 yang pada awal Januari lalu diperkenalkan oleh BUMN Strategis asal Bandung tersebut. (more…)