
Pemanfaatan teknologi satelit Starlink dalam konflik modern telah menciptakan babak baru dalam perang asimetris, namun sekaligus menghadirkan dilema etis dan politis bagi SpaceX sebagai penyedianya. Kabar terbaru mengonfirmasi bahwa perusahaan milik Elon Musk tersebut secara resmi mulai melumpuhkan terminal Starlink yang terpasang pada drone kamikaze Rusia, seperti varian BM-35 dan “Molniya”. (more…)

Persaingan supremasi teknologi antara Amerika Serikat dan Cina kini telah meluas hingga ke orbit rendah Bumi (LEO), menciptakan ketegangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan terbaru dari para peneliti Cina mengungkapkan sebuah peristiwa signifikan di mana keputusan SpaceX untuk menurunkan ketinggian sekitar 4.400 satelit Starlink. (more…)

Perang yang berlarut wajar bila membutuhkan improvisasi, seperti pada drone kamikaze (loitering munition). Sebelumnya tak ada yang menyangka, bahwa koneksi data untuk sensor dan kendali drone, ternyata turut menggunakan terminal internet satelit Starlink standar. (more…)

Dengan dukungan anggaran besar dari negara, Rusia pada akhir tahun ini dijadwalkan akan meluncurkan tahap pertama Rassvet, yakni jaringan satelit komunikasi yang digadang punya kemampuan mirip Starlink, memberikan kemandirian dan kedaulatan akses komunikasi data berbasis satelit nasional. (more…)

Satu yang tak bisa dilepaskan dari keunggulan udara Australia adalah keberadaan pesawat intai Boeing E-7A Wedgetail AWACS (Airborne Early Warning and Control System). Dioperasikan oleh Skadron No. 2, saat ini Angkatan Udara Australia (RAAF) mengoperasikan enam unit E-7A Wedgetail, yang secara bertahap akan mulai dipensiunkan pada semester kedua tahun 2030. (more…)

Ribuan konstelasi satelit komunikasi Starlink bukan ancaman langsung bagi Rusia, namun tebaran jaringan satelit, yang sampai Desember 2024 mencapai lebih dari 7.500 unit, sedikit banyak bisa mengganggu kepentingan strategis Rusia, terlebih bila dikaitkan dalam konflik di Ukraina, lantaran pihak lawan banyak memanfaatkan akses internet satelit dari Starlink. (more…)

Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) mendapat perkuatan dengan hadirnya alutsista baru. Seperti diperlihatkan saat Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Yonkomlek 1 diperkuat dengan dua unit rantis (kendaraan taktis) Mobile EM Radar dan Command Center with EM Radar. (more…)

Meski kalah ‘gaung’ dengan Ukraina, namun bukan berarti Rusia kendor dalam pengembangan drone laut – Unmanned Surface Vehicle (USV) kamikaze. Di pameran pertahanan Army 2024, Rusia lewat LLC KB Center for Unmanned Systems memperlihatkan sosok USV kamikaze yang dikendalikan dari jarak jauh, Murena-300S. (more…)

Cina punya obsesi untuk menandingi dominasi ribuan satelit komunikasi Starlink milik SpaceX, untuk itu telah dicanangkan untuk mengorbitkan 13.000 satelit komunikasi. Dan untuk merintis tahapan tersebut, Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST) pada hari Selasa lalu meluncurkan 18 satelit internet ke orbit rendah. Namun, apesnya robet pembawa satelit hancur di luar angkasa. (more…)

Ribuan satelit komunikasi Starlink tak hanya membuat sewot Rusia, tapi Cina pun sejak lama terosebsi untuk menandingi kehadiran ribuan satelit di orbit rendah bumi, termasuk beragam skenario dikemukakan untuk membuat satelit Starlink tidak berfungsi. Setelah sebelumnya bakal menggunakan Anti Satellite Microwave Weapon untum memotong komunikasi antara AS dan Taiwan, kini muncul skenario yang melibatkan kapal selam. (more…)