US ARTEMIS Spy Jet: Pesawat Mata-mata Angkatan Darat AS yang Mengintai Aktivitas Rusia di Laut Hitam

Pesawat mata-mata umumnya dioperasikan oleh Angkatan Udara atau Angkatan Laut AS, namun, di Laut Hitam, yang merupakan kawasan rawan konflik, terdapat pesawat mata-mata milik Angkatan Darat AS (US Army). Berwujud pesawat jet eksekutif, pesawat mata-mata yang dimaksud adalah US ARTEMIS Spy Jet.
US ARTEMIS Spy Jet sebenarnya mengacu pada program pesawat mata-mata canggih Angkatan Darat AS, yang resmi disebut ARTEMIS (Airborne Reconnaissance and Targeting Exploitation Multi-Mission Intelligence System). Platformnya dari jet bisnis sipil Bombardier Challenger 650 yang populer.
ARTEMIS dikembangkan dan dioperasikan oleh kontraktor pertahanan utama AS, Leidos, untuk US Army. ARTEMIS secara teratur dikerahkan ke wilayah Laut Hitam, khususnya terbang di wilayah udara internasional di dekat pantai negara-negara NATO seperti Rumania. ARTEMIS diketahui beroperasi dari Pangkalan Udara Mihail Kogălniceanu di Rumania, dekat kota Constanța di pesisir Laut Hitam.
Misi utamanya adalah memantau dan memetakan electronic order of battle (E-O/B) Rusia. Kegiatannya mencakup mendeteksi, mencegat, dan menganalisis emisi dari radar pertahanan pantai dan pertahanan udara. Termasuk mengumpulkan sinyal komunikasi (SIGINT) dan jamming (gangguan sinyal) yang digunakan oleh pasukan militer di Krimea dan Rusia bagian selatan.

Dengan terbang pada ketinggian dan jarak yang aman, ARTEMIS memberikan data intelijen real-time yang sangat penting kepada komandan AS dan NATO mengenai aktivitas militer di tengah ketegangan di kawasan tersebut.
Mendapat julukan “Spy Jet”, ARTEMIS dirancang untuk melakukan tugas intelijen yang sangat spesifik dan canggih dari jarak aman (standoff distance). Karena menggunakan business jet (Bombardier Challenger 650), ARTEMIS dapat terbang lebih tinggi (12.000 meter) dan lebih cepat daripada pesawat intai yang dimodifikasi dari pesawat baling-baling. Ini memberinya jangkauan pandangan sensor yang lebih luas dan kemampuan loitering (berpatroli) hingga 10 jam.

Data dari Flightradar24 menunjukkan pesawat tersebut, yang beroperasi dengan kode panggilan BRIO66, terbang mengikuti pola lintasan balap di lepas pantai Rumania dekat Constanţa sebelum menuju tenggara di atas perairan internasional.
Pesawat ini dipenuhi oleh peralatan Signals Intelligence (SIGINT) canggih yang dipasang oleh kontraktor pertahanan seperti Leidos.
Detail spesifiknya sangat rahasia, tetapi fungsi utamanya meliputi intersepsi komunikasi dengan antena modular dan SIGINT Suite, pemetaan dan pelacakan darat dengan Synthetic Aperture Radar (SAR), pengawasan visual jarak jauh dengan Electro-Optical/Infrared (EO/IR) dan pemrosesan data real-time dengan Server Data Onboard.
Karena ARTEMIS adalah program demonstrator teknologi ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) milik Angkatan Darat AS, ia tidak dioperasikan oleh skadron penerbangan militer tradisional (yang biasanya memiliki nomor unit tetap). Sebaliknya, pesawat ini dioperasikan di bawah kontrak oleh perusahaan swasta, Leidos, dan diawaki oleh personel teknis Angkatan Darat AS atau kontraktor.
Salah satu callsign yang sering terdeteksi di ruang publik untuk pesawat ARTEMIS adalah “BRIO66” atau sebelumnya “DAGGER 1”. Program ini dikelola oleh kantor program Angkatan Darat yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem intelijen, seperti PEO IEW&S (Program Executive Office Intelligence, Electronic Warfare and Sensors).
Saat ini, Angkatan Darat AS mengoperasikan dua unit pesawat ARTEMIS sebagai demonstrator teknologi ISR. Mereka sering disebut sebagai ARTEMIS I dan ARTEMIS II. Tujuan utama mereka adalah menguji kemampuan sensor untuk sistem intelijen udara masa depan yang lebih besar, yaitu program HADES (High-Accuracy Detection and Exploitation System). (Bayu Pamungkas)
20 Tahun Beroperasi, Angkatan Darat AS Pensiunkan Pesawat Mata-mata MARSS QRC
Related Posts
-
Cina Rancang Torpedo Bertenaga Nuklir ‘Disposable’ dengan Hulu Ledak Konvensional, Jelajah Hingga 10.000 Kilometer
4 Comments | Jul 21, 2022 -
Cina Pasok Anti Stealth Radar system YLC- 8E ke Pakistan
7 Comments | Mar 19, 2022 -
Conformal Fuel Tanks (CFT), Terobosan Eurofighter Typhoon Untuk Alih Teknologi di Indonesia
2 Comments | Nov 27, 2023 -
AMX-10P Marines TNI AL: Amphibious APC Pertama di Indonesia dengan Proteksi Anti Nubika
7 Comments | Jul 15, 2015


