Update Krisis IranKlik di Atas

Perancis Kembangkan “Foudre” – Self Propelled MLRS yang Mampu Meluncurkan Amunisi M142 HIMARS

Popularitas M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) dalam laga perang di Ukraina, tak pelak ikut mendongkrak penjualan dari self propelled MLRS buatan AS ini. Pasar Eropa termasuk yang sukses digarap oleh Lockheed Martin Missiles and Fire Control (MFC), yang mana HIMARS telah diakuisisi Estonia, Polandia, Rumania, dan menyusul Latvia, Italia, Lithuania serta Kroasia. Rupanya pencapaian HIMARS telah menarik perhatian Perancis untuk membuat tandingannya, khusus untuk pasar Eropa.

Baca juga: Taiwan ‘Diam-diam’ Aktifkan M142 HIMARS dengan Rudal ATACMS, Mampu Jangkau Pesisir Cina Daratan

Dikembangkan oleh peusahaan pertahahan Perancis, Turgis and Gaillard, terungkap keberadaan prototipe multiple launch rocket system (MLRS) yang disebut sebagai Foudre.

Proyek Foudre sebelumnya dirahasiakan, namun telah dipublikasikan, yaitu pada 30 April 2025, oleh Challenges, sebuah artikel oleh Vincent Lamigeon. Gagasab Foudre muncul saat Angkatan Darat Perancis sangat perlu mengganti sistem LRU (Lance-Roquettes Unitaire) yang sudah tua, yang kesiapan operasionalnya terus menurun. Dengan kesenjangan kemampuan kritis yang diperkirakan terjadi pada tahun 2027 dan alternatif asing yang menimbulkan kekhawatiran tentang otonomi strategis, Foudre dimaksudkan sebagai solusi mandiri Perancis untuk mempunyai sistem artileri sejenis HIMARS.

Foudre menonjol karena desainnya yang modular dan dapat diangkut udara dengan pesawat sekelas C-130, khususnya untuk memberikan kelincahan operasional yang tinggi. Foudre dipasang pada sasis Renault Trucks Kerax 6×6 yang menawarkan mobilitas strategis dan taktis. Tidak seperti sistem yang lebih berat seperti Chunmoo Korea Selatan, ia tidak memerlukan penopang penyeimbang untuk penembakan, yang memungkinkan penyebaran cepat, reposisi lebih cepat setelah pertempuran, dan mengurangi risiko tembakan balasan dari artileri lawan.

Foudre dapat membawa pod amunisi yang dapat dikonfigurasi dan mampu meluncurkan enam roket M31 227 mm—yang sama dengan yang digunakan oleh LRU Prancis saat ini dan kompatibel dengan sistem amunisi HIMARS.

Sistem Foudre juga dapat menembakkan satu rudal MGM-140 ATACMS (Army Tactical Missile System) dengan jangkauan 300 km, atau dua unit PrSM (Precision Strike Missile) dengan jangkauan hingga 500 km, yang membuatnya setara dengan peningkatan terbaru pada platform armed AS.

Perang Bakal Makin Lama, Ukraina Gempur Dua Lanud Rusia dengan MGM-140 ATACMS

Lebih jauh lagi, dengan sedikit penyesuaian, Foudre diharapkan dapat menyebarkan rudal jelajah serang darat seperti Land Cruise Missile (LCM) yang dikembangkan MBDA, dengan jangkauan yang dinyatakan 1.000 km. Dengan begitu, Foudre akan melampaui kemampuan jangkauan dalam HIMARS saat ini.

Dengan sistem LRU terakhir Prancis yang dikirimkan pada tahun 1990-an dan kurang dari tujuh yang masih beroperasi—beberapa di antaranya digunakan untuk suku cadang, maka situasinya menjadi mendesak. Tiga unit saat ini dikerahkan di Rumania di bawah operasi jaminan NATO, dan penggantian jangka pendek mereka dianggap sebagai prioritas oleh Angkatan Darat Perancis.

Foudre diharapkan tidak sekedar solusi sementara, tapi juga sebagai pondasi fundamental bagi kemampuan artileri jarak jauh Perancis pada tahun 2030-an. Dengan kinerja yang sebanding dengan, dan dalam beberapa kasus melebihi, HIMARS, produksi dalam negeri penuh, dan integrasi ke dalam arsitektur digital nasional, maka Foudre merupakan upaya strategis untuk memulihkan otonomi Perancis dalam kemampuan serangan jarak jauh. (Gilang Perdana)

Rheinmetall dan Lockheed Martin Kembangkan GMARS – ‘Sentuhan’ HIMARS untuk Pasar Eropa

One Comment