Perhatian dunia intelijen pertahanan udara pernah tertuju pada sosok raksasa yang elegan namun misterius milik Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF), yakni Kawasaki RC-2. Pesawat yang mendapat julukan “Baby Globemaster” karena kemiripan siluetnya dengan C-17 milik Amerika Serikat ini bukan sekadar pengangkut logistik biasa. (more…)
Angkatan Laut Jepang (JMSDF) memperkuat lini pertahanan bawah airnya dengan mengadopsi teknologi otonom terbaru yang dikembangkan secara domestik. Melalui Acquisition, Technology and Logistics Agency (ATLA), Jepang telah menjalin kerja sama strategis dengan dua raksasa industri, yakni Mitsubishi Heavy Industries (MHI) dan IHI (Ishikawajima-Harima Heavy Industries), untuk mengembangkan dua tipe drone bawah laut tak berawak (Unmanned Underwater Vehicle/UUV). (more…)
Jepang baru saja mengejutkan dunia militer dengan memamerkan kemampuan rudal jelajah anti-kapal generasi terbarunya. Dalam sebuah rekaman video resmi yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Jepang ewat Acquisition Technology & Logistics Agency (ATLA), rudal yang saat ini dikenal sebagai “New SSM” (New Surface to Ship Missile) terlihat melakukan manuver barrel roll atau berputar spiral saat terbang menuju target. (more…)
Kapal selam Jepang dalam sebuah kunjungan di Teluk Subic pada April 2016
Industri pertahanan Jepang menghadapi krisis kepercayaan terdalam setelah terungkapnya skandal sistemik yang melibatkan Kawasaki Heavy Industries (KHI). Perusahaan yang selama ini menjadi pilar utama pembuatan kapal selam Jepang terbukti melakukan penggelembungan biaya (overbilling), penyuapan personel militer, hingga manipulasi data mesin yang berlangsung selama tiga dekade. (more…)
Ketegangan di kawasan Asia Timur mencapai titik didih baru setelah Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF) melakukan aksi scramble besar-besaran yang jarang terjadi. Pada 27 Desember 2025, Jepang mengerahkan sedikitnya 16 unit jet tempur F-2 untuk mencegat gugus tempur Angkatan Laut Cina yang mencoba melintasi perairan strategis di dekat Prefektur Okinawa. (more…)
Aliansi pertahanan udara global kembali diguncang kabar besar. Pemerintah Inggris dilaporkan secara resmi membuka pintu bagi Jerman untuk bergabung dalam program jet tempur generasi keenam, Global Combat Air Programme (GCAP). Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian yang terus menyelimuti proyek tandingan Eropa, FCAS (Future Combat Air System), yang melibatkan Jerman, Prancis, dan Spanyol. (more…)
Dalam perkembangan yang menyoroti panasnya persaingan strategis di Laut Cina Selatan, Pemerintah Jepang secara resmi membantah adanya diskusi untuk mengekspor sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak sedang Type 03 (Type 03 Medium-Range Surface-to-Air Missile) kepada Filipina. Bantahan ini muncul tak lama setelah laporan informal mengenai rencana ekspor tersebut memicu kecaman keras dari Beijing. (more…)
Acquisition, Technology & Logistics Agency (ATLA), lembaga di bawah Kementerian Pertahanan Jepang yang bertanggung jawab atas penelitian, pengembangan, akuisisi (pengadaan), dan logistik peralatan untuk Pasukan Bela Diri Jepang, telah mengungkap detail program rudal anti kapal jarak jauh baru yang dirancang untuk memperkuat kemampuan pertahanan pulau (pesisir) Negeri Sakura. (more…)
Laporan dari South China Morning Post (SCMP), surat kabar yang berbasis di Hong Kong dapat menjadi peringatan serius bagi sistem radar pertahanan udara Korea Selatan dan Jepang, pasalnya jet tempur stealth Cina, Chengdu J-20 disebut pernah terbang melintasi Selat Timur di Selat Korea, tanpa terdeteksi oleh radar Korea Selatan maupun Jepang. (more…)
Mengikuti jejak Australia yang mengakuisisi 11 unit fregat Mogami class dari Jepang, maka Selandia Baru, sebagai negara sekutu yang tergabung dalam pakta pertahanan ANZUS (Australia, New Zealand, United States Security Treaty), rupanya juga kepincut dengan fregat Mogami class. (more…)