
Pasca serangan rudal balistik hipersonik Oreshnik kedua ke Ukraina pada 9 Januari 2026, Rusia menegaskan dominasi teknologinya di bidang pertahanan udara dan rudal. Berdasarkan laporan dari kantor berita TASS (13/1/2026), pakar militer Rusia menyatakan bahwa sistem pertahanan udara milik negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, tidak memiliki kemampuan untuk mencegat hulu ledak dari sistem rudal Oreshnik. (more…)

Ketegangan di Eropa Timur mencapai titik nadir baru setelah Rusia secara resmi mengonfirmasi peluncuran kedua rudal balistik hipersonik terbarunya, Oreshnik, pada Jumat, 9 Januari 2026. Serangan yang menyasar fasilitas strategis di Oblast Lviv, Ukraina Barat, ini membuktikan bahwa Moskow siap menggunakan teknologi militer paling mutakhirnya secara reguler dalam konflik tersebut. (more…)

Ketegangan geopolitik di Eropa Timur memasuki babak baru setelah Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa sistem rudal hipersonik terbaru mereka, Oreshnik, kini telah resmi berada dalam status siaga tempur di wilayah Belarusia. Pengumuman yang dirilis pada 30 Desember 2025, menandai langkah strategis Moskow dalam memperkuat payung pertahanan dan daya gertak (deterrence) di perbatasan barat sekutu terdekatnya. (more…)

Satu tahun berlalu sejak serangan rudal balistik jarak menengah (IRBM) Oreshnik ke Dnipro, Ukraina, pada Kamis, 21 November 2024, komunitas negara NATO di Eropa masih dilanda kecemasan akan potensi serangan rudal balistik hipersonik tersebut. Selain sulit untuk dicegat, kabar telah berlangsungnya produksi massal dan penempatan Oreshnik di Belarusia, menjadikan isu rudal ini masih terus menjadi pehatian utama. (more…)

Meluncur dengan kecepatan hipersonik, rudal balistik jarak menengah atau intermediate-range ballistic missile (IRBM) dengan MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles) 9M729 Oreshnik (Kedr) menjadi begitu sulit ditangkal oleh sistem hanud (pertahana udara) Ukraina, termasuk MIM-104 Patriot sekalipun. (more…)