Prototipe Kedua Jet Latih Tempur Hurjet Terbang Perdana, Dilengkapi ‘Wingtip Hardpoint’ dan Radar AESA Murad

Prototipe kedua jet latih/tempur riingan Hurjet produksi Turkish Aerospace Industries (TAI) pada 12 November 2024, berhasil melakukan uji penerbangan perdana. Prototipe kedua Hurjet memperkenalkan beberapa modifikasi, termasuk radome yang diperbesar, wingtip hardpoint untuk rudal udara-ke-udara, dan desain pada bagian depan air intake.

Baca juga: Radar AESA Murad (Turki) Berpotensi Tandingi AN/APG-83 SABR untuk Upgrade F-16 Viper

Radome yang lebih besar pada prototipe kedua Hurjet digadang agar mampu mengakomodasi sistem radar active electronically scanned array (AESA) ‘Murad’ produksi Aselsan yang meningkatkan kemampuan deteksi. Penerbangan perdana prototipe kedua Hurjet terbang selama 26 menit dan mencapai ketinggian 10.000 kaki (3.048 meter) dan kecepatan 200 knot (370 km per jam) saat melakukan uji manuver.

Pada prototipe kedua ini, TAI menyempurnakan berbagai fungsi baik sebagai pesawat latih canggih maupun pesawat tempur ringan, Hurjet akan melakukan dukungan udara jarak dekat dan misi tempur terbatas dalam konfigurasi tempur ringannya, sekaligus menawarkan opsi yang hemat biaya dibandingkan dengan jet tempur konvensional.

Dari roadmap, TAI berencana untuk mulai mengirimkan unit perdana Hurjet pada Angkatan Udara Turki pada tahun 2026. Hadirnya hardpoint pada winglet di ujung sayap menunjukkan bahwa Hurjet memasuki fase pengujian senjata, dengan kemampuan untuk membawa rudal udara-ke-udara jarak dekat Bozdogan. Penyesuaian pada desain bagian depan juga selaras dengan peningkatan fungsional ini saat prototipe maju melalui tahap pengujiannya.

Bagi Angkatan Udara Turki, Hurjet yang bermesin tunggal dirancang untuk menggantikan pesawat latih T-38 Talon dan jet NF-5 yang digunakan oleh tim aerobatik Turkish Stars. Ditujukan untuk berfungsi sebagai pesawat latih lanjut dan pesawat tempur ringan, Hurjet akan melakukan dukungan serangan udara jarak dekat dan misi tempur terbatas dalam konfigurasi tempur ringannya. Fleksibilitas ini meningkatkan potensinya untuk pasar ekspor, terutama di antara negara-negara yang membutuhkan kemampuan udara yang terjangkau dan serbaguna.

Sejak dimulainya proyek oleh TAI pada bulan Agustus 2017, Hurjet telah mengalami kemajuan yang berkelanjutan, dengan prototipe pertama menyelesaikan penerbangan perdananya pada bulan April 2023. Penerbangan prototipe kedua ini mengikuti tonggak sejarah lainnya, termasuk penerbangan formasi dengan drone ANKA-3 pada awal tahun 2024 dan penerbangan transonik pada bulan Juli, mencapai Mach 0,9 pada ketinggian 30.000 kaki.

Minat internasional telah ditunjukkan pada Hurjet, yang saat ini sedang dipertimbangkan untuk tender Spanyol guna menggantikan armada F-5 dan untuk pengganti T-45 Goshawk milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Bersaing dengan jet latih lain seperti Boeing T-7A Red Hawk dan KAI T-50, TAI bekerja sama dengan Sierra Nevada Corporation untuk membuat konfigurasi yang memenuhi spesifikasi Angkatan Laut AS.

Meski sejumlah negara menyatakan minat, namun tawaran TAI untuk memasok Hurjet ke Angkatan Udara Malaysia kandas, setelah Malaysia memilih KAI FA-50 Fighting Eagle.

Direktur Uji Yakovlev Ungkap Yak-130M Disiapkan untuk Ekspor, “Khususnya ke Negara yang Tidak Ingin Jet Tempur Berat dan Mahal”

TAI telah menjalin kemitraan untuk mendukung pengembangan dan potensi ekspor Hurjet. Pada bulan Juli 2024, TAI menandatangani Nota Kesepahaman dengan GE Aerospace dan Tusas Engine Industries (TEI) untuk memungkinkan perakitan dan pengujian lokal mesin GE F404 di Turki, serta untuk mendukung layanan perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan menyeluruh. Kolaborasi ini dimaksudkan untuk memperkuat kesiapan operasional dan ekspor Hurjet, karena Turki akan memperoleh kemampuan untuk mendukung mesin tersebut di dalam negeri.

Hurjet akan ditawarkan dalam beberapa konfigurasi, termasuk model latih Blok 0 dan Blok 1 serta varian Pesawat Tempur Ringan – Light Combat Aircraft (LCA). Varian LCA akan mendukung penggunaan rudal udara-ke-udara dan udara-ke-darat yang dikembangkan di dalam negeri, dengan kapasitas muatan 2.721 kilogram.

[the_ad id=”77299″]

Spesifikasi kinerja Hurjet menunjukkan kecepatan maksimum jet tempur ringan ini mencapai Mach 1,4 dan jangkauan 2.222 kilometer, dan ketinggian maksimum 45.000 kaki. Spesifikasi ini memposisikan Hurjet sebagai pilihan yang cocok untuk misi pelatihan dan operasional, memenuhi persyaratan angkatan udara untuk pesawat yang fleksibel dan modern. (Gilang Perdana)

Gantikan SF-5M Freedom Fighter, Jet Latih Tempur Hurjet (Turki) Jalani Evaluasi di Spanyol

2 Comments