Pensiunkan Shenyang J-11A, Cina Sulap Armada Flanker Tua Jadi Sarana Pelatihan Kru Darat

Angkatan Udara Cina (PLAAF) kini tengah melakukan langkah besar dalam modernisasi kekuatannya. Jet tempur Shenyang J-11A, varian awal keluarga Flanker yang dirakit berdasarkan lisensi Rusia, mulai ditarik dari tugas operasional garis depan. Namun, alih-alih berakhir di tempat pembuangan, armada ini dialihkan ke pusat-pusat pendidikan elit, terutama Air Force Engineering University (AFEU).
Baca juga: Jajal Dogfight, J-11 (Sukhoi Su-27) Kalah Telak dari Gripen, Ini Dia Sebabnya!
Berdasarkan laporan terbaru, pengalihan unit J-11A ke institusi pendidikan militer ini bertujuan untuk memastikan teknisi masa depan PLAAF memiliki pengalaman praktis pada pesawat tempur berat yang sebenarnya.
Air Force Engineering University (AFEU) yang berpusat di Xi’an, Provinsi Shaanxi, merupakan institusi pendidikan militer tertinggi di Cina yang fokus pada teknologi kedirgantaraan. Dengan dikirimnya unit J-11A ke kampus ini, para mahasiswa teknik militer di sana tidak lagi hanya belajar dari buku atau simulator.
Unit-unit J-11A kini mengisi hanggar-hanggar di AFEU sebagai alat peraga utama. Mahasiswa dapat melakukan praktik langsung mulai dari bongkar pasang mesin Saturn AL-31F hingga troubleshooting sistem kontrol penerbangan. Di Xi’an, J-11A juga digunakan untuk meriset metode pemeliharaan baru yang nantinya akan diterapkan di seluruh pangkalan udara Cina.

J-11A adalah “darah Rusia” dalam tubuh PLAAF. Pesawat ini pada dasarnya adalah Sukhoi Su-27SK yang dikirim dalam bentuk kit dari Rusia dan dirakit oleh Shenyang Aircraft Corporation (SAC) pada akhir 1990-an.
Karena menggunakan sasis yang masih identik dengan varian yang lebih baru, J-11A menjadi alat peraga yang sempurna. Para siswa di AFEU mendapatkan keuntungan strategis, yaitu belajar menangani sistem hidrolik, kelistrikan, dan mesin pada airframe (rangka) nyata. Memahami J-11A adalah kunci untuk merawat varian yang lebih modern seperti J-11B, J-15, dan J-16 karena semuanya berbagi fondasi desain Flanker yang sama.
Mempertahankan J-11A di garis depan kini dianggap tidak efisien bagi PLAAF. Sistem avioniknya yang masih menggunakan teknologi awal Rusia kalah jauh dibandingkan radar AESA pada jet modern seperti J-10C atau J-20.
Jet Tempur Shenyang J-11 – Terlahir dari Pengingkaran Perjanjian Lisensi Cina Kepada Rusia
Dengan memindahkan J-11A ke institusi seperti AFEU, maka fokus operasional unit garis depan kini sepenuhnya bisa menggunakan jet tempur modern buatan domestik Kemandirian Cina tidak perlu lagi membebani jalur logistik dengan mengimpor suku cadang Rusia untuk unit tempur utama, sementara unit pensiun tetap bisa dimanfaatkan untuk ilmu pengetahuan. Setiap lulusan AFEU dipastikan sudah “kenyang” pengalaman teknis sebelum diterjunkan ke unit operasional.
Langkah Cina mengirim armada J-11A ke Air Force Engineering University di Xi’an adalah bukti kecerdikan dalam mengelola siklus hidup alutsista. Pensiunnya J-11A justru memperkuat pondasi logistik mereka dengan melahirkan teknisi-teknisi yang terampil untuk mendukung supremasi udara Cina di masa depan. (Gilang Perdana)
Nekat Terbang Hanya 3 Meter dari Pembom B-52, Inilah Profil Jet Tempur Cina Shenyang J-11


