Dubai Airshow 2025: Kalashnikov Tampilkan Integrasi Drone Intai SKAT 350M dan Drone Kamikaze KUB-2E

Kalashnikov yang dikenal sebagai manufaktur senjata genggam, pada ajang Dubai Airshow 2025 menampilkan dua produk drone, yaitu SKAT 350M dan KUB-2E. Kedua drone ini ditawarkan sebagai sistem terintegrasi yang memiliki peran yang saling melengkapi di medan tempur. SKAT 350M untuk mata pengintai yang persisten, dan KUB-2E sebagai amunisi loitering (drone kamikaze) yang mematikan.
Baca juga: Kalashnikov KUB-UAV- Jawaban Rusia di Segmen Drone Kamikaze
SKAT 350M
SKAT 350M adalah UAV kelas ringan yang dirancang untuk pengintaian, pengawasan, dan dukungan operasi darat secara berkelanjutan, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem. Drone ini dirancang dengan desain sayap terbang (flying wing) yang diperkuat, didorong oleh baling-baling penarik (pulling propeller) bertenaga motor listrik minim suara.
Payload yang dibawa mencakup sistem optik-elektronik gyrostabilized berbentuk bola dengan kamera resolusi tinggi HD, kamera termal (infra merah) untuk operasi malam, dan modul multi-spektral. Fitur lain termasuk algoritma modern untuk pelacakan target otomatis dan dapat dilengkapi sistem identifikasi IFF (Friend-or-Foe).

SKAT 350M punya berat sekitar 14 – 15 kg dan rentang sayap 3,5 meter. Drone intai ini punya daya tahan terbang hingga 4 jam (240 menit) dan jarak tempuh misi 240 km per sortie, serta mampu terbang sampai ketinggian maksimum 6.000 km.
KUB-2E
KUB-2E (KUB-2 Export) adalah versi ekspor yang ditingkatkan dari amunisi loitering (drone kamimaze) KUB. Peningkatan ini memungkinkan drone untuk menargetkan objek bergerak dengan presisi, jauh lebih canggih daripada pendahulunya. KUB-2E mampu bermanuver dan melakukan serangan menukik ke target yang lokasinya bisa berubah berkat electro optical guidance.
Drone kamikaze ini disebut dapat beroperasi siang atau malam, dalam asap dan debu, dan di area dengan gangguan electronic warfare (EW) pasif dan aktif. Dengan berat sekitar 10 kg, KUB-2E mampu beroperasi pada suhu -40°C hingga +50°C.
Diserang Drone Kamikaze Rusia, MBT M1A1 Abrams SA Ukraina Rontok Perdana
SKAT 350M dan KUB-2E dirancang untuk beroperasi sebagai kompleks terintegrasi, SKAT 350M mendeteksi target dan menentukan koordinatnya secara real-time, kemudian data tersebut dikirimkan ke operator KUB-2E.
Selanjutnya operator meluncurkan KUB-2E untuk menyerang target, dengan panduan real-time menggunakan sistem optik elektroniknya. Setelah serangan, SKAT 350M dapat digunakan untuk melakukan penilaian kerusakan pasca-serangan (Post-Strike Damage Assessment). (Haryo Adjie)



Mangsa empuk dari S-60 dan Oerlikon ini.