Untuk Pertama Kali, Angkatan Udara Jepang Akan Tempatkan Jet Tempur (F-15J) di Inggris

Untuk pertama kalinya, Angkatan Udara Jepang atau Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF) akan mengerahkan jet tempur dalam misi jarak jauh ke Eropa dan Inggris. Yang dikirim adalah flight F-15J Eagle dengan tujuan untuk memperkuat hubungan pertahanan dan meningkatkan interoperabilitas antara Jepang dan Inggris.

Baca juga: Kemhan Jepang Setujui Akuisisi Rudal Jelajah Jarak Jauh AGM-158B JASSM-ER, Plus Upgrade F-15J dengan EPAWSS

Seperti dikutip UK Defence Journal, pengerahan ini juga sejalan dengan Global Combat Air Program (GCAP), di mana Jepang dan Inggris bekerja sama mengembangkan jet tempur generasi keenam.

Pengerahan ini merupakan langkah besar dan bersejarah, lantaran pertama kalinya jet tempur dari JASDF beroperasi di Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa Jepang semakin proaktif dalam kerja sama pertahanan dengan negara-negara di luar kawasan Indo-Pasifik, menggarisbawahi pentingnya stabilitas global bagi Tokyo.

Pengerahan ini diumumkan pada 28 Agustus 2025, sebagai bagian dari kerja sama pertahanan yang lebih luas antara Jepang dan Inggris. Pengerahan ini dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan September 2025. Jet tempur F-15J yang dikerahkan berasal dari Skuadron Tempur Taktis ke-201 dan ke-203, yang bermarkas di Pangkalan Udara Chitose, Jepang.

Hindari Tsunami, Puluhan Jet Tempur F-15J Eagle di Okinawa Diparkir Rapi ala “Elephant Walk”

Detail durasi penempatan F-15J di Inggris belum diungkapkan secara resmi oleh Kementerian Pertahanan Jepang. Namun, beberapa laporan yang beredar menyebutkan bahwa pengerahan ini akan bersifat berkala (periodically) dan kemungkinan akan menjadi bagian dari latihan bersama, bukan penempatan permanen.

Salah satu sumber dari forum aviasi menyebutkan bahwa 4 unit F-15J akan ditempatkan di RAF Coningsby dari 13-24 September 2025 dan juga akan mengunjungi pangkalan udara di Jerman.

F-15J Eagle Jepang Bakal Dipasangi Rudal Jelajah Jarak Jauh AGM-158B JASSM-ER

Armada F-15 JASDF terdiri dari 163 unit F-15J (single seat) dan 36 unit F-15DJ (tandem seat), yang diproduksi di bawah lisensi oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI), bersama dengan 14 unit pesawat tambahan yang dirakit oleh McDonnell Douglas di fasilitasnya di St. Louis.

Tidak seperti Angkatan Udara Amerika Serikat, yang memilih untuk mengganti F-15C yang sudah tua dengan model F-15EX baru, Jepang telah memilih untuk mempertahankan F-15J era 1980-an dan meningkatkannya dengan fitur-fitur baru yang berasal dari Advanced Eagle, standar produksi pesawat saat ini.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengunjungi Iruma Air Base dan Chitose Air Base dalam kunjungan kerjanya di Jepang, Selasa (6/6/2023).

F-15J yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Jepang akan mendapatkan upgrade menjadi varian F-15 Super Intercepetor. Untuk program upgrade ini, Boeing dikabarkan telah mendapatkan kontrak senilai US$129 juta untuk paket upgrade ke F-15 Super Intercepetor. Program ini merupakan bagian dari perjanjian Foreign Military Sales (FMS) AS dengan Jepang, yang menekankan upaya berkelanjutan Jepang untuk memodernisasi kemampuan pertahanan udaranya di tengah masalah keamanan regional.

Dijuluki “Super Interceptor,” paket peningkatan untuk F-15 Jepang akan mencakup radar APG-82(v)1 Active Electronically Scanned Array (AESA), yang telah dipasang pada F-15E Strike Eagle milik USAF dan ditampilkan dalam F-15EX. Integrasi sistem radar ini akan meningkatkan kemampuan tempur udara-ke-udara pesawat sekaligus menyediakan deteksi dan penargetan yang lebih baik.

Selain itu, potensi penyertaan jenis senjata Joint Air-to-Surface Standoff Missile (JASSM) menunjukkan kemampuan multi-peran yang diperluas, yang menunjukkan arah untuk mengubah F-15 Jepang menjadi platform serbaguna yang mampu melaksanakan misi serangan jarak jauh. (Gilang Perdana)

Paket Upgrade Besar-besaran Jet Tempur F-15, Jadi Varian ‘Super Interceptor’ (Jepang) dan F-15EX (Korea Selatan)