
Lockheed Martin pada 7 November lalu mengumumkan pencapaian atas pengiriman self propelled MLRS M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) ke-750, menggarisbawahi peran kunci sistem ini dalam strategi pertahanan AS dan sekutunya. Pencapaian ini menyoroti meningkatnya permintaan global akan daya tembak presisi dan output yang stabil dari fasilitas produksi di Camden, Arkansas. (more…)

Kemasyuran M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) rupanya telah memikat perhatian Kim Jong Un. Namun, karena sulit untuk memperoleh HIMARS yang notabene buatan AS, maka Korea Utara kemudian mengembangkan dan memproduksi self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) yang tampilannya sepintas mirip HIMARS. (more…)

Secara fungsi, Cina telah mengaptasi kemampuan self propelled MLRS Norinco PHL-16 sebagai tandingan M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System). Namun, PHL-16 mengusung platform kendaraan peluncur yang lebih besar dengan sasis Wanshan WS2400 8×8. Nah, belum lama perusahaan Cina meluncurkan replika kendaraan peluncur HIMARS, yang sedikit banyak mengingatkan pada rancangan “Anoa-HIMARS” dari Bandung. (more…)

Kemunculan M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) pada tahun 1993, dilanjutkan dengan dioperasikan Angkatan Darat AS (US Army) sejak Juni 2005, telah memicu perhatian Cina akan kemampuan sistem artileri roket MLRS yang modern, yang belakangan telah terbukti battle proven di palagan Irak dan Ukraina. Dan sebagai tandingan, Cina kemudian menghadirkan “Chinese HIMARS” PHL-16. (more…)

Meski tak ‘seangker’ postur militer negara-negara di Timur Tengah, namun, adopsi rudal balistik jarak pendek (Short Range Ballistic Missile/ SRBM) sudah dikenal secara terbatas di Asia Tenggara, seperti Vietnam yang mengoperasikan rudal Scud (Soviet era) dan varian Korea Utara seperti Hwasong-6, dengan jangkauan antara 300–500 km. Nah, belakangan Indonesia dan negara tetangga di selatan (Australia) ikut bergabung meramaikan pasar pengguna SRBM di kawasan ini. (more…)

Taiwan diwartakan berencana untuk membeli tambahan 28 unit M142 High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS), serta sembilan set tambahan sistem rudal hanud National Advanced Surface-to-Air Missile Systems (NASAMS). Taiwan sebelumnya telah membeli 29 peluncur HIMARS dari AS dan menerima 11 unit peluncur pertama tahun lalu. (more…)

Hanya berjarak 350 km dari pantai selatan Jawa, Angkatan Darat Australia dan Angkatan Darat AS, dalam operasi gabungan mengerahkan sistem artileri M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) di Pulau Christmas, yang memiliki jarak cukup dekat dengan Indonesia. (more…)

Kerap dintai oleh Cina, Latihan militer Talisman Sabre kembali digelar oleh Australia, yang kali ini (Talisman Sabre 2025) dimulai pada 13 Juli hingga 4 Agustus 2025, menjadi latihan militer terbesar dalam sejarah Australia, melibatkan lebih dari 40.000 personel militer dari 19 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Indonesia, India, dan negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis, dan Norwegia. (more…)

Popularitas M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) dalam laga perang di Ukraina, tak pelak ikut mendongkrak penjualan dari self propelled MLRS buatan AS ini. Pasar Eropa termasuk yang sukses digarap oleh Lockheed Martin Missiles and Fire Control (MFC), yang mana HIMARS telah diakuisisi Estonia, Polandia, Rumania, dan menyusul Latvia, Italia, Lithuania serta Kroasia. Rupanya pencapaian HIMARS telah menarik perhatian Perancis untuk membuat tandingannya, khusus untuk pasar Eropa. (more…)

Beruntunglah warga Australia, pasalnya setiap kebijakan yang terkait pengadaan alutsista, akan dikaitkan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan baru. Seperti belum lama ini, pemerintah Australia menginvestasikan Aus$272 juta untuk mendukung industri pertahanan lokal dan lapangan kerja melalui pengadaan 14 unit Multi-Mission Phased Array Radar (MMPAR) untuk Angkatan Darat Australia, yang diproyeksi menciptakan 700 lapangan kerja. (more…)