Boeing Phantom Works: “Prototipe Jet Tempur Generasi Keenam F-47 NGAD Bakal Terbang Lebih Cepat dari Yang Diperkirakan”

Kontrak alutsista bernilai strategis dengan budget fantastis biasanya tak terlepas dari aspek politik, maka tak jarang pencapaian harus ditargetkan menyesuaikan periode kekuasaan suatu rezim. Seperti Boeing yang telah diumumkan Presiden AS Donald Trump sebagai pemenang dalam program jet tempur generasi keenam – Next Generation Air Dominance (NGAD), maka prototipe perdana Boeing F-47 diharapkan bisa terbang sebelum masa pemerintahan Trump di tahun 2028.

Baca juga: Boeing Raih Kontrak Pengembangan Jet Tempur Generasi Keenam F-47 NGAD, Ada Dugaan Dilengkapi Canard

Mengutip dari Defence Industry Europe (6/9/2025), penerbangan perdana (first flight) prototipe Boeing F-47 untuk Angkatan Udara AS (USAF) akan terjadi lebih cepat dari yang diantisipasi banyak orang. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Colin Miller, Vice President Boeing Phantom Works. “Orang-orang akan terkejut dengan seberapa cepat F-47 dapat terbang.” ujar Miller.

Saat ini, AS telah tertinggal dari Cina dalam momentuk kehadiran jet tempur generasi keenam, yang mana Cina saat ini telah sukses menerbangkan prototipe jet tempur generasi keenam, Chengdu J-36 dan Shenyang J-50.

Berbicara di Konferensi dan Pameran Teknologi Baru untuk Pertahanan yang diselenggarakan oleh National Defense Industrial Association pada 29 Agustus 2025, Miller mencatat bahwa meskipun detailnya masih dirahasiakan, “Saya pikir itu akan terjadi lebih cepat dari biasanya.” Ia menekankan bahwa pesawat itu ‘lahir’ dari Boeing Phantom Works dan dibangun berdasarkan pengembangan teknis selama beberapa dekade.

“Litbang yang konstan … memungkinkan teknologi dasar yang digabungkan dalam platform tersebut,” kata Miller, menambahkan bahwa Boeing “diposisikan untuk bergerak cepat.” Perusahaan juga telah berinvestasi besar-besaran dalam kapasitas produksi untuk memastikan kesiapan.

Boeing “belum pernah melakukan investasi sebesar itu sebelum pemberian — investasi yang sangat besar,” jelas Miller. “Jika Anda pernah ke fasilitas produksi kami St. Louis, Anda akan melihat gedung-gedung dibangun, maka kami jauh lebih maju dalam hal itu, karena kami harus siap, untuk siap memenuhi komitmen atas kebutuhan pelanggan kami.” Ia menambahkan, “Kami memiliki 100 persen sumber daya dan siap untuk mengirimkannya.”

‘Bocoran’ Spesifikasi Boeing F-47 Jet Tempur Generasi Keenam AS, Kecepatan Mach 2 dan Radius Tempur 1.850 Km

Di ruang Oval, Gedung Putih, pada tanggal 21 Maret 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Kepala Staf Angkatan Udara AS Jenderal David Allvin, mengumumkan Boeing sebagai pemenang dalam program jet tempur generasi keenam – Next Generation Air Dominance (NGAD).

Kontrak Engineering and Manufacturing Development (EMD) untuk Boeing NGAD diperkirakan bernilai sekitar $20 miliar, meskipun, selama program berlangsung, perusahaan tersebut akan menerima pesanan senilai ratusan miliar dolar. Setiap salinan jet, setelah produksi seri dimulai, diperkirakan akan menelan biaya hingga $300 juta. Itu jika konsep awal pesawat tersebut tidak berubah.

Perencanaan USAF menyerukan akuisisi 185 unit F-47, jumlah yang sesuai dengan ukuran armada F-22A awal, yang menunjukkan strategi penggantian langsung. Garis waktu pengembangan membayangkan jendela masuk layanan antara tahun 2025 dan 2029. Namun, menurut pejabat yang dikutip oleh The War Zone, F-47 diharapkan untuk melakukan penerbangan perdananya selama pemerintahan Trump saat ini, yang menyiratkan tonggak konkret sebelum akhir tahun 2028.

F-47 dirancang untuk beroperasi erat dengan Collaborative Combat Aircraft (CCA), kategori baru sistem tak berawak sebagai loyal wingman. Varian pertama, yang diberi nama YQF-42A dan YQF-44A, ditujukan untuk misi seperti pengintaian, peperangan elektronik, pengawalan, atau serangan presisi, dengan otonomi parsial atau kendali jarak jauh.

Logo Boeing Phantom Works

Boeing Phantom Works
Boeing Phantom Works adalah divisi riset dan pengembangan tingkat lanjut (advanced R&D) dari Boeing Defense, Space & Security. Divisi ini berfokus pada pengembangan teknologi militer, pesawat, dan sistem pertahanan yang inovatif, rahasia, dan sering kali revolusioner.

Mereka dikenal sebagai “laboratorium ide” yang bekerja pada proyek-proyek yang melampaui kemampuan teknologi saat ini, sering kali dengan fokus pada sistem tanpa awak, teknologi siluman (stealth), dan konsep pesawat tempur masa depan. Namanya berasal dari warisan McDonnell Douglas, yang memiliki pesawat tempur ikonik seperti F-4 Phantom.

Boeing Phantom Works serupa dengan Lockheed Martin Skunk Works. Keduanya adalah divisi rahasia dan tingkat lanjut yang bertanggung jawab untuk merancang dan mengembangkan proyek-proyek teknologi militer yang sangat inovatif. Mereka beroperasi dengan otonomi tinggi dan budaya kerja yang berfokus pada kecepatan, kerahasiaan, dan inovasi radikal, di luar birokrasi perusahaan pada umumnya. (Bayu Pamungkas)

McLaren Gandeng Lockheed Martin Skunk Works, Adopsi Teknologi Pesawat ke Supercar