Dassault Aviation Luncurkan Proyek “Vortex” – Pesawat Luar Angkasa Reusable Multimisi, Termasuk Misi Militer Secara Otonom

Setelah meraih sukses di segmen produksi jet tempur dan jet bisnis, Dassault Aviation punya rencana besar di masa depan, selain melanjutkan proyek jet tempu generasi keenam FCAS (Future Combat Air System), manufaktur dirgantara asal Perancis ini ternyata punya obsesi untuk menggarap segmen pesawat luar angkasa.

Baca juga: Spektakuler di Luar Dugaan, Jet Tempur Stealth Misterius ‘Generasi Keenam’ Cina Terbang Perdana

Di Paris Airshow 2025, Dassault Aviation meluncurkan apa yang disebut “Vortex (Véhicule Orbital Réutilisable de Transport et d’Exploration)” yang berarti Kendaraan Eksplorasi dan Transportasi Orbital yang Dapat Digunakan Kembali (Reusable). Untuk itu, Dassault telah menandatangani perjanjian dengan Badan Antariksa Eropa – European Space Agency (ESA) dan Angkatan Bersenjata Perancis untuk memetakan jalur menuju demonstrasi konsep pesawat luar angkasa di orbit Bumi rendah atau low-Earth orbit (LEO).

Vortex menandai masuknya Dassault ke dunia pesawat luar angkasa yang dapat digunakan kembali (reusable) yang semakin kompetitif. Dalam beberapa hari setelah peluncurannya, konsep tersebut menarik perhatian ESA, yang tengah mencari mitra komersial untuk memperkuat posisi Eropa dalam industri antariksa di bawah inisiatif Explore 2040.

“Memperluas basis industri Eropa adalah kunci bagi munculnya peluang baru dalam eksplorasi antariksa, yang bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak otonomi,” kata Daniel Neuenschwander, ESA director of Human and Robotic Exploration.

ESA mengisyaratkan minatnya untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi versi uji coba suborbital Vortex. Sementara para mitra akan mempelajari apa saja yang mungkin diperluka dan mengeksplorasi jenis muatan (payload) apa yang dapat diluncurkan ke LEO.

Menteri Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Perancis Sébastien Lecornu dan CEO Dassault Eric Trappier membuat kesepakatan untuk mendukung pengembangan demonstrator Vortex. Tujuan pengujian meliputi kontrol penerbangan, penerbangan hipersonik, dan teknologi perlindungan termal canggih. Selain penelitian sipil dan transportasi orbital, Dassault yakin Vortex juga dapat melakukan misi militer secara otonom.

“Seperti pesawat sipil dan militer Dassault Aviation, pesawat antariksa Vortex dirancang agar sangat serbaguna,” kata Trappier. “Pesawat ini akan berkontribusi untuk mengubah penggunaan sektor antariksa dan membuka bidang aplikasi baru.”

Vortex disebut sebagai desain multiguna untuk berbagai misi komersial, sains, dan militer yang berbeda. Di antara fitur utamanya adalah dapat digunakan kembali, yang dapat mengurangi biaya dan waktu peluncuran dibandingkan dengan wahana sekali pakai.

Dassault mengatakan bahwa Vortex akan mampu lepas landas dan mendarat di landasan pacu standar, terbang melalui atmosfer seperti pesawat ke orbit, di mana ia dapat melepaskan platform terbang bebas otonom. Spesifikasi awal mencakup ketersediaan ruang muatan yang besar.

Dassault memproyeksikan banyak aplikasi untuk Vortex, termasuk transportasi ke dan dari stasiun luar angkasa. Misalnya, beberapa perusahaan swasta—banyak di antaranya adalah mitra NASA kini sedang mengembangkan alternatif komersial yang dapat menggantikan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menjelang akhir dekade ini. Vortex dapat menyebarkan, memposisikan, memelihara, dan mengambil satelit di LEO. Vortex juga dirancang untuk pengiriman kargo dan intervensi luar angkasa.

[the_ad id=”77299″]

Dassault mengatakan akan mencari kemitraan internasional dan publik-swasta “dengan pemain terbaik di sektor orbital” untuk menyesuaikan pesawat antariksa bagi pelanggan. Itu berarti kolaborasi dengan ESA dan Angkatan Bersenjata Perancis bisa menjadi yang pertama dari banyak kolaborasi.

Langkah pertama para mitra tersebut adalah penerbangan demonstran skala sepertiga, yang memastikan bahwa sistem Vortex berfungsi bahkan selama fase masuk kembali yang penuh gejolak. Selain itu, Dassault merencanakan penerbangan “smart free flyer” skala dua pertiga dan varian kargo dan awak skala penuh. (Gilang Perdana)

Cina Luncurkan ‘Baidi’ – Jet Tempur Generasi Keenam yang Bisa Beroperasi di Atmosfer Bumi dan Luar Angkasa