Jerman, Perancis dan Spanyol Gelar “Pacific Skies 2024” – Latihan Udara Terbesar yang Akan Melintasi Ruang Udara Indonesia

Mulai 27 Juni sampai 15 Agustus 2024, Angkatan Udara Jerman, Angkatan Udara Perancis dan Angkatan Udara Spanyol, akan menggelar latihan udara terbesar yang pernah dijalankan oleh ketiga negara anggota NATO tersebut, dalam tajuk “Pacifik Skies 2024” akan melibatkan total 1.800 personel dengan dukungan alutsista yang terdiri dari 40-an pesawat udara dalam berbagai jenis, dan sesuai tajuk, latihan ini sebagian besar akan berada di Pasifik, meski total akan mencakup empat benua.
Airbus yang produknya dominan digunakan dalam Pacifik Skies 2024, menyebut dalam siaran pers bahwa misi utama Pacific Skies 2024 adalah untuk menunjukkan dedikasi Eropa terhadap kawasan Indo Pasifik dan menyoroti pentingnya kerja sama keamanan di antara mitra sekutu di kawasan terkait.
Komposisi pesawat yang dilbatkan terbilang spektakuler, mencakup jet tempur Eurofighter Typhoon dan Panavia Tornado, pesawa tanker multirole Airbus A330 MRTT, pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas dan helikopter combat/multirole Airbus H145M. Lebih rinci, Angkatan Udara Jerman mengerahkan 8 unit jet tempur Typhoon dan 12 unit Tornado, empat unit A330 MRTT, empat unit A400M Atlas dan empat helikopter H145M.

Pacific Skies, the largest oversees aerial deployment of the 🇩🇪🇫🇷🇪🇸 Air and Space Force to date, will start soon. It’ll consist of several different exercises across four continents. Together with partnering nations, the #FCAS nations will practice low-level flights, air attacks,… pic.twitter.com/wJKkXHKk0T
— Airbus Defence (@AirbusDefence) June 24, 2024
Untuk Angkatan Udara Perancis, dalam Pacific Skies 2024 tidak mengerahkan jet tempur, yang dikerahkan hanya tiga unit A400M Atlas dan tiga unit A330 MRTT. Sementara Angkatan Udara Spanyol mengerahkan empat unit Typhoon, dua unit A400M Atlas dan satu unit A330 MRTT.
Rute pertama penerbangan Pacific Skies 2024 menuju Alaska – Kanada, yang kemudian akan berlanjut ke Asia Pasifik, termasuk akan mengikuti latihan udara regional seperti Arctic Defender di Amerika Serikat, RIMPAC 2024, Nippon Skies di Jepang, Pitch Black 2024 di Australia dan Tarang Skakti 2024 di India. Beberapa kali rombongan pesawat akan transit (stop over) di beberapa negara yang disebutkan dalam peta.
¿Qué es el Pacific Skies? 🤔
El #PacificSkies24 nace con la idea de demostrar la capacidad de despliegue conjunto de tres fuerzas aeroespaciales 🇩🇪🇫🇷🇪🇸 y de operar una potente fuerza en cualquier rincón del mundo 🌍
Quédate, te lo contamos 😉👇🏼
Abrimos hilo 🧵 (1/8) pic.twitter.com/zGa2eevuuP
— Ejército del Aire y del Espacio (@EjercitoAire) April 25, 2024

Sayangnya, kelompok terbang Pacific Skies 2024 tidak menjadwalkan untuk transit di Indonesia, padahal selama ini jet tempur Eurofighter Typhoon belum pernah menyambangi bandara/lanud di Indonesia. Ruang Indonesia dalam Pacific Skies 2024 hanya digunakan untuk melintasi konvoi pesawat dari dan ke Australia. Seperti terlihat pada peta, rombongan Pacifik Skies 2024 justru akan stop over di Kuala Lumpur, Malaysia. (Gilang Perdana)
Punya Kenangan di Jakarta, Panavia Tornado Resmi Pensiun dari AU Inggris



A400M yg katanya ingin dibeli indonesia gimana ya? Hanya koar² ?
……Aus der BUNDESWEHR
https://youtu.be/xyzq6u0h2_I?si=57txJbLozzFaosiq
Dengan jumlah seperti itu, tidak cocok untuk show of force di Pasifik. China takkan terpengaruh dg hal itu. Akan lebih bagus jika mereka bisa menerbangkan hingga 100 pespur sekalian.
Kalo ijin melintasnya ditolak kira-kira bagaimana ya.