Dassault Aviation Bangun Fasilitas MRO Rafale di India, Jalan Produksi Lokal Jet Tempur Perancis

Lantaran dianggap sebagai pasar besar yang menciptakan keuntungan jangka panjang, maka Dassault Aviation mengambil langkah strategis untuk memenangkan proyek pengadaan jet tempur (lanjutan) Rafale di India. Mendukung strategi “Make in India” atau ‘Atmanirbhar’ dalam manufaktur pertahanan lokal, Dassault Aviation mengumumkan rencana untuk mendirikan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan, atau maintenance and overhaul (MRO) di India.

Baca juga: Perancis Tawarkan India Bangun Basis Produksi Rafale, Inilah Syaratnya

Laporan media India pada 2 Juli lalu menyatakan bahwa Dassault Aviation sedang dalam proses pembelian tanah di dekat Bandara Internasional Jewar, dekat ibu kota India, Delhi, yakni untuk mendirikan fasilitas MRO untuk jet tempur Mirage 2000 dan Rafale milik Angkatan Udara India.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa fasilitas tersebut kemungkinan akan membuka pintu bagi produksi lokal varian Rafale terbaru untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang Angkatan Udara India (IAF), yakni pengadaan berupa 100 unit Rafale selama 20 tahun ke depan.

Dengan basis manufaktur lokal, maka memungkinkan India kelak memproduksi Rafale di dalam negeri dan menjualnya secara lisensi ke pasar internasional.

Di bawah kampanye “Make in India”, Dassault Aviation dan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron telah berjanji untuk memproduksi pesawat tempur Rafale di India, meskipun terjadi pergolakan politik baru-baru ini di Perancis. Hal ini juga mencakup pemenuhan persyaratan IAF dengan menggunakan komponen yang dipasok secara lokal. Namun, realisasi yang diwujudkan baru menyepakati pembangunan fasilitas MRO untuk saat ini.

AL India Akhirnya Pilih Rafale-M, Meski F/A-18 Super Hornet Unggul di Beberapa Poin

Selama Aero India 2019, CEO Dassault Aviation Eric Trappier mengatakan bahwa perusahaannya tidak dapat membangun jalur produksi atau memproduksi suku cadang Rafale di India dengan hanya mengandalkan pesanan 36 unit Rafale saat ini. Ia menyatakan bahwa pesanan setidaknya 100 pesawat tempur Rafale dapat mengarah pada pendirian jalur produksi di India. Ini diluar kesepakatan kontrak 26 unit Rafale M (naval version) untuk Angkatan Laut India.

Akuisisi Dassault Aviation atas lahan untuk mendirikan MRO yang didedikasikan untuk jet tempur buatan Perancis merupakan hal yang signifikan karena hal ini terjadi pada saat produsen mesin Safran SA sedang membangun fasilitas MRO di Hyderabad—di sebelah pabrik mesin LEAP untuk pesawat sipil—untuk melayani mesin tempur Rafale, yang mana fasilitas ini akan beroperasi pada tahun 2025. (Gilang Perdana)

Safran (Perancis) Siap Berikan Alih Teknologi 100% untuk Mesin Jet Tempur Stealth AMCA India

One Comment