Pelatihan DDF 550 Tuntas, Korps Marinir Kini Siap Laksanakan Perang Elektronika

Setelah menjalani pelatihan selama tujuh hari, 29 orang prajurit Korps Marinir perwakilan dari Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Yonkomelk) Jakarta dan Surabaya serta perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Diskomlek) Korps Marinir TNI AL siap mengoperasikan alat komunikasi generasi terbaru Digital Direction Finder (DDF) 550 buatan Rohde&Schwarz, Jerman.
Dikutip dari siaran pers Dispen Korps Marinir (23/5/2017), dalam pelatihan sebagai salah satu media Transfer of Technology (ToT) yang digelar di markas Yonkomlek-2 Marinir Jakarta tersebut, peserta pelatihan secara umum telah memahami dan siap untuk mengoperasikan alat tersebut di medan operasi terutama untuk mengantisipasi dan menghadapi model peperangan elektronika atau electronic warfare sebagai salah satu ciri peperangan masa depan. Pelatihan dimulai pada Senin (15/5/2017) lalu dan berakhir pada Selasa (23/5) siang ini.
Radio DDF 550 Korps Marinir didesain sesuai standard militer. Mobilisasinya di lapangan diintegrasikan dengan kendaraan Toyota Hilux yang didesain dengan tambahan beberapa perangkat, fitur dan spare part pendukung yang telah teruji unggul di sejumlah medan operasi baik di pegunungan, pemukiman penduduk maupun di wilayah perkotaan. Radio ini mampu memfinding (mencari) kedudukan dan frekfensi radio musuh dengan tepat dan akurat dalam jarak tertentu, apalagi dengan tambahan radio 1550 potable yang dikemas dalam bentuk manpack, sehingga dapat mendukung operasional radio DDF 550 secara maksimal.

Baca juga: Perang Elektronika Itu Ibarat “Ilmu Setan”
“Latihan uji fungsi ini mendatangkan 3 orang teknisi radio Rohde&Schwarz dari Jerman, 2 personel penguji dari Dinas Kelaikan Material Angkatan Laut (Dislaikmatal), serta diikuti 7 personel dari Dinas Komunikasi dan Peperangan elektronika Angkatan Laut (Diskomlekal), dan 15 personel dari Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika Korps Marinir (Diskomlek),” terang Kadiskomlek Korps Marinir Kolonel Marinir Sugianto yang diwakili oleh Letkol Marinir Ahmad Badawi selaku panitia uji Fungsi. Materi pelatihan yang disampaikan teknisi Ronde&Schwarz antara lain System Overview, Layout and Equipment, Signal Within the Electromagnetic Spectrum, DF Basic And Direction Finder, Mission Preparation: System Deployment Considerations, Monitoring Operation, Further System Related Practical Use and Hands-on Dan System Maintenance. Selain itu juga dilakukan uji fungsi radio Manpack 1555 sebagai kelengkapan DDF 550.

DDF 550 mempunyai kelengkapan sistem Digital Direction Finder with R&S DDF 550, Direction Finder Antenna With R&S ADD253, Monitoring R&S HE 010 (HF Band), Satellar dan Laptop Monitoring R & S. Merujuk ke situs rohde-schwarz.com, disebutkan perangkat DDF 550 mampu mengendus setiap sinyal yang dari rentang frekuensi 300 Khz hingga 6 Ghz.
Baca juga: EA-18G Growler – Jurus Australia Menghadapi Potensi Perang Elektronika dari Utara
Pelatihan alat komunikasi generasi terbaru DDF 550 Korps Marinir diselenggarakan olel Diskomlekal didukung teknisi yang didatangkan langsung dari Jerman dan sejumlah teknisi Rohde&Schwarz Indonesia. Hadir dalam acara penutupan latihan Kasubdispernika Diskomlekal Letkol Laut (E) Dominggus, Kasubdisrenhar Diskomlek Kormar Letkol Mar Hadi Santoso , S.E. dan Kasirenhar Diskomlek Kormar Mayor Marinir Mugni. (HANS)



