Babak Baru, Korps Marinir Korea Selatan Operasikan High Speed Combat Boat

Seperti halnya di Indonesia, Korps Marinir di Korea Selatan adalah elemen tempur yang berada di bawah angkatan laut, dan pada 11 Desember 2025, Korps Marinir Korea Selatan (Korsel) mendapatkan perkuatan berupa hadirnya alutsista baru, yaitu kapal tempur (combat vessel), yang merupakan pertama kali diadopsi oleh Korps Marinir Negeri Ginseng.

Baca juga: KMC Komando – Combat Boat TNI AD Dengan Remote Control Weapon System

Korps Marinir Korsel (ROK Marine Corps) dan Defense Acquisition Program Administration (DAPA) meluncurkan High-Speed Combat Boat (HCB-001), yang diberi nama Marlin, di Galangan Kapal Gangnam di Saha-gu, Busan.

High Speed Combat Boat dirancang untuk mengungguli kapal karet dan rigid inflatable boats yang lebih tua yang dimiliki Korps Marinir dalam hal kecepatan, perlindungan, dan daya tembak.

Pihak angkatan laut mengatakan platform baru ini lebih cepat, menawarkan kemampuan perlindungan yang lebih tinggi, dan membawa persenjataan yang lebih kuat daripada rigid inflatable boats yang selama ini digunakan oleh unit Marinir.

Marlin dilengkapi dengan Remote Controlled Weapon Station (RCWS), memungkinkan senjata dioperasikan dari dalam kabin yang terlindungi. Dengan menerapkan sistem propulsi waterjet yang dikembangkan di dalam negeri, kapal ini mampu memiliki mobilitas tinggi, termasuk operasi di perairan dangkal. Korps Marinir mengatakan kapal tersebut dapat mencapai kecepatan hingga 80 kilometer per jam bahkan di daerah perairan dangkal.

Untuk meningkatkan daya tahan, panel anti peluru telah dipasang di bagian-bagian penting lambung dan kabin. Para pejabat pertahanan mengatakan ini menandai perubahan yang jelas dari kapal-kapal Korps Marinir sebelumnya, yang memiliki struktur terbuka dan menawarkan sedikit perlindungan dari tembakan musuh atau paparan lingkungan. Desain baru ini mencakup kabin tertutup yang melindungi awak dari angin, hujan, dan gelombang, sekaligus meningkatkan kondisi kerja secara keseluruhan selama operasi yang panjang.

Patkamla Yapero III – Combat Boat 18M Lantamal XI Merauke, Lincah dengan Kemampuan Serbu Amfibi

High Speed Combat Boat memiliki panjang sekitar 18 meter, sekitar setengah ukuran kapal patroli berkecepatan tinggi Cheonjungbong class milik Angkatan Laut Korea Selatan.

Meskipun ukurannya lebih kecil, Korps Marinir mengatakan kapal ini dirancang untuk misi respons cepat, termasuk keamanan pantai, dukungan amfibi, dan pergerakan pasukan yang cepat di lingkungan maritim yang diperebutkan.

Kapal ini dirancang dan dibangun di dalam negeri. Menurut Korps Marinir, kontrak konstruksi dengan Gangnam Co., Ltd. ditandatangani pada Juli tahun lalu. Konstruksi dimulai pada Mei tahun ini, diikuti dengan upacara peletakan lunas pada bulan Agustus. Peluncuran ini menandai selesainya pembangunan lambung kapal sebelum memasuki fase pengujian dan evaluasi.

X38 Combat Boat Kopaska: Dipercaya Untuk Evakuasi Darurat VVIP

Setelah uji coba, Marlin dijadwalkan akan diserahkan kepada Korps Marinir pada Desember tahun depan. Setelah penyerahan, kapal akan menjalani proses integrasi daya sebelum memasuki penempatan operasional.

Para pejabat Marinir menyoroti bahwa kapal baru ini mengatasi kekurangan yang telah lama ada dalam armada kapal kecil Korps Marinir. Kapal berkecepatan tinggi yang lebih tua hampir tidak memiliki fitur pelindung dan mengekspos awak kapal langsung terhadap kondisi cuaca dan laut, sehingga membatasi daya tahan dan keselamatan operasional. Korps Marinir mengatakan bahwa bagian-bagian berlapis baja dan tata letak tertutup Marlin merupakan langkah maju dalam hal kemampuan bertahan hidup dan efektivitas misi.

Saab Perkenalkan CB90 HSM – Combat Boat dengan Perfoma Lebih Tangguh

Nama “Marlin” dipilih berdasarkan ikan predator besar yang dikenal karena kecepatan dan manuver agresifnya. Korps Marinir mengatakan bahwa simbolisme tersebut selaras dengan peran yang dimaksudkan untuk platform tersebut.

Komandan Korps Marinir Joo Il-seok menggambarkan program tersebut sebagai tonggak sejarah bagi angkatan laut. “High Speed Combat Boat adalah pertama diperkenalkan untuk Korps Marinir, sebuah kekuatan yang mengintegrasikan teknologi pembuatan kapal dalam negeri dan ilmu pertahanan,” katanya.

Di Indonesia, High Speed Combat Boat bukan sesuatu yang asing, jenis kapal ini tercatat telah dioperasikan oleh TNI AD dan Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL. Namun, secara spesifik jenis kapal ini belum dimiliki oleh Korps Marinir TNI AL. (Gilang Perdana)

Kalashnikov BK-16 – Bakal Jadi Lawan Berat Saab Combat Boat CB90