Dikenal Sebagai Sekutu Rusia di Afrika Utara, Aljazair Disebut Jadi Negara Pembeli Perdana Sukhoi Su-57E

Selain penampilan manuver berani Sukhoi Su-57E yang diterbangkan pilot uji senior Sergey Bogdan, pada Zhuhai Airshow 2024 juga ditandai dengan kabar yang membetot perhatian global, yakni pernyataan dari CEO Rosoboronexport, Alexander Mikheev yang menyebut agen penjualan persenjataan Rusia itu telah menandatangani kontrak pertama untuk penjualan Su-57E.

Baca juga: Zhuhai Airshow 2024 – Rusia Tampilkan Lima Senjata Unggulan untuk Sukhoi Su-57E

Kabar terserbut sayangnya menyisakan tanda tanya besar, pasalnya Mikheev tidak menyebutkan nama negara pembeli jet tempur stealth tersebut, dan Ia juga tidak membahasa mengenai jadwal pengiriman yang direncanakan. Pernyataan ‘mengambang’ dari petinggi Rosoboronexport kemudian memicu spekulasi, khususnya negara mana yang menjadi pembeli Su-57E.

Dengan situasi geopolitik dan tekanan sanksi dari Amerika Serikat dan Barat, maka tidak banyak negara yang bisa memboyong Su-57. Dari daftar negara besar yang bermitra dengan Rusia seperti India, Iran, Korea Utara, Mesir dan Aljazair, muncul kabar spekulasi bahwa Aljazair adalah negara yang dimaksud sebagai pembeli perdana Su-57E.

Aljazair, negara di Afrika Utara dikenal secara historis sebagai pengguna utama alutsista buatan era Soviet dan Rusia. Arsenal Angkatan Udara Aljazair utamanya terdiri dari jet tempur Mikoyan MiG-29, Sukhoi Su-24 dan Sukhoi Su-30MKA. Sementara armada jet latih/tempur ringan terdiri dari Aero L-39 Albatros dan Yakovlev Yak-130.

Saking dekatnya hubungan antara Aljazair dan Uni Soviet, Angkatan Udara Aljazair dipercaya sebagai pengguna pertama (ekspor) jet tempur MiG-25, yang didatangkan pada tahun 1979. Sebagai catatan, Aljazair total menerima 36 unit MiG-25, yang terdiri dari 18 unit MiG-25P interceptor, 10 unit MiG-25RB reconnaissance/strike aircraft, dan 6 unit trainers. Unit terakhir MiG-25 telah dipensiunkan Aljazair pada Juli 2022.

Sukhoi Su-30MKA – Varian dari Su-30MKI (India) Tanpa Sentuhan Avionik Israel

Selama dekade terakhir, hubungan pertahanan antara Aljazair dan Rusia semakin erat, didorong oleh fokus strategis Aljazair untuk meningkatkan kemampuan militernya dan mendiversifikasi persenjataannya dengan sistem canggih. Antara tahun 2010 dan 2020, Aljazair menandatangani kontrak besar untuk platform canggih, termasuk Su-30MKA dan pesawat tempur MiG-29M/M2, serta MBT T-90S yang dimodernisasi.

Rusia juga memasok Aljazair dengan sistem pertahanan udara canggih, seperti S-300PMU-2 dan, yang terbaru, S-400 Triumf, yang menggarisbawahi pentingnya kemitraan mereka. Perjanjian ini mencerminkan ketergantungan Aljazair pada keahlian Rusia untuk mengimbangi aset yang dipasok NATO di kawasan tersebut.

Kemitraan ini melampaui penjualan peralatan hingga mencakup pelatihan bersama dan kerja sama teknis. Aljazair secara teratur berpartisipasi dalam latihan militer yang dipimpin Rusia, dan personelnya menjalani pelatihan di akademi Rusia untuk mengoperasikan dan memelihara sistem canggih.

Kolaborasi di atas menyoroti rasa saling percaya yang memungkinkan Aljazair memperoleh teknologi sensitif seperti sistem rudal balistik Iskander. Kerja sama selama satu dekade ini tidak hanya memperkuat postur pertahanan Aljazair tetapi juga memperkuat perannya sebagai sekutu penting Rusia di Afrika Utara.

Di MAKS 2019, Untuk Pertama Kali Sukhoi Su-57E (Varian Ekspor) Akan Tampil di Hadapan Publik

Su-57, jet tempur generasi kelima operasional pertama Rusia, menjadi pusat spekulasi ini. Menggabungkan kemampuan siluman, kelincahan, avionik canggih, dan kemampuan multiperan, pesawat ini merupakan puncak rekayasa aeronautika Rusia. Rangka pesawatnya menggabungkan material komposit dan penampang radar yang diperkecil untuk menghindari deteksi, sementara mesin turbofan gandanya yang berdaya dorong tinggi memungkinkannya mencapai kecepatan jelajah supersonik tanpa afterburner, yang dikenal sebagai supercruise.

Su-57 juga telah membuktikan dirinya dalam skenario pertempuran. Selama keterlibatan Rusia di Suriah, jet tempur ini dikerahkan untuk menguji kemampuannya, termasuk serangan presisi pada target bernilai tinggi dan penggunaan peperangan elektronik di lingkungan yang diperebutkan.

[the_ad id=”77299″]

Dalam konflik Ukraina yang sedang berlangsung, jet tempur ini telah digunakan dalam kapasitas terbatas, memanfaatkan sensor jarak jauh dan kemampuan rudal jarak jauhnya. Pengalaman operasional ini telah membantu memvalidasi sistem Su-57 dan menyempurnakan varian domestik dan ekspor, menjadikan Su-57E sebagai pilihan yang sangat menarik bagi negara-negara seperti Aljazair yang mencari teknologi mutakhir.

Bagi Aljazair, memperoleh Su-57E akan mengimbangi pembelian senjata baru-baru ini oleh negara tetangga Maroko, yang telah membeli armada pesawat tempur F-16C/D Block 72 Viper dari Amerika Serikat. (Bayu Pamungkas)

Momen Penting Bagi Lockheed Martin, F-16 Viper Pesanan Bahrain Sukses Terbang Perdana

2 Comments