bung phd ayam jago nya uda dipotong buat kenduri
kok ayam betina mau?
macam gak tau aja sama pemangku kebijakan…
ngomong sekarang tertarik dan dibicarakan
lima tahun lagi juga gak kelar2,jadi jangan berharap lebih
dari jaman kuda gigit besi mau beli sukhoi sampai lebaran kuda
semua ditawar tapi gak ada yg jadi sampai tigernya pun uda lama wafat,tapi gak ada ahli warisnya alias omdo doang.
jangankan ayam jago sekelas menhan saja omongannya gak bisa dipegang,terus akan dan tertarik.
semua hanya analisa alias gak jelas dan yg penting bagianku berapa,ha….ha……ha……ha…….ha…..
Kalau menhan khan selalu ambigu.
Saya tanya ke ayam jago sebab dia mengaku kerja di groupnya SAAB.
tetapi menhan kita Desember 2016 MOU dengan menhan Swedia.
Trus beliau awal mei 2017 ini ke Swedia bawa direktur bumnis yaitu PAL, PINDAD, PTDI, LEN.
trus 22 mei Raja Swedia ke sini lalu 23 mei ke Bandung bahas TRIPLE HELIX di ITB.
Anggota TRIPLE HELIX :
swedish Defence University
SAAB AB.
pemerintah Swedia.
Tahu khan kaitan antara Beberapa peristiwa ini ? Coba lihat apa yg tersirat dari berbagai peristiwa ini.
Sorry out of topic.
bung Ayam Jago mana ya ?
Di koran Sindo ada artikel tentang hubungan Raja Swedia dengan akuisisi Gripen oleh RI.
Saya tebak dari versi C/D MS20 sebanyak 12 – 14 unit.
Bung Ayam Jago, apakah sudah ada omongan di antara para sales tentang titik terang akuisisi Gripen ?
Jgn prcaya sindo. Ingat 2015 ktika sindo mmberi kabar deal ttg su-35 nyatanx sampe skkarang blm deal.
Lg sibuk migrasi jaringan cdma yg kini hidup segan mati tak mau sprt flexy & star one utk diintegrasikan ke datalink kartika
Yang jelas utk gripen saab memasukkan 2 proposal
Gripen c/d utk skadud 1 (kohanudnas role jlh 24-28 unit)
Gripen e/f utk 3 skadron baru pespur workhorse (skadud 19, 21 & 22)
Bukan menggantikan f-5 tiger
Wah bagus itu.
Skadud 1 bisa disebar ke mana-mana.
3 skuadron baru, kemungkinan antara :
3 x 14 = 42
Atau
3 x 16 = 48
Atau
3 x 24 = 72
Mengingat skadud 16 di RSN akan berisi 24 unit F16, maka prediksi saya :
sebagai permulaan 3 skadud baru akan diisi dulu masing2 14 unit terdiri 2 skadud x 14 F16V = 28 F16V dan 1 x 14 Gripen E/F.
Sesudah itu di periode 2025 – 2029, 28 F16V mungkin digeser dijadikan 1 skuadron, dan Gripen E/F akan ditambah 10 + 24 = 34 unit lagi, sehingga total Gripen E/F akan jadi 14 + 10 + 24 = 48 unit
di periode itu pula, Hawk 109/209 seluruhnya akan diganti di 2026 dengan 40 – 48 unit FA-50.
Sedang IFX di tahun 2028 – 2034 akan mengisi lagi tambahan 2 skadud x 25 unit = 50 unit.
Itu hanya prediksi saja.
ya banyak lah bung gitu aja kok nanyak
kok mau yg canggih buatan israel
atau rusia tapi muahal,biasalah kalau untuk tni yg penting ada.
soal canggih gaknya,nomor 100.
emang alutsista tni ada yg gahar melebihi punya tetangga
jadi soal canggih nomor berapa 100
ini masih mending buatan eropa,biasanya kan suka yg buatan cina murah meriah dan sangat canggih.sangking canggihnya itu alutsista cina yg dibeli buat tni,sampai gak kenal lawan dan kawan semua dihajar.ha….ha…..ha…..ha…..
Sipp
alat yg d gunakan negara lain ap sama @admin ???…alat inj d gunakan oleh negara mana saja ??…
apa ad varian yg lebih canggih lagi selain model dan type ini ???
bawel bener lo, googling nape, males amat
Merek R&S ini sudah paten dikalangan dunia militer…selain berbasis didarat produk jerman ini juga menjadi andalan perangkat telkom dikapal-kapal perang baik milik negara2 nato maupun non-nato yang mengikuti standar nato spt RI dan negara2 tetangga kita