Dinamika industri pertahanan global kembali dikejutkan oleh ketidakpastian yang menyelimuti armada jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Korea Aerospace Industries (KAI) tetap optimis dalam menjanjikan integrasi rudal udara-ke-udara jarak menengah AIM-120 AMRAAM untuk armada FA-50 pesanan Angkatan Udara Malaysia (RMAF). (more…)
Angkatan Udara Filipina (PAF) dipastikan akan memiliki taring yang jauh lebih tajam dalam menjaga kedaulatan wilayah udaranya. Pada 12 Desember 2025, pemerintah Filipina secara resmi menandatangani kontrak strategis dengan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk melakukan peningkatan kemampuan (upgrade) besar-besaran terhadap 11 unit jet tempur FA-50PH Fighting Eagle yang saat ini dioperasikan. (more…)
Secara faktual, meskipun Indonesia adalah pembeli ekspor pertama (launch customer) T-50 Golden Eagle di dunia pada tahun 2011, spesifikasi T-50i TNI AU tertinggal cukup jauh jika dibandingkan dengan T-50TH milik Thailand. Meski begitu, ketertinggalan spesifikasi bukan selalu terkait anggaran. (more…)
Sejak tahun 2023 ada rencana untuk mengembangkan varian kursi tunggal (single seat) jet tempur FA-50 Fighting Eagle, maka ada dinamika dari Negeri Ginseng, meski tidak dibatalkan, ada kabar pengembangan varian single seat FA-50 dibekukan untuk sementara waktu. (more…)
Adalah pencapaian besar ketika Korea Selatan berhasil mengekspor K9 Self Propelled Howitzer ke Mesir, yang artinya membuka pasar alutsista baru bagi Negeri Ginseng ke Afrika. Mesir pun turut kebagian berkah dari kerja sama dengan Korea Selatan, pasalnya selain menawarkan paket pinjaman luar negeri dengan bunga rendah, Korea Selatan juga memberikan alih teknologi. (more…)
Pengembangan rudal jelajah udara ke permukaan atau air-launched cruise missile (ALCM) Cheonryong (Sky Dragon) yang digarap LIG Nex1 telah mencapai babak baru dengan fase pengujian. Dilepaskan dari jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle, Cheonryong sejak awal dipersiapkan sebagai senjata inti pada jet tempur multirole KF-21 Boramae. (more…)
Melanjutkan berita kemarin yang menyebut hilangnya jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle milik Angkatan Udara Filipina (PAF), saat menjalani operasi taktis, maka kabar terbaru yang dirilis dari Angkatan Udara Filipina mengatakan jet tempur dengan nomer 002 yang hilang telah ditemukan dengan kondisi hancur (total loss). (more…)
Sebuah jet tempur FA-50 Fighting Eagle milik Angkatan Udara Filipina dan dua awaknya dilaporkan hilang selama operasi tempur taktis yang dilakukan malam hari. Jet tempur ringan buatan Korea Selatan itu lepas landas dari pangkalan udara di dekat pusat kota Cebu, kata pejabat angkatan udara pada hari Selasa (4 Maret 2025). (more…)
Mulai menerima jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle pada November 2015, saat ini Angkatan Udara Filipina telah mengoperasikan satu skadron (12 unit) FA-50PH. Satu skadron rupanya jauh dari kecukupan pada postur pertahanan udara, dan ada kabar bahwa Filipina dengan mempersiapkan skadron kedua untuk FA-50, namun dengan varian (block) terbaru. (more…)
Mengikuti Airbus dengan jet tempur Eurofighter Typhoon (varian tandem seat) sebagai testbed untuk uji coba Manned-Unmanned Teaming (MUM-T), maka pabrikan dirgantara Korea Selatan, Korea Aerospace Industries (KAI) telah mengumumkan bakal menggunakan jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle sebagai testbed untuk adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di masa depan. (more…)