Untuk Ketiga Kalinya Jembatan Krimea Mendapat Serangan, Kali ini dari Drone Laut Kamikaze “Marichka”

Setelah serangan swarm drone besar-besaran dalam Operasi “Jaring Laba-laba” yang menargetkan beberapa pangkalan pembom strategis Rusia, Ukraina diwartakan kembali melakukan serangan dengan wahan tanpa awak bawah air – Unmanned Underwater Vehicle (UUV) kamikaze yang menargetkan struktur atau pilar dari Jembatan Krimea (Kerch Bridge), yang menghubungkan Rusia dengan Semenanjung Krimea.
Meskipun Dinas Keamanan Ukraina (SBU) tidak secara resmi mengonfirmasi detail teknis operasi ini, beberapa laporan menyebutkan penggunaan drone bawah air “Marichka”, sebuah UUV buatan Ukraina yang dirancang untuk misi sabotase, pengintaian, dan serangan terhadap infrastruktur laut seperti jembatan dan kapal perang.
Publikasi internasional menyebut Marichka membawa 1.100 kilogram bahan peledak di bawah permukaan air, yang merusak pilar-pilar penyangga jembatan tersebut. Jembatan Krimea merupakan jalur logistik vital bagi militer Rusia di Ukraina selatan.
Serangan ini menandai ketiga kalinya Ukraina berhasil merusak jembatan tersebut sejak invasi Rusia dimulai pada 2022. SBU menyatakan bahwa jembatan ini adalah target militer sah karena digunakan untuk memasok pasukan pendudukan Rusia.
Is attacking the Kerch bridge in Crimea today.
“Marichka” is a 6-meter multi-purpose drone with a range of about 1,000 km. pic.twitter.com/eVPc4I5gm6
— Ayush parmar (@KattarYodhaMKL4) June 3, 2025
Tabir Marichka pertama kali terungkap lewat postingan di akun media sosial Ukraina yang pada 23 Agustus 2024 yang merilis video pendek yang memperlihatkan drone bawah laut kamikaze itu sedang melakukan uji coba di perairan. Berdasarkan rekaman, Marichka merupakan drone bawah laut berwarna hitam dengan panjang 6 meter dan jangkauan sekitar jelajah 1.000 kilometer.
Menurut media Ukraina, Marichka adalah sistem yang dikembangkan sendiri dan dibuat oleh para insinyur sukarelawan (disebut Ammo Ukraine), yang mana pengembangan Marichka didanai dari sumbangan para donatur. Beberpa sumber media menyebut perkiraan biaya UUV ini adalah sekitar UAH 16 juta, atau dengan US$433.000.
#Ukraine: 3. UA’s “Marichka” underwater drone has a range of up to 1000km. Whatever was used, it has not destroyed the bridge – yet. 400 cars were backed up for a while but crossings resumed. This is UA’s 3rd attack on the bridge, previous hits 2022/23. https://t.co/r0gcshuIpy pic.twitter.com/7mjiJR94KA
— Peter Clifford Online (@PeterClifford1) June 3, 2025
Drone bawah laut ini menjadi ancaman serius bagi Armada Laut Hitam Rusia, pasalnya Marichka tidak dapat dideteksi oleh sistem pengawasan konvensional. Meskipun tidak diketahui persis berapa banyak bahan peledak yang dapat dibawa Marichka ke sasarannya, namun serangan ke bawah lambung kapal perang permukaan, niscaya dapat menciptakan bencana besar bagi kapal perang Rusia, termasuk serangan ke pilar atau dudukan jembatan, yang bisa menyebabkan kerusakan serius pada struktur jembatan.
Setelah ledakan, lalu lintas di jembatan sempat dihentikan selama beberapa jam dan kemudian dibuka kembali. Namun, kerusakan struktural pada pilar bawah air memerlukan evaluasi dan perbaikan lebih lanjut. (Gilang Perdana)
Terungkap Sosok “Marichka” – Drone Bawah Laut Ukraina, Penantang Torpedo (Anti Drone) UMT Rusia


