Cina Luncurkan ‘Copy-an’ V-Bat – Drone Intai VTOL Dengan Desain Tail Sitter

Setelah sukses meng-copy helikopter Black Hawk series, kali ini adalah lagi produk alutsista AS yang berhasil di-copy oleh Cina. Persisnya, media pemerintah Cina telah mengumumkan peluncuran perdana vertical take-off and landing (VTOL) tail-sitter drone yang dikembangkan di dalam negeri. Drone yang mirp dengan V-Bat ini, diperlihatkan dalam latihan tanggap bencana di dataran tinggi pegunungan Provinsi Sichuan.

Baca juga: AL AS Uji Aerovel Flexrotor di Lautan – Drone VTOL Hybrid Berdesain ala Roket

Menurut South China Morning Post, drone ini memiliki lebar sayap 2,6 meter dan tinggi 1,8 meter, serta ditenagai oleh mesin kipas tunggal dan dilengkapi sistem gimbal yang dilengkapi infrared dan visible light camera. Drone ini disebut mampu lepas landas dan mendarat vertikal sekaligus memberikan kecepatan terbang horizontal yang lebih cepat daripada quadcopter konvensional.

Drone yang belum diketahui namanya ini, dirancang untuk misi tanggap cepat seperti tanggap bencana dan pengintaian. Desain modularnya memungkinkan operator untuk menukar muatan berdasarkan kebutuhan misi, termasuk kamera, sensor, dan bahkan sistem asap atau penerangan untuk keperluan persinyalan.

Sistem drone ini mengandalkan platform kendali Wenyao buatan CAIG, yang menggabungkan kecerdasan buatan untuk mengotomatiskan perencanaan penerbangan, penghindaran rintangan, dan operasi pengerumunan.

Para pengamat telah mencatat kemiripan yang mencolok antara desain baru Cina dengan drone V-BAT buatan AS, yang mana kedua drone ini memiliki arsitektur tail-sitter berjenis kipas ducted yang memungkinkan lepas landas vertikal dan kemampuan melayang, dikombinasikan dengan penerbangan maju yang efisien. Namun, perbedaan ukuran menunjukkan bahwa desain yang ditampilkan Cina merupakan adaptasi, bukan replika langsung.

Di Amerika Serikat, V-Bat dikembangkan oleh MartinUAV. Salah satu fitur menonjol V-Bat adalah kemampuan VTOL-nya, yang memungkinkannya untuk meluncurkan dan mendarat secara vertikal. Desain ini memungkinkannya untuk beroperasi di ruang terbatas, seperti lingkungan perkotaan yang padat atau lahan terbuka yang sempit, tanpa memerlukan landasan pacu tradisional. Fleksibilitas tersebut memungkinkan unit militer untuk menyebarkan V-Bat lebih dekat ke garis depan, sehingga sangat efektif di lingkungan yang bergerak dan terbatas.

MartinUAV V-Bat: Drone VTOL Berdesain Revolusioner, Ideal Untuk Peran Militer dan Sipil

Dengan bobot sekitar 37 kg, V-Bat dapat dilengkapi payload seberat 3,6 kg. Dalam kualifikasi, V-Bat digolongkan sebagai mini drone. Dengan bobotnya yang ringan, tupoksi V-BAT ditekankan untuk misi force protection, aerial patrol, search and detection of targets, small unit surveillance, shipboard operation, aerial mapping dan urban monitoring.

Keunggulan komparatif V-Bat jelas pada desain yang revolusiner, konkritnya operasional V-Bat tidak membutuhkan area yang luas, persisnya hanya dibutuhkan ruang sekitar 9 meter persegi untuk proses take off dan landing. Bahkan V-Bat dapat diluncurkan dari kawasan ramai penduduk sekalipun, jika dalam kondisi segera, V-Bat dapat diluncurkan dari atas dek truk sekalipun.

Dari spesifikasi, dapur pacu V-BAT disokong two-stroke engine dengan kapasitas 157cc. Mesin tersebut dapat menghasilkan tenaga 13 hp. Dalam sekali terbang, V-BAT dapat membawa 9 liter bahan bakar jenis Mogas 90 octane.

Dengan single propeller di bagian bawah (belakang), drone ini dapat melesat dengan kecepatan maksimum 166 km per jam. Jika terbang dengan kecepatan konstan 83 km per jam, V-Bat dapat terbang selama delapan jam pada ketinggian jelajah 4.500 meter.

Nah, yang jadi pertanyaan, apakah V-Bat versi Cina punya kemampuan yang sama dengan V-Bat ‘Ori’?

Ukraina ‘Diam-diam’ Operasikan V-Bat – Drone Intai VTOL Pemandu HIMARS yang Tahan Jamming

Tags:,