Belanda Tuntaskan Pengiriman 24 Unit F-16 untuk Ukraina, Tiga Pesawat Telah Jatuh Hingga Mei 2025

Kurang dari satu tahun setelah pengiriman batch pertama, Angkatan Udara Belanda dilaporkan telah menuntaskan pengiriman hibah 24 unit jet tempur F-16 Fighting Falcon untuk Ukraina.
Baca juga: Angkatan Udara Ukraina Wanti-wanti Kebocoran ‘Rahasia’ F-16 Terjadi Lewat Media Sosial
Dalam siaran pers pada 26 Mei 2025, Kementerian Pertahanan Belanda memperlihatkan foto-foto Menteri Pertahanan Belanda Ruben Brekelmans di Pangkalan Udara Volkel Koninklijke Luchtmacht, yakni saat melepas keberangkatan F-16 batch terakhir sebelum diterbangkan ke Belgia untuk transit.
Sesampainya di Belgia, flight terakhir F-16 tersebut akan dipersiapkan untuk perjalanan selanjutnya ke Ukraina dan diperkenalkan ke Angkatan Udara Ukraina.
Pengungkapan Brekelmans tersebut merupakan tanggapan atas pertanyaan pembawa acara tentang upaya untuk menjaga Kyiv saat Rusia melakukan salah satu serangan jarak jauh terbesarnya di ibu kota Ukraina itu, dengan sekitar 250 drone kamikaze dan 14 rudal balistik.

“Karena serangan udara Rusia setiap hari, F-16 sangat penting bagi Ukraina. Itu memungkinkan mereka untuk menahan agresi Rusia bagi kami juga,” kata Brekelmans dalam pernyataan tersebut.
Ukraina menerima gelombang pertama F-16 pada bulan Juli 2024, sebulan setelah Amerika Serikat, Belanda, dan Denmark merilis pernyataan bersama yang mengungkapkan bahwa pengiriman F-16 sedang berlangsung dan akan beroperasi pada musim panas tahun itu. Menurut Ukrainska Pravda, Ukraina menerima gelombang pertama F-16 Belanda pada bulan Oktober 2024, sementara pengiriman kedua selesai pada bulan Februari 2025, seperti yang diumumkan oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Siaran pers tersebut menambahkan bahwa keterlibatan Belanda dalam program F-16 Ukraina “masih jauh dari selesai,” bersama dengan Denmark dan Amerika Serikat, Belanda memimpin koalisi F-16 internasional untuk terus memberikan paket dukungan total untuk menjaga F-16 tetap mengudara. Dukungan tersebut mencakup pelatihan, suku cadang, amunisi, dan bahan bakar.
Belanda dan Denmark awalnya memimpin upaya untuk memasok F-16 ke Ukraina pada Agustus 2023, dan program pelatihan untuk pilot Ukraina disiapkan di Denmark, Inggris, AS, dan Rumania. Pusat Pelatihan F-16 Eropa (EFTC) di Baza 86 Aeriana Fetesti, di Rumania, merupakan upaya paling maju, bahkan instruktur dari Lockheed Martin disebut-sebut terlibat.
Batch Perdana Jet Tempur F-16 Fighting Falcon Telah Tiba di Ukraina
Pada Mei 2024, Belgia mengumumkan akan mentransfer 30 jet tempur F-16AM ke Ukraina dalam paket bantuan militer senilai €977 juta. Selain 30 pesawat dari Belgia dan 24 dari Belanda, 19 unit F-16 dari Denmark dan 12 unit dari Norwegia juga diharapkan, yang menjadikan jumlah F-16 yang diharapkan akan dikirim ke Kyiv menjadi 85, dari 55 awal unit.
Sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Belanda masih memiliki 42 unit F-16. Paket F-16 untuk Ukraina juga akan mendapatkan modifikasi MLU (Mid Life Update) Block 50/52.
[the_ad id=”77299″]
F-16 Block 20 MLU dilengkapi dengan radar AN/APG-66(V)2A yang baru. Radar memiliki peningkatan kecepatan tujuh kali lipat dari versi sebelumnya. Sistem ini dapat mendeteksi ancaman udara pada jarak lebih dari 110 kilometer. Pembaruan MLU menghadirkan sistem peperangan elektronik baru dan avionik yang diperbarui. F-16 Block 20 MLU dapat meluncurkan rudal udara-ke-udara AIM-120 AMRAAM dengan jangkauan lebih dari 100 km.
Hingga akhir Mei 2025, Ukraina telah kehilangan tiga jet tempur F-16 dalam konflik dengan Rusia. Berikut rincian insiden tersebut
1. 26 Agustus 2024 – Kehilangan Pertama
Pesawat F-16 jatuh saat menanggapi serangan rudal dan drone Rusia. Pilot Letnan Kolonel Oleksii “Moonfish” Mes tewas dalam insiden ini.
2. 12 April 2025 – Kehilangan Kedua
F-16 ditembak jatuh oleh rudal Rusia saat menjalankan misi operasional. Pilot Kapten Pavlo Ivanov gugur dalam insiden ini. Lokasi diduga terjadi di wilayah Sumy, Ukraina.
3. 16 Mei 2025 – Kehilangan Ketiga
F-16 hilang kontak selama misi untuk menanggapi serangan udara Rusia. Pilot berhasil melontarkan diri dan selamat. (Gilang Perdana)
Bukan oleh Sengatan Rudal Rusia, Ukraina Kehilangan F-16 Pertama dengan Pilot Tewas


