52 Tahun Kamov Ka-27: Ikon Rotor Koaksial yang Tetap Tak Tergantikan di Dek Kapal Perang Rusia

Tepat pada hari ini, 24 Desember 2025, dunia kedirgantaraan merayakan peringatan 52 tahun sejak helikopter Kamov Ka-27, yang dikenal oleh NATO dengan sebutan “Helix”, pertama kali mengudara. Sejak debutnya pada malam Natal tahun 1973, helikopter ini tidak hanya menjadi tulang punggung kekuatan maritim Rusia, tetapi juga mengukuhkan reputasi Biro Desain Kamov sebagai maestro teknologi rotor koaksial di dunia.

Baca juga: Ini Dia! 10 Helikopter Anti Kapal Selam Paling Mematikan

Sejarah mencatat bahwa pada 24 Desember 1973, prototipe pertama Ka-27 melakukan lepas landas perdana di fasilitas pengujian Kamov di Lyubertsy, dekat Moskow. Di bawah pengawasan desainer legendaris Nikolay Kamov, helikopter ini berhasil menjalani uji terbang stabil selama kurang lebih 45 menit.

Penerbangan tersebut membuktikan bahwa konsep rotor tumpuk (koaksial) yang diusung Kamov mampu memberikan efisiensi daya angkat yang luar biasa, bahkan dalam kondisi cuaca musim dingin yang ekstrem. Keberhasilan ini menjadi lampu hijau bagi Angkatan Laut Uni Soviet untuk menggantikan peran pendahulunya, Ka-25, dengan mesin yang jauh lebih bertenaga dan canggih.

Pengembangan Ka-27 dimulai pada akhir 1960-an untuk menjawab ancaman kapal selam nuklir Barat yang semakin sulit dideteksi. Uni Soviet membutuhkan helikopter yang ringkas namun mampu membawa peralatan sonar dan persenjataan berat.

Keunggulan utama Ka-27 terletak pada desain rotor koaksial (dua set baling-baling yang bertumpuk dan berputar berlawanan arah). Desain ini menghilangkan kebutuhan akan rotor ekor (tail rotor), yang memberikan beberapa keuntungan taktis yang signifikan. Tanpa ekor yang panjang, Ka-27 memiliki ukuran fisik yang jauh lebih kecil, sehingga sangat mudah dioperasikan dari dek kapal perang yang sempit.

Helikopter ini juga jauh lebih stabil saat menghadapi angin samping (crosswind) yang kencang di tengah lautan, sebuah kondisi yang sering menyulitkan helikopter konvensional.

Kamov Ka-27 melepaskan torpedo.

Untuk urusan daya angkat, seluruh tenaga mesin disalurkan untuk daya angkat vertikal, tanpa ada energi yang terbuang untuk menggerakkan rotor ekor.

Ka-27 ditenagai oleh dua mesin turboshaft Isotov TV3-117V, yang masing-masing menghasilkan daya sekitar 2.225 tenaga kuda. Secara teknis, helikopter ini mampu melesat hingga kecepatan maksimum 270 km/jam dengan jangkauan operasional mencapai 980 kilometer.

Kamov Ka-27 dilengkapi hoist dalam misi SAR.

Untuk misi tempur, Ka-27 dapat membawa torpedo homing, bom kedalaman (depth charges), hingga sonar aktif dan pasif untuk melacak keberadaan kapal selam di kedalaman samudera. Fitur keselamatannya pun unik; helikopter ini dilengkapi dengan sistem pelampung darurat yang dapat mengembang otomatis jika harus melakukan pendaratan darurat di permukaan air.

Kesuksesan desain Ka-27 melahirkan keluarga besar helikopter Kamov yang terus digunakan hingga saat ini. Varian paling terkenal adalah Kamov Ka-32, versi sipil yang diakui dunia sebagai “truk udara” terbaik. Karena tidak memiliki rotor ekor, Ka-32 sangat presisi saat digunakan untuk mengangkat beban eksternal (sling load), memadamkan kebakaran hutan dengan bambi bucket, hingga konstruksi di puncak gedung tinggi.

Kamov Ka-32A11M – Firefighting Helicopter Rusia dengan Teknologi Glass Cockpit

Selain Ka-32, desain rotor koaksial Ka-27 juga diadopsi secara radikal pada helikopter serang Ka-50 Black Shark dan Ka-52 Alligator. Kemampuan manuver ekstrem yang dimiliki helikopter tempur modern Rusia tersebut merupakan warisan langsung dari stabilitas yang pertama kali disempurnakan pada proyek Ka-27 lima dekade silam.

Hingga kini, lebih dari 50 tahun sejak penerbangan pertamanya, Ka-27 masih menjadi pemandangan umum di atas kapal-kapal penjelajah dan kapal induk Rusia serta beberapa negara lain seperti Cina, India, dan Vietnam.

Meskipun teknologi elektronik di dalamnya telah mengalami modernisasi menjadi standar Ka-27M, bentuk fisik dan konsep rotor koaksialnya tetap sama—membuktikan bahwa desain yang lahir pada 24 Desember 1973 adalah sebuah mahakarya rekayasa yang melampaui zamannya. (Haryo Adjie)

[Video] Helikopter Kamov Ka-29 Helix-B AL Rusia Buru dan Hancurkan USV Kamikaze Ukraina

2 Comments