BMPT Terminator: Kenapa Ranpur Rusia Ini Dijuluki ‘Benteng Bergerak’ yang Sulit Dihancurkan?

Dirproduksi oleh Uralvagonzavod (UVZ), BMPT Terminator dikenal sebagai ranpur (kendaraan tempur) yang unik, pasalnya BMPT “Terminator” dirancang secara khusus agar sulit dihancurkan, terutama dalam pertempuran jarak dekat atau perang perkotaan. Namun, sulit dihancurkan tidak sama dengan “tidak bisa dihancurkan.”

Baca juga: BMPT Terminator – Jadi Pelindung MBT, Terlahir untuk Menghadapi Perang di Perkotaan

Ada beberapa aspek yang mengindikasikan bahwa BMPT Terminator memang ranpur yang bandel dan sulit untuk dihancurkan. Yang utama adalah urusan sasis, BMPT dibangun di atas sasis tank Main Battle Tank (MBT) T-72 atau T-90 (untuk varian Terminator 1/2). Ini berarti Terminator mewarisi tingkat perlindungan lapis baja dasar yang setara dengan MBT, yang memang dirancang untuk menahan tembakan langsung.

BMPT, terutama yang berbasis T-90, dilengkapi dengan Kontakt-5 atau lapisan ERA (Explosive Reactive Armour) canggih lainnya. ERA dirancang untuk meledak ke luar saat terkena proyektil (seperti RPG atau rudal anti-tank), mengganggu dan mengurangi daya tembus hulu ledak.

Persenjataan utama (kanon 30mm dan rudal Ataka) dipasang pada turret yang sebagian besar tidak berawak (meskipun kru operator duduk di bawah). Ini meningkatkan kelangsungan hidup kru karena amunisi utama dan komponen sensitif berada di luar kompartemen kru, berbeda dengan desain IFV konvensional.

BMPT sendiri lahir dari pelajaran pahit pada Perang Chechnya Pertama, di mana tank-tank Rusia rentan terhadap serangan infanteri di daerah perkotaan (terutama dari atas dan samping dengan RPG). Untuk itu, BMPT memiliki sistem senjata yang dirancang untuk menekan infanteri musuh secara brutal dan simultan dari segala arah (dengan meriam kembar 30 mm, peluncur granat, dan senapan mesin), sehingga infanteri tidak sempat melakukan serangan anti-tank terfokus.

Berbeda dengan desain Barat yang sering menempatkan bahan bakar di luar kompartemen kru, maka tank Rusia, termasuk sasis Terminator, menggunakan tangki internal yang diposisikan di lokasi yang seharusnya adalah rak amunisi, terutama di bagian depan lambung (hull). Tangki ini sering dibangun dengan dinding ganda atau memiliki konstruksi self-sealing (menyegel diri sendiri). Jika tangki tertembus, cairan bahan bakar (yang biasanya solar/diesel) akan tumpah tetapi dirancang untuk tidak langsung meledak dan bahkan berfungsi sebagai lapisan pelindung tambahan untuk kompartemen kru di belakangnya.

Dengan Proteksi Ekstra, Uralvagonzavod Kirim Batch Terbaru BMPT Terminator untuk Angkatan Darat Rusia

Di beberapa desain (terutama modifikasi T-90), bahan bakar juga disimpan di tempat yang dulunya adalah penyimpanan amunisi utama, mengurangi risiko ledakan katastropik (catastrophic explosion) dari amunisi yang terpukul.

Meskipun Terminator sangat kuat dalam teori dan desain, di medan tempur modern (seperti yang terlihat di Ukraina), setiap kendaraan lapis baja tetap memiliki kerentanan. Seperti MBT, BMPT rentan terhadap serangan dari atas (top-attack), baik dari amunisi artileri presisi maupun drone FPV yang semakin banyak digunakan. Beberapa laporan menyebutkan BMPT dapat dihancurkan oleh tembakan artileri yang akurat, karena lapis baja atasnya yang lebih tipis.

Jumlah pasti unit Terminator (BMPT) yang hancur, rusak, atau ditangkap oleh Ukraina tergolong sangat rendah dibandingkan dengan tank atau IFV Rusia lainnya. Hingga saat ini, laporan yang dikonfirmasi secara visual mencatat 1 unit Hancur (Destroyed), beberapa unit rusak atau ditinggalkan.

Angka yang sangat rendah bukan semata-mata karena ketahanannya yang luar biasa, tetapi juga karena Rusia hanya mengerahkan BMPT dalam jumlah yang sangat terbatas (diperkirakan hanya belasan unit) ke Ukraina, menjadikannya aset yang sangat langka dan hati-hati digunakan.

Rusia Bukan Pengguna Terbesar
Sebagai negara pengembang dan produsen utama, Rusia secara resmi mengadopsi Terminator ke dalam layanan militernya pada tahun 2018, meskipun dalam jumlah terbatas (sekitar 10-20 unit telah dikerahkan ke Divisi Tank di Distrik Militer Pusat sebelum konflik Ukraina). Model yang dioperasikan sebagian besar adalah BMPT Terminator 2 (berbasis sasis T-72) dan Terminator 1 (berbasis sasis T-90).

Sementara, operator Terminator terbesar, dengan pesanan dan pengiriman yang signifikan adalah Aljazair, beberapa sumber menyebut hingga 300 unit.

Ada beberapa alasan utama mengapa Rusia, sebagai negara pembuat, justru lambat dan minim dalam mengadopsi Terminator secara massal, pada awalnya, Angkatan Darat Rusia tidak sepenuhnya yakin unit mana yang harus mengoperasikan BMPT.

Tanker (awak tank) merasa itu bukan tugas mereka, dan Infanteri Mekanis (yang seharusnya mendapat dukungan) merasa lebih baik membeli IFV modern yang juga bisa membawa pasukan. Terminator adalah kendaraan niche (ceruk) yang tidak sepenuhnya cocok dengan struktur resimen tempur tradisional Rusia. Menggunakan Terminator secara efektif membutuhkan perubahan signifikan dalam taktik pertempuran. Rusia secara historis lambat dalam mengimplementasikan perubahan doktrin di tingkat resimen.

Sedangkan Aljazair membeli begitu banyak, kemungkinan karena melihat Terminator sebagai solusi sempurna dan off-the-shelf (siap pakai) untuk melindungi armada tank mereka di lingkungan perkotaan atau pegunungan yang kompleks dari serangan infanteri. Ini adalah tugas yang tidak dapat dilakukan secara efektif oleh tank utama mereka sendiri.

Ditambah, BMPT-72 menggunakan sasis dan mesin yang sama dengan tank T-72 Aljazair. Persenjataan utamanya (kanon otomatis 30 mm 2A42) juga digunakan pada IFV mereka (seperti BMP-2 yang dimodifikasi). (Gilang Perdana)